alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Bendesa Adat Seseh Beri Dukungan Moril untuk Zainal Tayeb

MANGUPURA, BALI EXPRESS – Bendesa Adat Seseh, Badung, I Wayan Bawa hadir di Kejari Badung, Selasa (16/11). Wayan Bawa memberikan support kepada Zainal Tayeb, yang sekarang tersandung kasus dengan keponakannya, Hedar Giacomo Boy Sam. Karena selama mengenalnya, Bawa menilai Zainal Tayeb adalah orang yang dermawan.

Bawa sendiri mengaku sosok Zainal Tayeb yang dikenalnya sejak 17 tahun lalu tersebut berjiwa sosial tinggi.

“Walaupun secara khusus saya tidak ada hubungan bisnis dengan beliau. Saya tahu pribadinya karena sudah berinteraksi dari dulu. Dia orangnya dermawan. Suka bantu orang tidak mampu. Saya juga menyaksikan sendiri dia membantu yayasan ke panti asuhan,”tutur Wayan Bawa.

Terkait kedatangannya di sidang Zainal ini, Wayan Bawa tidak mencampuri ranah hukum sebab sudah ada yang berwenang. 

“Saya selaku teman baik memberikan support agar tegar dan mendoakan agar cepat keluar dari maslaah ini dan Pak Zainal bisa kembali melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Harapan saya beliau bisa bebas dan tidak terbukti bersalah,”harapnya.

Sementara itu, Feros Ali, kerabat dekat Zainal Tayeb berharap menjelang babak akhir persidangan ini, aparat penegak hukum bersikap adil dalam menerapkan hukum. “Saya yakin penegak hukum, majelis hakim mampu bertindak adil sesuai undang-undang yang berlaku,”harapnya.

Perseteruan antara Zainal dan keponakannya Hedar ini bermula dalam perjanjian kerjasama penjualan dan pembangunan perumahan di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung yang tertuang dalam akta nomor 33 tahun 2017.

Sebagai pihak yang mengerjakan proyek dalam luas tanah  13.700 meter persegi, Hedar telah membayar seluruhnya mencapai Rp61,65 miliar. Kenyataannya dalam 8 sertifikat atas nama  Zainal Tayeb sebagaimana tercantum dalam akta 33 memiliki luas 8.892 meter persegi, dengan harga per meter persegi yang telah disepakati Rp4,5 juta.

Hedar mengklaim telah rugi 21,6 miliar. Sementara dari Zainal membantah ada kekurangan luas tanah. Bahkan untuk membuktikannya, Zainal telah memohon kepada majelis hakim agar tanah dapat diukur ulang namun permintaan itu ditolak.


MANGUPURA, BALI EXPRESS – Bendesa Adat Seseh, Badung, I Wayan Bawa hadir di Kejari Badung, Selasa (16/11). Wayan Bawa memberikan support kepada Zainal Tayeb, yang sekarang tersandung kasus dengan keponakannya, Hedar Giacomo Boy Sam. Karena selama mengenalnya, Bawa menilai Zainal Tayeb adalah orang yang dermawan.

Bawa sendiri mengaku sosok Zainal Tayeb yang dikenalnya sejak 17 tahun lalu tersebut berjiwa sosial tinggi.

“Walaupun secara khusus saya tidak ada hubungan bisnis dengan beliau. Saya tahu pribadinya karena sudah berinteraksi dari dulu. Dia orangnya dermawan. Suka bantu orang tidak mampu. Saya juga menyaksikan sendiri dia membantu yayasan ke panti asuhan,”tutur Wayan Bawa.

Terkait kedatangannya di sidang Zainal ini, Wayan Bawa tidak mencampuri ranah hukum sebab sudah ada yang berwenang. 

“Saya selaku teman baik memberikan support agar tegar dan mendoakan agar cepat keluar dari maslaah ini dan Pak Zainal bisa kembali melaksanakan tugas sebagaimana mestinya. Harapan saya beliau bisa bebas dan tidak terbukti bersalah,”harapnya.

Sementara itu, Feros Ali, kerabat dekat Zainal Tayeb berharap menjelang babak akhir persidangan ini, aparat penegak hukum bersikap adil dalam menerapkan hukum. “Saya yakin penegak hukum, majelis hakim mampu bertindak adil sesuai undang-undang yang berlaku,”harapnya.

Perseteruan antara Zainal dan keponakannya Hedar ini bermula dalam perjanjian kerjasama penjualan dan pembangunan perumahan di Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, Badung yang tertuang dalam akta nomor 33 tahun 2017.

Sebagai pihak yang mengerjakan proyek dalam luas tanah  13.700 meter persegi, Hedar telah membayar seluruhnya mencapai Rp61,65 miliar. Kenyataannya dalam 8 sertifikat atas nama  Zainal Tayeb sebagaimana tercantum dalam akta 33 memiliki luas 8.892 meter persegi, dengan harga per meter persegi yang telah disepakati Rp4,5 juta.

Hedar mengklaim telah rugi 21,6 miliar. Sementara dari Zainal membantah ada kekurangan luas tanah. Bahkan untuk membuktikannya, Zainal telah memohon kepada majelis hakim agar tanah dapat diukur ulang namun permintaan itu ditolak.


Most Read

Artikel Terbaru

/