alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, July 3, 2022

Soal Tes Swab Masuk Bali, Koster Tegaskan Kesehatan Prioritas Utama

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, masalah kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat menjadi prioritas utama jelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. 

Hal itu disampaikan Gubernur Koster terkait Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 yang mewajibkan pelaku perjalanan memasuki Pulau Bali dengan transportasi udara untuk menunjukkan surat keterangan (suket) hasil negatif uji swab berbasis PCR yang akan berlaku mulai Jumat (18/12) sampai 4 Januari 2021.

Sedangkan untuk pelaku perjalanan memakai kendaraan pribadi melalui transportasi darat dan laut, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji rapid test antigen paling lama dua hari sebelum keberangkatan.

 “Karena itu, prinsipnya jika ingin berwisata harus mengedepankan kesehatan. Bukan untuk dirinya saja, tetapi juga orang di sekelilingnya,” tegas Koster di sela Rapat Koordinasi Persiapan Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Jayasabha, Rabu (16/12).

Dia tidak memungkiri keputusan ini mengejutkan berbagai pihak, mengingat waktu penerapannya yang cukup sempit.

 “Arahan pemerintah pusat, tes swab (untuk masuk Bali) dan tidak bisa ditawar. Tidak ada argumentasi, tentu kita harus ikut (arahan pemerintah pusat),” sambungnya.

Pesannya adalah, sambung dia, semua pihak harus betul-betul memproteksi Bali jangan sampai terjadi kenaikan infeksi akibat lonjakan orang yang datang ke Bali. “Jangan sampai penanganan yang sudah bagus sejauh ini akan rusak lagi,” imbuhnya.

Untuk itu, dia menyampaikan bahwa berbagai pihak yang berkepentingan perlu duduk bersama untuk menyikapi masa-masa krusial pada liburan jelang akhir tahun. Sebab diperkirakan bakal terjadi lonjakan jumlah kunjungan wisatawan yang akan berlibur ke Bali. Di sisi lain, masa pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda akan segera berakhir.

 “Semula saya akan menggunakan aturan lama untuk persyaratan orang masuk ke Bali. Tetapi dalam arahan bapak Menteri (Menko Marvest) tanggal 14 Desember, diputuskan sebagaimana yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2021 Tahun 2020,” kata Gubernur Koster.

Provinsi Bali, lanjutnya, sejatinya secara angka dan statistik sudah jauh keluar dari provinsi lain yang diprioritaskan untuk penanganan Covid-19. Namun dalam perjalanannya, Bali tetap dapat prioritas khusus mengingat citranya sebagai kawasan destinasi wisata dunia.

 “Bali mendapat kontrol khusus dari pemerintah pusat. Dan keputusan ini adalah keputusan bersama rapat tingkat nasional bersama pemerintah pusat dan daerah, Menteri dan gubernur se-Indonesia. Bukan kemauan gubernur Bali saja,” tegasnya.

Dia juga membeberkan, dari sisi angka kasus pada daerah lain terhitung masih tinggi. Namun Bali sendiri masuk dalam daerah dengan penanganan yang baik dilihat dari angka kesembuhan yang lebih dari 91 persen lebih.

 “Lebih tinggi dari DKI Jakarta angka kesembuhannya. Untuk itu, provinsi hingga kabupaten harus tegas dan searah dengan instruksi pusat. Bapak Presiden bahkan lebih tegas lagi statement-nya bahwa keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Apa artinya? Kita di daerah harus ketat dan tegas untuk menjabarkan,” ujarnya.

Selain itu, keputusan ini juga menjadi bagian dari persiapan untuk dibukanya pintu kedatangan wisatawan internasional. Meskipun hingga saat ini belum ada satu negara pun yang membuka pintu penerbangannya.

 “Tapi ada proses untuk persiapan. Berwisata dan berkesehatan adalah dua hal yang tidak bisa dibandingkan apple to apple. Namun ada jalan tengah yakni penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

 “Kalau kebijakan ini berjalan bagus, akan berdampak pada citra Bali. Bali ini diselamatkan dan dijaga betul oleh pemerintah pusat dengan bantuan serta komitmen. Jadi jangan main-main. Bali ini sorotan dunia. Jangankan kasus Covid-19, jarum jatuh pun jadi perhatian dunia,” sambungnya lagi.

Dalam rapat itu hadir juga Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Husein Sagaf, sekda atau perwakilan kabupaten/kota se-Bali, pimpinan OPD terkait serta jajaran pemangku kepentingan transportasi darat, laut, dan udara di Bali.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, masalah kesehatan dan keselamatan jiwa masyarakat menjadi prioritas utama jelang masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2021. 

Hal itu disampaikan Gubernur Koster terkait Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 2021 Tahun 2020 yang mewajibkan pelaku perjalanan memasuki Pulau Bali dengan transportasi udara untuk menunjukkan surat keterangan (suket) hasil negatif uji swab berbasis PCR yang akan berlaku mulai Jumat (18/12) sampai 4 Januari 2021.

Sedangkan untuk pelaku perjalanan memakai kendaraan pribadi melalui transportasi darat dan laut, wajib menunjukkan surat keterangan hasil negatif uji rapid test antigen paling lama dua hari sebelum keberangkatan.

 “Karena itu, prinsipnya jika ingin berwisata harus mengedepankan kesehatan. Bukan untuk dirinya saja, tetapi juga orang di sekelilingnya,” tegas Koster di sela Rapat Koordinasi Persiapan Libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di Jayasabha, Rabu (16/12).

Dia tidak memungkiri keputusan ini mengejutkan berbagai pihak, mengingat waktu penerapannya yang cukup sempit.

 “Arahan pemerintah pusat, tes swab (untuk masuk Bali) dan tidak bisa ditawar. Tidak ada argumentasi, tentu kita harus ikut (arahan pemerintah pusat),” sambungnya.

Pesannya adalah, sambung dia, semua pihak harus betul-betul memproteksi Bali jangan sampai terjadi kenaikan infeksi akibat lonjakan orang yang datang ke Bali. “Jangan sampai penanganan yang sudah bagus sejauh ini akan rusak lagi,” imbuhnya.

Untuk itu, dia menyampaikan bahwa berbagai pihak yang berkepentingan perlu duduk bersama untuk menyikapi masa-masa krusial pada liburan jelang akhir tahun. Sebab diperkirakan bakal terjadi lonjakan jumlah kunjungan wisatawan yang akan berlibur ke Bali. Di sisi lain, masa pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda akan segera berakhir.

 “Semula saya akan menggunakan aturan lama untuk persyaratan orang masuk ke Bali. Tetapi dalam arahan bapak Menteri (Menko Marvest) tanggal 14 Desember, diputuskan sebagaimana yang tertuang dalam Surat Edaran Nomor 2021 Tahun 2020,” kata Gubernur Koster.

Provinsi Bali, lanjutnya, sejatinya secara angka dan statistik sudah jauh keluar dari provinsi lain yang diprioritaskan untuk penanganan Covid-19. Namun dalam perjalanannya, Bali tetap dapat prioritas khusus mengingat citranya sebagai kawasan destinasi wisata dunia.

 “Bali mendapat kontrol khusus dari pemerintah pusat. Dan keputusan ini adalah keputusan bersama rapat tingkat nasional bersama pemerintah pusat dan daerah, Menteri dan gubernur se-Indonesia. Bukan kemauan gubernur Bali saja,” tegasnya.

Dia juga membeberkan, dari sisi angka kasus pada daerah lain terhitung masih tinggi. Namun Bali sendiri masuk dalam daerah dengan penanganan yang baik dilihat dari angka kesembuhan yang lebih dari 91 persen lebih.

 “Lebih tinggi dari DKI Jakarta angka kesembuhannya. Untuk itu, provinsi hingga kabupaten harus tegas dan searah dengan instruksi pusat. Bapak Presiden bahkan lebih tegas lagi statement-nya bahwa keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi. Apa artinya? Kita di daerah harus ketat dan tegas untuk menjabarkan,” ujarnya.

Selain itu, keputusan ini juga menjadi bagian dari persiapan untuk dibukanya pintu kedatangan wisatawan internasional. Meskipun hingga saat ini belum ada satu negara pun yang membuka pintu penerbangannya.

 “Tapi ada proses untuk persiapan. Berwisata dan berkesehatan adalah dua hal yang tidak bisa dibandingkan apple to apple. Namun ada jalan tengah yakni penerapan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

 “Kalau kebijakan ini berjalan bagus, akan berdampak pada citra Bali. Bali ini diselamatkan dan dijaga betul oleh pemerintah pusat dengan bantuan serta komitmen. Jadi jangan main-main. Bali ini sorotan dunia. Jangankan kasus Covid-19, jarum jatuh pun jadi perhatian dunia,” sambungnya lagi.

Dalam rapat itu hadir juga Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra, Danrem 163/Wirasatya Brigjen TNI Husein Sagaf, sekda atau perwakilan kabupaten/kota se-Bali, pimpinan OPD terkait serta jajaran pemangku kepentingan transportasi darat, laut, dan udara di Bali.


Most Read

Artikel Terbaru

/