alexametrics
27.6 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Hasil Rekapitulasi KPU, Jaya-Wibawa Kantongi 180 Ribu Lebih Suara

DENPASAR, BALI EXPRESS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar telah menuntaskan rekapitulasi penghitungan suara tingkat kota, Rabu (16/12), di Inna Bali Heritage Hotel. Dalam rapat pleno tersebut, pasangan calon (paslon) nomor urut 1 yakni I Gusti Ngurah Jaya Negara-Kadek Agus Arya Wibawa (Paket Jaya-Wibawa) mendapat 186.551 suara.

Sementara itu, paslon nomor urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertha Negara (Paket Amerta) meraih 42.617 suara. Adapun total partisipasi pemilih di Kota Denpasar pada Pilkada serentak tahun ini sebanyak 239.325 dari total 444.929 daftar Pemilih Tetap (DPT) dari 1.202 TPS di Kota Denpasar. Dari total 186.551 suara yang diraih Jaya-Wibawa tersebut, jika dipersentasekan mencapai 81,4 persen. Sedangkan paket Amerta sebanyak 18,6 persen.

Ketua KPU Kota Denpasar, I Wayan Arsa Jaya, usai rapat pleno mengatakan, sesuai dengan PKPU Tahapan dilakukan rekapitulasi secara berjenjang. “Melanjutkan tahapan sebelumnya di tingkat kecamatan pada tanggal 11 sampai 14 Desember, pada hari ini (16 Desember) kami sudah tuntaskan rekapitulasi di tingkat kota,” ungkap Arsa Jaya.

Mengenai proses selanjutnya, kata Arsa Jaya, sesuai dengan yang telah ditetapkan melalui keputusan KPU terkait perolehan suara, KPU Denpasar akan menunggu proses berikutnya berupa informasi masalah legistilasi perkara konstitusi yang ada di MK. “Jadi mempedomani buku registrasi perkara konstitusi nanti. Kami akan melakukan tahapan lanjutan berupa penetapan calon terpilih. Jadi setelah terbit 5 hari maksimal, kami punya waktu untuk melakukan proses penetapan calon terpilih. Dan tiga hari berikutnya melakukan pengusulan pengesahan,” bebernya.

Mengenai partisipasi pemilih untuk Pilkada tahun ini, kata Arsa Jaya, menurun dari lima tahun lalu. Perbandingannya adalah 56 persen ketika Pilkada 2015 dan sekarang sebanyak 54 persen. Hitungannya yakni jumlah DPT dikurangi jumlah pemilih yang datang ke TPS. Persentase pemilih ini sangat jauh dari target awal yakni 80 persen.

 “Pertama adalah situasi pandemi seperti sekarang. Psikologis masyarakat masih ada kekhawatiran untuk datang ke TPS karena takut terpapar Covid-19 karena kita semua tahu Pilkada ini digelar dalam masa pandemi. Padahal piranti protokol kesehatan serta pengawasan dan penerapannya sudah dilakukan dengan maksimal,” bebernya lantang.

Alasan lainnya dari sisi ekonomi. Banyak masyarakat pada tanggal 9 Desember masih ada yang bekerja. Selain itu, diakui, banyak daftar pemilih yang KTP-nya Denpasar, tetapi yang bersangkutan tidak tinggal di Denpasar.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar telah menuntaskan rekapitulasi penghitungan suara tingkat kota, Rabu (16/12), di Inna Bali Heritage Hotel. Dalam rapat pleno tersebut, pasangan calon (paslon) nomor urut 1 yakni I Gusti Ngurah Jaya Negara-Kadek Agus Arya Wibawa (Paket Jaya-Wibawa) mendapat 186.551 suara.

Sementara itu, paslon nomor urut 2, Gede Ngurah Ambara Putra-Made Bagus Kertha Negara (Paket Amerta) meraih 42.617 suara. Adapun total partisipasi pemilih di Kota Denpasar pada Pilkada serentak tahun ini sebanyak 239.325 dari total 444.929 daftar Pemilih Tetap (DPT) dari 1.202 TPS di Kota Denpasar. Dari total 186.551 suara yang diraih Jaya-Wibawa tersebut, jika dipersentasekan mencapai 81,4 persen. Sedangkan paket Amerta sebanyak 18,6 persen.

Ketua KPU Kota Denpasar, I Wayan Arsa Jaya, usai rapat pleno mengatakan, sesuai dengan PKPU Tahapan dilakukan rekapitulasi secara berjenjang. “Melanjutkan tahapan sebelumnya di tingkat kecamatan pada tanggal 11 sampai 14 Desember, pada hari ini (16 Desember) kami sudah tuntaskan rekapitulasi di tingkat kota,” ungkap Arsa Jaya.

Mengenai proses selanjutnya, kata Arsa Jaya, sesuai dengan yang telah ditetapkan melalui keputusan KPU terkait perolehan suara, KPU Denpasar akan menunggu proses berikutnya berupa informasi masalah legistilasi perkara konstitusi yang ada di MK. “Jadi mempedomani buku registrasi perkara konstitusi nanti. Kami akan melakukan tahapan lanjutan berupa penetapan calon terpilih. Jadi setelah terbit 5 hari maksimal, kami punya waktu untuk melakukan proses penetapan calon terpilih. Dan tiga hari berikutnya melakukan pengusulan pengesahan,” bebernya.

Mengenai partisipasi pemilih untuk Pilkada tahun ini, kata Arsa Jaya, menurun dari lima tahun lalu. Perbandingannya adalah 56 persen ketika Pilkada 2015 dan sekarang sebanyak 54 persen. Hitungannya yakni jumlah DPT dikurangi jumlah pemilih yang datang ke TPS. Persentase pemilih ini sangat jauh dari target awal yakni 80 persen.

 “Pertama adalah situasi pandemi seperti sekarang. Psikologis masyarakat masih ada kekhawatiran untuk datang ke TPS karena takut terpapar Covid-19 karena kita semua tahu Pilkada ini digelar dalam masa pandemi. Padahal piranti protokol kesehatan serta pengawasan dan penerapannya sudah dilakukan dengan maksimal,” bebernya lantang.

Alasan lainnya dari sisi ekonomi. Banyak masyarakat pada tanggal 9 Desember masih ada yang bekerja. Selain itu, diakui, banyak daftar pemilih yang KTP-nya Denpasar, tetapi yang bersangkutan tidak tinggal di Denpasar.


Most Read

Artikel Terbaru

/