alexametrics
26.8 C
Denpasar
Saturday, July 2, 2022

Penyedia Jasa Wanprestasi, Renovasi SDN 2 Bantas Mangkrak

TABANAN, BALI EXPRESS – Proyek renovasi SDN 2 Bantas di Banjar Bantas Tengah Kaja, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, mangkrak dan tidak pasti kapan akan rampung. Padahal, di tahun 2021 mendatang, pembelajaran tatap muka kemungkinan besar akan dilakukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek renovasi bangunan SDN 2 Bantas dimulai sekitar Juni 2020. Namun, hingga saat ini proyek renovasi itu belum rampung, sehingga membuat orang tua siswa khawatir. Terlebih jika nanti pembelajaran tatap muka mulai dilakukan di tahun 2021. Sejak mulai dikerjakan bulan Juni 2020 hingga saat ini, renovasi bangunan baru sebatas tiang dan dak saja. 

Bangunan SDN 2 Bantas tersebut menurut informasi merupakan gedung yang sudah dibangun sejak tahun 1962, dan tidak menggunakan kontruksi besi.

Dalam plang proyek tertulis nilai kontrak sebesar Rp 14.017.550.800, Nilai Kontrak (per sekolah) sebesar Rp 2.614.072.401.96. Dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender, dan sumber dana dari APBN 2020. Adapun konsultan supervisi PT Kencana Adhi Karma dan pelaksana PT Iven Makmur Permai.

Salah satu anggota Komite SDN 2 Bantas, I Putu Edi Wirawan menjelaskan,  pada bulan April 2020 lalu komite sekolah diminta untuk merobohkan gedung yang lama karena proyek renovasi akan dimulai bulan Juni 2020.

Gedung yang baru rencananya dibuat 2 lantai yang terdiri dari ruangan kelas, ruang guru dan lainnya. “Sayangnya dari Juni sampai Desember 2020 cuma baru sebatas tiang pilar dan sak saja,” ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (16/12).

Ditambahkannya, proses pengerjaan sejak bulan Juni 2020 memang tersendat-sendat. Proyek renovasi itu sendiri merupakan proyek Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali.

“Akhirnya kemarin kita dapat informasi kalau proyek itu kena wanprestasi karena pihak penyedia jasanya tidak bisa menyelesaikan sesuai target. Dan, nanti akan ditender ulang di tahun anggaran 2021,” jelasnya.

Kendatipun telah mendapatkan informasi tersebut, selaku komite ia dan orang tua siswa lainnya merasa khawatir, apabila proyek tersebut tak kunjung selesai dan malah berkepanjangan. Sedangkan di tahun 2021 pembelajaran tatap muka rencananya akan dimulai. 

“Sekarang ini untungnya siswa masih belajar daring, jadi tidak menggunakan fasilitas gedung sekolah, yang kami khawatirkan nanti saat tatap muka dimulai,” imbuhnya.

Apabila nanti pembelajaran tatap muka dimulai, namun renovasi belum rampung, rencananya pihak sekolah akam menggelar kegiatan belajar-mengajar di SDN 3 Bantas. Hanya saja hal itu disangsikan oleh orang tua siswa, lantaran jaraknya yang cukup jauh dan membuat siswa harus melewati Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk. 

“Jaraknya dari SDN 2 Bantas atau banjar-banjar asal siswa sekitar 2 kilometer dan siswa harus melewati Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk sehingga orang tua khawatir,” paparnya.

Maka dari itu, pihaknya berharap proyek renovasi tersebut segera rampung atau setidaknya segera mendapatkan kejelasan mengenai kelanjutan proyek tersebut. 

Terkait hal tersebut, Kepala Sekolah SDN 2 Bantas Ni Made Surati mengatakan, pihak Kementerian PUPR  sudah datang ke lokasi dan menyampaikan surat mengenai rekanan yang tidak bisa menyelesaikan proyek sesuai target. Sehingga proyek renovasi ditunda dan akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2021.

“Harapan kita tentu agar proyek renovasi ini bisa segera selesai, tapi nanti untuk sementara pembelajaran kita titip di SDN 3 Bantas,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali, Adi Budhi yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut, mengatakan, pihaknya sudah bersurat kepada pihak sekolah mengenai kelanjutan proyek tersebut.

Hanya saja dirinya enggan memaparkan apa isi surat tersebut dan meminta wartawan koran ini untuk datang langsung ke Kantor Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali. 

“Mungkin bisa datang langsung ke Kantor Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali karena kami sudah ada dasar suratnya untuk kelanjutan proyek tersebut,” ujarnya. 

Di sisi lain per tanggal 10 Desember 2020, Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali telah mengeluarkan surat yang isinya adalah permakluman status pengerjaan rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana sekolah tahun anggaran 2020. Karena terjadinya wanprestasi, maka dilakukan pemutusan kontrak dengan pihak penyedia jasa, yakni PT Iven Makmur Permai.

Dengan demikian, bangunan yang direnovasi maupun yang direhabilitasi belum dapat dimanfaatkan dan akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2021. Selain SDN 2 Bantas, juga ada sejumlah sekolah yang nasibnya sama, yakni SDN 25 Pemecutan, Denpasar, SDN 4 Pupuan, Gianyar, SMPN 5 Pupuan, Tabanan, dan SDN 5 Banyupoh, Buleleng.  


TABANAN, BALI EXPRESS – Proyek renovasi SDN 2 Bantas di Banjar Bantas Tengah Kaja, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan, mangkrak dan tidak pasti kapan akan rampung. Padahal, di tahun 2021 mendatang, pembelajaran tatap muka kemungkinan besar akan dilakukan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, proyek renovasi bangunan SDN 2 Bantas dimulai sekitar Juni 2020. Namun, hingga saat ini proyek renovasi itu belum rampung, sehingga membuat orang tua siswa khawatir. Terlebih jika nanti pembelajaran tatap muka mulai dilakukan di tahun 2021. Sejak mulai dikerjakan bulan Juni 2020 hingga saat ini, renovasi bangunan baru sebatas tiang dan dak saja. 

Bangunan SDN 2 Bantas tersebut menurut informasi merupakan gedung yang sudah dibangun sejak tahun 1962, dan tidak menggunakan kontruksi besi.

Dalam plang proyek tertulis nilai kontrak sebesar Rp 14.017.550.800, Nilai Kontrak (per sekolah) sebesar Rp 2.614.072.401.96. Dengan waktu pelaksanaan 180 hari kalender, dan sumber dana dari APBN 2020. Adapun konsultan supervisi PT Kencana Adhi Karma dan pelaksana PT Iven Makmur Permai.

Salah satu anggota Komite SDN 2 Bantas, I Putu Edi Wirawan menjelaskan,  pada bulan April 2020 lalu komite sekolah diminta untuk merobohkan gedung yang lama karena proyek renovasi akan dimulai bulan Juni 2020.

Gedung yang baru rencananya dibuat 2 lantai yang terdiri dari ruangan kelas, ruang guru dan lainnya. “Sayangnya dari Juni sampai Desember 2020 cuma baru sebatas tiang pilar dan sak saja,” ujarnya saat dikonfirmasi Rabu (16/12).

Ditambahkannya, proses pengerjaan sejak bulan Juni 2020 memang tersendat-sendat. Proyek renovasi itu sendiri merupakan proyek Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali.

“Akhirnya kemarin kita dapat informasi kalau proyek itu kena wanprestasi karena pihak penyedia jasanya tidak bisa menyelesaikan sesuai target. Dan, nanti akan ditender ulang di tahun anggaran 2021,” jelasnya.

Kendatipun telah mendapatkan informasi tersebut, selaku komite ia dan orang tua siswa lainnya merasa khawatir, apabila proyek tersebut tak kunjung selesai dan malah berkepanjangan. Sedangkan di tahun 2021 pembelajaran tatap muka rencananya akan dimulai. 

“Sekarang ini untungnya siswa masih belajar daring, jadi tidak menggunakan fasilitas gedung sekolah, yang kami khawatirkan nanti saat tatap muka dimulai,” imbuhnya.

Apabila nanti pembelajaran tatap muka dimulai, namun renovasi belum rampung, rencananya pihak sekolah akam menggelar kegiatan belajar-mengajar di SDN 3 Bantas. Hanya saja hal itu disangsikan oleh orang tua siswa, lantaran jaraknya yang cukup jauh dan membuat siswa harus melewati Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk. 

“Jaraknya dari SDN 2 Bantas atau banjar-banjar asal siswa sekitar 2 kilometer dan siswa harus melewati Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk sehingga orang tua khawatir,” paparnya.

Maka dari itu, pihaknya berharap proyek renovasi tersebut segera rampung atau setidaknya segera mendapatkan kejelasan mengenai kelanjutan proyek tersebut. 

Terkait hal tersebut, Kepala Sekolah SDN 2 Bantas Ni Made Surati mengatakan, pihak Kementerian PUPR  sudah datang ke lokasi dan menyampaikan surat mengenai rekanan yang tidak bisa menyelesaikan proyek sesuai target. Sehingga proyek renovasi ditunda dan akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2021.

“Harapan kita tentu agar proyek renovasi ini bisa segera selesai, tapi nanti untuk sementara pembelajaran kita titip di SDN 3 Bantas,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali, Adi Budhi yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut, mengatakan, pihaknya sudah bersurat kepada pihak sekolah mengenai kelanjutan proyek tersebut.

Hanya saja dirinya enggan memaparkan apa isi surat tersebut dan meminta wartawan koran ini untuk datang langsung ke Kantor Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali. 

“Mungkin bisa datang langsung ke Kantor Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali karena kami sudah ada dasar suratnya untuk kelanjutan proyek tersebut,” ujarnya. 

Di sisi lain per tanggal 10 Desember 2020, Kementerian PUPR Direktorat Jenderal Cipta Karya Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali telah mengeluarkan surat yang isinya adalah permakluman status pengerjaan rehabilitasi dan renovasi sarana prasarana sekolah tahun anggaran 2020. Karena terjadinya wanprestasi, maka dilakukan pemutusan kontrak dengan pihak penyedia jasa, yakni PT Iven Makmur Permai.

Dengan demikian, bangunan yang direnovasi maupun yang direhabilitasi belum dapat dimanfaatkan dan akan dilanjutkan pada tahun anggaran 2021. Selain SDN 2 Bantas, juga ada sejumlah sekolah yang nasibnya sama, yakni SDN 25 Pemecutan, Denpasar, SDN 4 Pupuan, Gianyar, SMPN 5 Pupuan, Tabanan, dan SDN 5 Banyupoh, Buleleng.  


Most Read

Artikel Terbaru

/