alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Tingkat Kematian Tinggi, Sebulan Buleleng Zona Merah

SINGARAJA, BALI EXPRESS–Tingkat kematian dengan hasil swab terkonfirmasi positif di Buleleng tergolong tinggi. Akibatnya hampir sebulan Buleleng masuk Zona Merah Risiko Penularan Covid-19. 

Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, dr Nyoman Sutjidra menjelaskan, hampir setiap hari kasus kematian di Buleleng bertambah. Rata-rata pasien yang meninggal itu berusia lanjut, dengan memiliki penyakit penyerta berupa jantung, hipertensi, serta diabetes. 

“Setiap hari kasus kematian selalu ada, sehingga pusat menilai tingkat kematiannya tinggi. Bagi pasien yang lansia dan memiliki penyakit penyerta memang sangat fatal apabila terpapar Covid, ” jelas Sutjidra, Jumat (16/4) siang.

Pihaknya pun telah memprioritaskan lansia untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Dimana progres vaksinasi untuk lansia saat ini sudah mencapai 89 persen. Lanjut Sutjidra, dengan vaksinasi, diharapkan  dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) sistem imun di dalam tubuh. 

Baca Juga :  Aliran Sungai Meluap di Kapal, Jalan Rusak, Tiga Rumah Tergenang Air

 Baca juga : 

Jangan Gegabah, Antukang Bhatari Sri Bila Alih Fungsi Sawah

Satgas, sebut Sutjidra, juga berupaya agar tidak ada lagi pasien Covid yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Salah satunya dengan menyediakan tempat isolasi di Hotel Grand Surya Seririt. Serta mengajak masyarakat untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan 3M, yakni rajin mencuci tangan di air mengalir debgan sabun, memakai masker, dan menghindari berkerumum. 

“Satgas sudah berusaha agar tidak ada lagi pasien yang menjalani isolasi mandiri, karena kalau masih ada yang isolasi mandiri di rumah, pasti akan menimbulkan klaster keluarga. Vaksinasi juga saat ini gencar dilakukan dengan menyasar lansia, pelayanan publik, nakes dan pelaku pariwisata. Mudah-mudahan dengan vaksinas ini, dapat memutus rantai penularan Covid,” jelasnya. 

Baca Juga :  Terbelit Hutang Cicilan Vespa, Eka Curi Dompet Teman Kerja

Sementara itu, perkembangan Covid-19 di Buleleng pada Jumat (16/4) terdapat penambahan 14 kasus baru terkonfirmasi. Dengan rincian tiga orang asal Kecamatan Kubutambahan, satu orang asal Kecamatan Busungbiu, tiga orang asal Kecamatan Seririt, tiga orang asal Kecamatan Buleleng, dua orang asal Kecamatan Banjar, satu orang asal Kecamatan Sawan, serta satu orang lainnya asal Kecamatan Sukasada. 

Selain penambahan kasus baru terkonfirmasi, Sutjidra juga menyebut, terdapat penambahan 23 pasien Covid yang telah dinyatakan sembuh. Dengan adanya pengurangan ini, sisa pasien Covid yang masih menjalani perawatan saat ini berjumlah 150 orang. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS–Tingkat kematian dengan hasil swab terkonfirmasi positif di Buleleng tergolong tinggi. Akibatnya hampir sebulan Buleleng masuk Zona Merah Risiko Penularan Covid-19. 

Wakil Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng, dr Nyoman Sutjidra menjelaskan, hampir setiap hari kasus kematian di Buleleng bertambah. Rata-rata pasien yang meninggal itu berusia lanjut, dengan memiliki penyakit penyerta berupa jantung, hipertensi, serta diabetes. 

“Setiap hari kasus kematian selalu ada, sehingga pusat menilai tingkat kematiannya tinggi. Bagi pasien yang lansia dan memiliki penyakit penyerta memang sangat fatal apabila terpapar Covid, ” jelas Sutjidra, Jumat (16/4) siang.

Pihaknya pun telah memprioritaskan lansia untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19. Dimana progres vaksinasi untuk lansia saat ini sudah mencapai 89 persen. Lanjut Sutjidra, dengan vaksinasi, diharapkan  dapat merangsang pembentukan imunitas (antibodi) sistem imun di dalam tubuh. 

Baca Juga :  Aliran Sungai Meluap di Kapal, Jalan Rusak, Tiga Rumah Tergenang Air

 Baca juga : 

Jangan Gegabah, Antukang Bhatari Sri Bila Alih Fungsi Sawah

Satgas, sebut Sutjidra, juga berupaya agar tidak ada lagi pasien Covid yang menjalani isolasi mandiri di rumah. Salah satunya dengan menyediakan tempat isolasi di Hotel Grand Surya Seririt. Serta mengajak masyarakat untuk lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan dengan 3M, yakni rajin mencuci tangan di air mengalir debgan sabun, memakai masker, dan menghindari berkerumum. 

“Satgas sudah berusaha agar tidak ada lagi pasien yang menjalani isolasi mandiri, karena kalau masih ada yang isolasi mandiri di rumah, pasti akan menimbulkan klaster keluarga. Vaksinasi juga saat ini gencar dilakukan dengan menyasar lansia, pelayanan publik, nakes dan pelaku pariwisata. Mudah-mudahan dengan vaksinas ini, dapat memutus rantai penularan Covid,” jelasnya. 

Baca Juga :  Gasak Peralatan Bengkel Las, Dewa Bureng Dibekuk

Sementara itu, perkembangan Covid-19 di Buleleng pada Jumat (16/4) terdapat penambahan 14 kasus baru terkonfirmasi. Dengan rincian tiga orang asal Kecamatan Kubutambahan, satu orang asal Kecamatan Busungbiu, tiga orang asal Kecamatan Seririt, tiga orang asal Kecamatan Buleleng, dua orang asal Kecamatan Banjar, satu orang asal Kecamatan Sawan, serta satu orang lainnya asal Kecamatan Sukasada. 

Selain penambahan kasus baru terkonfirmasi, Sutjidra juga menyebut, terdapat penambahan 23 pasien Covid yang telah dinyatakan sembuh. Dengan adanya pengurangan ini, sisa pasien Covid yang masih menjalani perawatan saat ini berjumlah 150 orang. 


Most Read

Artikel Terbaru

/