alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

4 KK di Desa Tembok Terdampak Gempa 4,8 SR

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Gempa berkekuatan 4,8 SR yang mengguncang Bali pada Sabtu (16/10) dini hari dirasakan di Desa Tembok. Bahkan beberapa kerusakan terjadi akibat gempa yang berpusat di Barat Laut Karangasem dan Bangli pada kedalaman 10 meter, pada pukul 03.18 WIB atau 04.18 WITA. Guncangan gempa itu pun mengakibatkan kerusakan pada 4 KK. Yang pertama terjadi kerusakan pada rumah I Nyoman Kola di Banjar Dinas Sembung. Kerusakan juga terjadi pada pelinggih Jro Penunggu Karang, pelinggih Rong Tiga dan dinding bangunan rumah retak. Kemudian kerusakan pada tembok dapur bagian atas milik Ketur Nirta di Banjar Dinas Sembung. Tembok berukuran 3×3 meter itu runtuh diguncang gempa. Masih di Banjar Dinas Sembung, Pura Dadya Bendesa Manik Mas dari keluarga I Nyoman Sukarta juga rusak pada candi bentar. Sementara di Banjar Dinas Dapdap Tebel, dapur bagian atas milik I Wayan Seribek runtuh.

Dikonfirmasi via telepon, Sabtu (16/10) malam, Kepala Pelaksana Harian BPBD Buleleng Putu Ariadi Pribadi membenarkan adanya dampak dari gempa yang mengguncang Karangasem dan Bangli. Beberapa kerusakan juga terjadi di Buleleng timur, yakni di desa Tembok. “Memang benar dampaknya ada di Tembok. Yang terdampak di dua banjar dengan jumlah 4 KK,” ungkapnya.

Laporan kerusakan di Desa Tembok itu diterima BPBD Buleleng pada pukul 12.41 wita. BPBD Buleleng pun menerjunkan tim TRC untuk melakukan pengecekan. “Tadi sudah dilaporkan sama kepala desanya. Siang itu langsung kami cek ke lokasi,” kata Ariadi. 

Tidak ada kerusakan lainnya yang dilaporkan. Warga yang terdampak masih bisa menempati rumahnya dan tidak ada yang mengungsi. BPBD Buleleng pun menghimbau kepada warga untuk tetap waspada dan tidak panic bila terjadi gempa susulan. Di samping itu, warga diharapkan tidak terpancing oleh informasi hoaks, khususnya yang beredar di media sosial. Masyarakat dapat mengakses informasi terkait gempa dan penanganannya dari institusi resmi pemerintah, seperti BNPB, BMKG ataupun BPBD setempat. “Mereka masih tinggal di tempat tinggal masing-masing. Masih aman,” ungkapnya. 

Untuk sementara BPBD menyalurkan bantuan sembako. Namun untuk assessment baru bisa dilakukan Minggu (17/10) untuk memperkirakan kerugian yang dialami. “Tadi saya kordinasi dengan camat Tejakula kebutuhan yang diperlukan sembako dan perbaikan bangunan yang rusak. Untuk sembako kami bantu dan untuk perbaikan bangunan kami asesment dulu,” terangnya. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS – Gempa berkekuatan 4,8 SR yang mengguncang Bali pada Sabtu (16/10) dini hari dirasakan di Desa Tembok. Bahkan beberapa kerusakan terjadi akibat gempa yang berpusat di Barat Laut Karangasem dan Bangli pada kedalaman 10 meter, pada pukul 03.18 WIB atau 04.18 WITA. Guncangan gempa itu pun mengakibatkan kerusakan pada 4 KK. Yang pertama terjadi kerusakan pada rumah I Nyoman Kola di Banjar Dinas Sembung. Kerusakan juga terjadi pada pelinggih Jro Penunggu Karang, pelinggih Rong Tiga dan dinding bangunan rumah retak. Kemudian kerusakan pada tembok dapur bagian atas milik Ketur Nirta di Banjar Dinas Sembung. Tembok berukuran 3×3 meter itu runtuh diguncang gempa. Masih di Banjar Dinas Sembung, Pura Dadya Bendesa Manik Mas dari keluarga I Nyoman Sukarta juga rusak pada candi bentar. Sementara di Banjar Dinas Dapdap Tebel, dapur bagian atas milik I Wayan Seribek runtuh.

Dikonfirmasi via telepon, Sabtu (16/10) malam, Kepala Pelaksana Harian BPBD Buleleng Putu Ariadi Pribadi membenarkan adanya dampak dari gempa yang mengguncang Karangasem dan Bangli. Beberapa kerusakan juga terjadi di Buleleng timur, yakni di desa Tembok. “Memang benar dampaknya ada di Tembok. Yang terdampak di dua banjar dengan jumlah 4 KK,” ungkapnya.

Laporan kerusakan di Desa Tembok itu diterima BPBD Buleleng pada pukul 12.41 wita. BPBD Buleleng pun menerjunkan tim TRC untuk melakukan pengecekan. “Tadi sudah dilaporkan sama kepala desanya. Siang itu langsung kami cek ke lokasi,” kata Ariadi. 

Tidak ada kerusakan lainnya yang dilaporkan. Warga yang terdampak masih bisa menempati rumahnya dan tidak ada yang mengungsi. BPBD Buleleng pun menghimbau kepada warga untuk tetap waspada dan tidak panic bila terjadi gempa susulan. Di samping itu, warga diharapkan tidak terpancing oleh informasi hoaks, khususnya yang beredar di media sosial. Masyarakat dapat mengakses informasi terkait gempa dan penanganannya dari institusi resmi pemerintah, seperti BNPB, BMKG ataupun BPBD setempat. “Mereka masih tinggal di tempat tinggal masing-masing. Masih aman,” ungkapnya. 

Untuk sementara BPBD menyalurkan bantuan sembako. Namun untuk assessment baru bisa dilakukan Minggu (17/10) untuk memperkirakan kerugian yang dialami. “Tadi saya kordinasi dengan camat Tejakula kebutuhan yang diperlukan sembako dan perbaikan bangunan yang rusak. Untuk sembako kami bantu dan untuk perbaikan bangunan kami asesment dulu,” terangnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/