alexametrics
26.5 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

Pemilik Mobil Shock, Lihat Hendra Tewas Tergencet Tolong Anjing

DENPASAR, BALI EXPRESS — Sejumlah hal terkuak dalam kematian pemuda Hendra alias William, 29, yang kepalanya tergencet badan mobil ketika hendak menolong anjing yang masuk di kolong mobil.

Ternyata pemilik anjing yang sebenarnya adalah bos korban dan alasan Hendra melepas ban mobil saat menolong anjing tersebut, karena anjing itu tersangkut di sela-sela terot bagian kiri depan mobil.

Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi dikonfirmasi Jumat (16/4) menerangkan, peristiwa mengenaskan tersebut terjadi Kamis (15/4) di sebuah rumah Jalan Tukad Badung XD, Renon, Denpasar Selatan. 

Sebelum kejadian sekira pukul 12.00 Wita, Hendra menghubungi bosnya sekaligus saksi bernama Ketut Mega Trisna Praniti, 32, via WhatsApp, bahwa salah satu anjing milik Mega telah hilang. Kala itu saksi sedang berada di rumahnya di Katrangan.

“Mendengar anjingnya hilang, saksi segera datang ke tempat kehadian perkara (TKP) untuk mengecek,” tandas Sukadi. 

Sesampainya saksi di TKP memang benar didapati bahwa anjingnya telah hilang. Kemudian saksi berkeliling untuk mencari anjing tersebut, namun tidak ketemu. Hingga pukul 15.00 Wita, saksi memutuskan untuk berbelanja, tapi korban meminta untuk ikut dengan menggunakan mobil Honda Freed warna putih Nopol B 1647 BYD. “Ketika mobil dihidupkan, anjing yang tadinya hilang bersuara,” ungkapnya. 

Baca Juga :  Putri Koster Serahkan Bantuan Beras dan Masker Kain

Saat dicek anjing tersebut ternyata berada di sela-sela terot mobil bagian kiri depan. Selanjutnya keduanya mengambil dongkrak yang ada di dalam mobil dan mendongkrak kolong mobil agar sediki terangkat. Ban depan bagian kiri mobil pun dilepas oleh korban, agar dapat menjangkau anjing yang ada di sela-sela terot, lalu korban masuk ke kolong mobil. 

Naas, donkrak yang menyangga mobil malah bergeser sehingga badan mobil menindih kepala Hendra yang mengakibatkannya tewas seketika. Atas kejadian itu saksi kemudian menghubungi kakaknya, Gede Mega Juniarta, 44. 

Mega lalu bergegas ke TKP sambil memberitahu sang istri untuk menghubungi ambulans termasuk meneruskannya ke polisi.

“Pukul 17.45 Wita, Tim Identifikasi Sat Reskrim Polresta Denpasar tiba, selanjutnya melakukan olah TKP dengan hasil korban meninggal akibat terjepit mobil di bagian kepala, yaitu di bawah telinga kiri dan kelamin tidak mengeluarkan cairan,” jelasnya.

Baca Juga :  Kisruh DPRD Bangli Berlanjut, Golkar Tak Ikut Bahas RAPBD 2021

Pukul 18.10 Wita, ambulans BPBD Kota Denpasar kemudian mengevakuasi jenazah korban dan dibawa menuju RSUP Sanglah.

Dikatakan Mega, Hendra memang merantau sendirian ke Bali dari kampung halamannya di Dusun Niaga Karya, Malawi, Kalimantan Selatan. Di Bali, korban tinggal di rumah yang menjadi TKP.

“Hendra itu bekerja dengan adik saya, yang menjadi TKP sekarang itu rumah saya ditinggali Hendra untuk sementara,” bebernya. 

Mobil yang menimpa korban juga disebutkan milik adiknya yang digunakan saat mendatangi TKP. Mega menuturkan, adiknya mengalami shock dan kesedihan yang cukup berat dengan kejadian yang disaksikannya. 

“Adik saya sedih dan shock sekali, teleponnya tidak bisa dihubungi, bicara pun tidak mau,” ungkapnya. 

Mega menambahkan telah menghubungi keluarga Hendra. Ia mengaku saat ini sedang proses, apakah jenazah Hendra akan dibawa ke kampung halamannya atau akan disemayamkan di Bali. (ges)


DENPASAR, BALI EXPRESS — Sejumlah hal terkuak dalam kematian pemuda Hendra alias William, 29, yang kepalanya tergencet badan mobil ketika hendak menolong anjing yang masuk di kolong mobil.

Ternyata pemilik anjing yang sebenarnya adalah bos korban dan alasan Hendra melepas ban mobil saat menolong anjing tersebut, karena anjing itu tersangkut di sela-sela terot bagian kiri depan mobil.

Kasubag Humas Polresta Denpasar, Iptu I Ketut Sukadi dikonfirmasi Jumat (16/4) menerangkan, peristiwa mengenaskan tersebut terjadi Kamis (15/4) di sebuah rumah Jalan Tukad Badung XD, Renon, Denpasar Selatan. 

Sebelum kejadian sekira pukul 12.00 Wita, Hendra menghubungi bosnya sekaligus saksi bernama Ketut Mega Trisna Praniti, 32, via WhatsApp, bahwa salah satu anjing milik Mega telah hilang. Kala itu saksi sedang berada di rumahnya di Katrangan.

“Mendengar anjingnya hilang, saksi segera datang ke tempat kehadian perkara (TKP) untuk mengecek,” tandas Sukadi. 

Sesampainya saksi di TKP memang benar didapati bahwa anjingnya telah hilang. Kemudian saksi berkeliling untuk mencari anjing tersebut, namun tidak ketemu. Hingga pukul 15.00 Wita, saksi memutuskan untuk berbelanja, tapi korban meminta untuk ikut dengan menggunakan mobil Honda Freed warna putih Nopol B 1647 BYD. “Ketika mobil dihidupkan, anjing yang tadinya hilang bersuara,” ungkapnya. 

Baca Juga :  Usai Pelatihan, Dewa Indra Minta Relawan Covid-19 Tancap Gas

Saat dicek anjing tersebut ternyata berada di sela-sela terot mobil bagian kiri depan. Selanjutnya keduanya mengambil dongkrak yang ada di dalam mobil dan mendongkrak kolong mobil agar sediki terangkat. Ban depan bagian kiri mobil pun dilepas oleh korban, agar dapat menjangkau anjing yang ada di sela-sela terot, lalu korban masuk ke kolong mobil. 

Naas, donkrak yang menyangga mobil malah bergeser sehingga badan mobil menindih kepala Hendra yang mengakibatkannya tewas seketika. Atas kejadian itu saksi kemudian menghubungi kakaknya, Gede Mega Juniarta, 44. 

Mega lalu bergegas ke TKP sambil memberitahu sang istri untuk menghubungi ambulans termasuk meneruskannya ke polisi.

“Pukul 17.45 Wita, Tim Identifikasi Sat Reskrim Polresta Denpasar tiba, selanjutnya melakukan olah TKP dengan hasil korban meninggal akibat terjepit mobil di bagian kepala, yaitu di bawah telinga kiri dan kelamin tidak mengeluarkan cairan,” jelasnya.

Baca Juga :  Warga Negara Rusia Pemilik Kokain Diganjar Empat Tahun

Pukul 18.10 Wita, ambulans BPBD Kota Denpasar kemudian mengevakuasi jenazah korban dan dibawa menuju RSUP Sanglah.

Dikatakan Mega, Hendra memang merantau sendirian ke Bali dari kampung halamannya di Dusun Niaga Karya, Malawi, Kalimantan Selatan. Di Bali, korban tinggal di rumah yang menjadi TKP.

“Hendra itu bekerja dengan adik saya, yang menjadi TKP sekarang itu rumah saya ditinggali Hendra untuk sementara,” bebernya. 

Mobil yang menimpa korban juga disebutkan milik adiknya yang digunakan saat mendatangi TKP. Mega menuturkan, adiknya mengalami shock dan kesedihan yang cukup berat dengan kejadian yang disaksikannya. 

“Adik saya sedih dan shock sekali, teleponnya tidak bisa dihubungi, bicara pun tidak mau,” ungkapnya. 

Mega menambahkan telah menghubungi keluarga Hendra. Ia mengaku saat ini sedang proses, apakah jenazah Hendra akan dibawa ke kampung halamannya atau akan disemayamkan di Bali. (ges)


Most Read

Artikel Terbaru

/