alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Buruh Sempat Mudik, RSU Payangan Optimis Proyek Tuntas Sesuai Target

GIANYAR, BALI EXPRESS – Progress pembangunan gedung baru di RSU Payangan saat ini sudah mencapai 56,7 persen. Meskipun sempat ditinggal para pekerja mudik, namun pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Payangan optimis proyek tersebut dapat rampung sesuai target.

 

Nantinya rumah sakit ini akan diisi dengan ruang perawatan Non Class (non kelas).

 

Direktur RSU Payangan dr. I Gusti Ngurah Gede Putra menjelaskan bahwa proyek tersebut ditargetkan tuntas tanggal 3 September 2022 sesuai dengan kontrak. Hanya saja proyek tersebut memang sempat ditinggal mudik oleh para pekerja. “Mereka mudik selama 10 hari, jadi kemarin sempat turun karena sebagian tenaga mudik,” ujarnya Senin (16/5).

 

Namun kini para pekerja sudah kembali dan hari Sabtu kemarin sudah mulai bekerja lagi. Dengan demikian, pihaknya optimis jika pembangunan akan tuntas sesuai dengan target. “Sekarang mereka sudah mulai bekerja jadi kita optimis pembangunan akan tuntas sesuai target,” imbuhnya.

 

Ditambahkannya jika dalam pembangunan tersebut memang ada ornamen khas Bali berupa ukiran Bali. Sebab hal itu memang diutamakan agar pembangunan senantiasa memperhatikan ciri khas Bali. “Ada patra-patra sesuai perencanaan. Dan juga main Gate Lobby juga menggunakan ukiran Bali,” sebutnya.

 

Disamping itu material yang digunakan dalam pembangunan adalah material berupa pasir lokal, batu kerikil dari Bali dan semua material juga didapatkan dari perusahaan lokal Bali yang sesuai spesifikasi dan mutu yang ditentukan,” lanjutnya.

 

Semua material juga didapatkan dari perusahaan lokal Bali yg sesuai spesifikasi dan mutu yang ditentukan. Bukan batu bata. “Tapi menggunakan konponen Sera dan Plat anti korosi sehingga aman untuk standar PPI RS,” tandas dr. Putra.

 

Selain pembuatan ruang perawatan non class juga ada pembangunan ruang perawatan Wings Utara RSU Payangan dimana didalamnya akan terdapat 105 tempat tidur khusus untuk ruang perawatan. Dengan komposisi 1 basement dan 4 lantai diatasnya, ukuran dimensi 90 x 12 meter.

 

Selain itu juga akan ada Emerging Diseases Center (EDC) atau ruang perawatan Covid-19 terintegrasi yang terdiri dari UGD, ruang perawatan hingga laboratorium. Sesuai kontrak pembangunan RSU Payangan ditargetkan rampung tanggal 3 September 2022 mendatang. Atau dengan waktu pengerjaan 330 hari dan menggunakan anggaran Rp 90 Miliar.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Progress pembangunan gedung baru di RSU Payangan saat ini sudah mencapai 56,7 persen. Meskipun sempat ditinggal para pekerja mudik, namun pihak Rumah Sakit Umum (RSU) Payangan optimis proyek tersebut dapat rampung sesuai target.

 

Nantinya rumah sakit ini akan diisi dengan ruang perawatan Non Class (non kelas).

 

Direktur RSU Payangan dr. I Gusti Ngurah Gede Putra menjelaskan bahwa proyek tersebut ditargetkan tuntas tanggal 3 September 2022 sesuai dengan kontrak. Hanya saja proyek tersebut memang sempat ditinggal mudik oleh para pekerja. “Mereka mudik selama 10 hari, jadi kemarin sempat turun karena sebagian tenaga mudik,” ujarnya Senin (16/5).

 

Namun kini para pekerja sudah kembali dan hari Sabtu kemarin sudah mulai bekerja lagi. Dengan demikian, pihaknya optimis jika pembangunan akan tuntas sesuai dengan target. “Sekarang mereka sudah mulai bekerja jadi kita optimis pembangunan akan tuntas sesuai target,” imbuhnya.

 

Ditambahkannya jika dalam pembangunan tersebut memang ada ornamen khas Bali berupa ukiran Bali. Sebab hal itu memang diutamakan agar pembangunan senantiasa memperhatikan ciri khas Bali. “Ada patra-patra sesuai perencanaan. Dan juga main Gate Lobby juga menggunakan ukiran Bali,” sebutnya.

 

Disamping itu material yang digunakan dalam pembangunan adalah material berupa pasir lokal, batu kerikil dari Bali dan semua material juga didapatkan dari perusahaan lokal Bali yang sesuai spesifikasi dan mutu yang ditentukan,” lanjutnya.

 

Semua material juga didapatkan dari perusahaan lokal Bali yg sesuai spesifikasi dan mutu yang ditentukan. Bukan batu bata. “Tapi menggunakan konponen Sera dan Plat anti korosi sehingga aman untuk standar PPI RS,” tandas dr. Putra.

 

Selain pembuatan ruang perawatan non class juga ada pembangunan ruang perawatan Wings Utara RSU Payangan dimana didalamnya akan terdapat 105 tempat tidur khusus untuk ruang perawatan. Dengan komposisi 1 basement dan 4 lantai diatasnya, ukuran dimensi 90 x 12 meter.

 

Selain itu juga akan ada Emerging Diseases Center (EDC) atau ruang perawatan Covid-19 terintegrasi yang terdiri dari UGD, ruang perawatan hingga laboratorium. Sesuai kontrak pembangunan RSU Payangan ditargetkan rampung tanggal 3 September 2022 mendatang. Atau dengan waktu pengerjaan 330 hari dan menggunakan anggaran Rp 90 Miliar.


Most Read

Artikel Terbaru

/