alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Dinas PUPR Gianyar Masih Kaji Penyebab Jalan Amblas di Pejeng

GIANYAR, BALI EXPRESS – Penyebab jalan perbatasan Banjar Kelusu, Desa Pejeng Kelod dengan Banjar Panglan, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar yang amblas Senin (15/11) saat ini masih dikaji oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar, I Wayan Karya, Selasa (16/11).

 

Menurutnya pasca amblasnya jalan tersebut, pihaknya langsung menggelar rapat bersama tim teknis untuk dapat segera menentukan tindak lanjut dari peristiwa tersebut. “Dari kemarin kita sudah rapat dengan tim teknis untuk tindak lanjutnya. Termasuk untuk penyebab amblasnya jalannya saat ini masih proses pengkajian,” ujarnya.

 

Maka dari itu untuk sementara, masyarakat diimbau untuk menggunakan jalan alternatif ke arah selatan yakni melewati Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, karena jalan tersebut harus ditutup total agar tidak membahayakan masyarakat. “Akses sementara masih ada jalan alternatif, sedangkan di lokasi ditutup karena memang berbahaya,” tandasnya.

 

Sementara itu, amblasnya jalan tersebut juga berpengaruh terhadap distribusi air bersih yang dilakukan oleh Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar. Menurut Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar, Wayan Suastika, ada 4 pipa milik Perumda Tirta Sanjiwani yang terdampak akibat amblasnya jalan tersebut. Dengan demikian ada sejumlah wilayah yang mengalami gangguan, mulai dari Banjar Kelusu (Desa Pejeng Kelod) dan Banjar Panglan (Desa Pejeng) bagian timur. “Sedangkan untuk perbaikan kami masih melakukan observasi ke lokasi, dan nanti akan kami sampaikan skenario pelayanan air minum yang bersifat permanen maupun,” pungkasnya. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Penyebab jalan perbatasan Banjar Kelusu, Desa Pejeng Kelod dengan Banjar Panglan, Desa Pejeng, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar yang amblas Senin (15/11) saat ini masih dikaji oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Gianyar, I Wayan Karya, Selasa (16/11).

 

Menurutnya pasca amblasnya jalan tersebut, pihaknya langsung menggelar rapat bersama tim teknis untuk dapat segera menentukan tindak lanjut dari peristiwa tersebut. “Dari kemarin kita sudah rapat dengan tim teknis untuk tindak lanjutnya. Termasuk untuk penyebab amblasnya jalannya saat ini masih proses pengkajian,” ujarnya.

 

Maka dari itu untuk sementara, masyarakat diimbau untuk menggunakan jalan alternatif ke arah selatan yakni melewati Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, karena jalan tersebut harus ditutup total agar tidak membahayakan masyarakat. “Akses sementara masih ada jalan alternatif, sedangkan di lokasi ditutup karena memang berbahaya,” tandasnya.

 

Sementara itu, amblasnya jalan tersebut juga berpengaruh terhadap distribusi air bersih yang dilakukan oleh Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar. Menurut Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Sanjiwani Gianyar, Wayan Suastika, ada 4 pipa milik Perumda Tirta Sanjiwani yang terdampak akibat amblasnya jalan tersebut. Dengan demikian ada sejumlah wilayah yang mengalami gangguan, mulai dari Banjar Kelusu (Desa Pejeng Kelod) dan Banjar Panglan (Desa Pejeng) bagian timur. “Sedangkan untuk perbaikan kami masih melakukan observasi ke lokasi, dan nanti akan kami sampaikan skenario pelayanan air minum yang bersifat permanen maupun,” pungkasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/