alexametrics
26.7 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Baru Sehari Direkrut, Pasutri Diciduk saat Membungkus Paket SS

BALI EXPRESS, DENPASAR – Enam orang pelaku tindak pidana narkoba diamankan oleh Polres Badung dalam tempo dua hari. Di antaranya adalah pasangan suami isteri bernama Hendak Agus Kusuma Wanto, 39 dan Mari Anzar Sari, 38 pada Sabtu (10/11).

“Mereka semua ini satu jaringan yang dikendalikan oleh seorang napi berinisial MA dari dalam Lapas Kerobokan,” ungkap Kapolresta Badung AKBP Yudith Satrya Hananta pada Kamis kemarin (15/11).

Terbongkarnya pasutri penjual narkoba ini berawal dari tertangkapnya 4 orang pelaku sebelumnya, yaitu Sofyan Amir, 24, Randa Arifta, 23, Masrestu Pangestu, 20, dan Muhammad Wahyu, 22, di sebuah kos – kosan di Jalan Pulau Moyo Gang Telkom Banjar Dukun Pasirahan Pedungan, Denpasar Selatan pada Sabtu (10/11) pukul 02.30.

Saat digerebek mereka sedang membungkus sabu itu ke dalam paket – paket kecil. Sayang, mereka mengetahui kedatangan polisi sehingga sebagian barang bukti itu dibuang ke dalam kloset. “Kurang lebih 10 gram yang berhasil dibuang. Tetapi berhasil diamankan barang bukti sepuluh paket sabu dengan berat keseluruhan 3,97 gram,” tuturnya.

Baca Juga :  Rapim BNN, Koster Minta Alat Canggih Cegah Narkoba

Kepada petugas, mengaku sabu itu didapat dari MA yang berada di dalam Lapas Kelas II A Denpasar yang modus pengambilannya dengan cara tempelan. Selanjutnya dipecah menjadi paket kecil. Kemudian menunggu perintah atau petunjuk dari MA untuk dilakukan tempelan.

“Mereka mengaku baru empat hari bekerja menjadi pengedar ini. Mereka mendapat upah Rp 50 ribu untuk satu paket. Mereka berempat satu kos, Sofyan dan Randa bertugas tukang timbang atau memecahkan menjadi paket kecil. Sedangkan Masrestu dan Wahyudi tukang jalan bagian melakukan tempelan,” terangnya.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan diperoleh informasi bahwa mereka juga baru merekrut pasutri Hendra dan Marni untuk menjadi pengedar. Selanjutnya, polisi melakukan penggerebekan kos pasutri ini di Jalan Pulau Misol Gang XIV Banjar Sumur Denpasar Barat pada pukul 04.30. Dari dalam kamar pasutri tersebut, polisi menemukan barang bukti 11 paket sabu dengan berat keseluruhan 38,27 gram yang disimpan di dalam tas plastik dan dompet.

Baca Juga :  Aksi Jongkel Jok Terekam CCTV, Harianto Dibekuk Polisi

“Kalau pasutri ini belum sempat menjual sedikit pun karena baru sehari. Tetapi mereka sudah siap edarkan karena barang buktinya sudah dalam bentuk paket pake kecil,” paparnya.

Sementara Djoko Hariadi menambahkan, terkait pengakuan para tersangka bahwa barang bukti tersebut dikendalikan oleh MA dari dalam lapas. Hingga kini pihaknya masih melakukan pendalaman dan pengembangan lebih lanjut. “Masih kami dalami kebenarannya karena tidak menutup kemungkinan ini bagian dari modus untuk memutuskan jaringannya mereka. Yang jelas, masih dikembangkan terkait asal usul barang bukti ini,” ujarnya.


BALI EXPRESS, DENPASAR – Enam orang pelaku tindak pidana narkoba diamankan oleh Polres Badung dalam tempo dua hari. Di antaranya adalah pasangan suami isteri bernama Hendak Agus Kusuma Wanto, 39 dan Mari Anzar Sari, 38 pada Sabtu (10/11).

“Mereka semua ini satu jaringan yang dikendalikan oleh seorang napi berinisial MA dari dalam Lapas Kerobokan,” ungkap Kapolresta Badung AKBP Yudith Satrya Hananta pada Kamis kemarin (15/11).

Terbongkarnya pasutri penjual narkoba ini berawal dari tertangkapnya 4 orang pelaku sebelumnya, yaitu Sofyan Amir, 24, Randa Arifta, 23, Masrestu Pangestu, 20, dan Muhammad Wahyu, 22, di sebuah kos – kosan di Jalan Pulau Moyo Gang Telkom Banjar Dukun Pasirahan Pedungan, Denpasar Selatan pada Sabtu (10/11) pukul 02.30.

Saat digerebek mereka sedang membungkus sabu itu ke dalam paket – paket kecil. Sayang, mereka mengetahui kedatangan polisi sehingga sebagian barang bukti itu dibuang ke dalam kloset. “Kurang lebih 10 gram yang berhasil dibuang. Tetapi berhasil diamankan barang bukti sepuluh paket sabu dengan berat keseluruhan 3,97 gram,” tuturnya.

Baca Juga :  Belum Bayar Kos, Melki Gasak Laptop dan Handphone Teman

Kepada petugas, mengaku sabu itu didapat dari MA yang berada di dalam Lapas Kelas II A Denpasar yang modus pengambilannya dengan cara tempelan. Selanjutnya dipecah menjadi paket kecil. Kemudian menunggu perintah atau petunjuk dari MA untuk dilakukan tempelan.

“Mereka mengaku baru empat hari bekerja menjadi pengedar ini. Mereka mendapat upah Rp 50 ribu untuk satu paket. Mereka berempat satu kos, Sofyan dan Randa bertugas tukang timbang atau memecahkan menjadi paket kecil. Sedangkan Masrestu dan Wahyudi tukang jalan bagian melakukan tempelan,” terangnya.

Polisi kemudian melakukan pengembangan dan diperoleh informasi bahwa mereka juga baru merekrut pasutri Hendra dan Marni untuk menjadi pengedar. Selanjutnya, polisi melakukan penggerebekan kos pasutri ini di Jalan Pulau Misol Gang XIV Banjar Sumur Denpasar Barat pada pukul 04.30. Dari dalam kamar pasutri tersebut, polisi menemukan barang bukti 11 paket sabu dengan berat keseluruhan 38,27 gram yang disimpan di dalam tas plastik dan dompet.

Baca Juga :  Diskominfos Bali Gelar Lomba IT Berhadiah Ratusan Juta

“Kalau pasutri ini belum sempat menjual sedikit pun karena baru sehari. Tetapi mereka sudah siap edarkan karena barang buktinya sudah dalam bentuk paket pake kecil,” paparnya.

Sementara Djoko Hariadi menambahkan, terkait pengakuan para tersangka bahwa barang bukti tersebut dikendalikan oleh MA dari dalam lapas. Hingga kini pihaknya masih melakukan pendalaman dan pengembangan lebih lanjut. “Masih kami dalami kebenarannya karena tidak menutup kemungkinan ini bagian dari modus untuk memutuskan jaringannya mereka. Yang jelas, masih dikembangkan terkait asal usul barang bukti ini,” ujarnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/