alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Belasan Anak Gadis Haturkan Rambut di Pura Dalem Desa Adat Kebon

GIANYAR, BALI EXPRESS – Belasan anak-anak gadis berkumpul di Pura Dalem Desa Adat Kebon, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Sabtu (16/4). Mereka akan menjalani sebuah prosesi sakral yakni menghaturkan rambut mereka untuk Ida Sesuhunan yang bersthana di pura setempat.

 

Rambut para anak gadis ini akan dipotong untuk memperbaiki Sesuhunan Barong Macan dan Barong Bangkal yang bersthana di Pura Dalem Desa Adat Kebon.

 

Jro Penyarikan Desa Adat Kebon, I Wayan Lastrawan menjelaskan bahwa sebelum dipotong, rambut para gadis tersebut diupacarai pembersihan secara niskala dengan upakara panglukatan lengkap, sehingga menambah keyakinan warga. “Prosesi pemotongan rambut ini bersifat sakral, diawali upacara nunas ica dan panglukatan yang dipimpin Jero Mangku Pura Puseh. Waktu pemotongan juga dipilih pada hari baik, bertepatan dengan Purnama Sasih Jiyesta,’’ tegasnya.

 

Ditambahkannya jika para anak gadis yang dipotong rambutnya dibedakan menjadi dua kategori, yakni anak-anak yang belum menstruasi dan yang sudah menstruasi. Hal itu dilakukan untuk memudahkan menempatkan rambut tersebut saat pemasangan nantinya. Potongan rambut dari anak yang belum menstruasi akan digunakan di bagian utama karena dianggap lebih suci, sedangkan potongan rambut para gadis lainnya akan digunakan dibagian badan barong. “Dan kalau nanti masih kekurangan rambut, maka akan dilaksanakan upacara serupa, namun bisa diperoleh dari rambut perempuan yang sudah menikah,” sebutnya.

 

Lebih lanjut dijelaskannya jika gadis dianggap suci dimaksud adalah anak perempuan yang belum menstruasi. Total ada 17 anak gadis yang rambutnya dipotong, dimana 7 orang diantaranya merupakan gadis yang belum menstruasi. Masing-masing anak rambutnya dipangkas antara 5 cm hingga10 cm. Secara bergilir setelah diupacarai rambut gadis tersebut dipotong menggunakan alat yang juga sudah suci oleh Kelian Banjar Dinas setempat, I Wayan Suartawan.

 

“Prosesi ini kami lakukan untuk persiapan perbaikan sesuhunan yang sudah 25 tahun belum pernah diperbaiki total. Yang akan diperbaiki bagian keranjang, pengecatan ulang, hanya bagian kain saja yang tidak diganti karena susah mencari kain sejenis, sedangkan bagian Prarai atau topeng akan di cat saja,” bebernya.

 

Terakhir, pratima atau pelawatan Ida Batara ini pernah diperbaiki tahun 2005, namun hanya perbaiki kecil. “Di Desa Adat Kebon berstana lima sesehunan berupa 1 Barong Ket dan 2 berwujud Rangda, putih dan merah, satu Barong Macan dan Satu Barong Bangkal,” pungkasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Belasan anak-anak gadis berkumpul di Pura Dalem Desa Adat Kebon, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Gianyar, Sabtu (16/4). Mereka akan menjalani sebuah prosesi sakral yakni menghaturkan rambut mereka untuk Ida Sesuhunan yang bersthana di pura setempat.

 

Rambut para anak gadis ini akan dipotong untuk memperbaiki Sesuhunan Barong Macan dan Barong Bangkal yang bersthana di Pura Dalem Desa Adat Kebon.

 

Jro Penyarikan Desa Adat Kebon, I Wayan Lastrawan menjelaskan bahwa sebelum dipotong, rambut para gadis tersebut diupacarai pembersihan secara niskala dengan upakara panglukatan lengkap, sehingga menambah keyakinan warga. “Prosesi pemotongan rambut ini bersifat sakral, diawali upacara nunas ica dan panglukatan yang dipimpin Jero Mangku Pura Puseh. Waktu pemotongan juga dipilih pada hari baik, bertepatan dengan Purnama Sasih Jiyesta,’’ tegasnya.

 

Ditambahkannya jika para anak gadis yang dipotong rambutnya dibedakan menjadi dua kategori, yakni anak-anak yang belum menstruasi dan yang sudah menstruasi. Hal itu dilakukan untuk memudahkan menempatkan rambut tersebut saat pemasangan nantinya. Potongan rambut dari anak yang belum menstruasi akan digunakan di bagian utama karena dianggap lebih suci, sedangkan potongan rambut para gadis lainnya akan digunakan dibagian badan barong. “Dan kalau nanti masih kekurangan rambut, maka akan dilaksanakan upacara serupa, namun bisa diperoleh dari rambut perempuan yang sudah menikah,” sebutnya.

 

Lebih lanjut dijelaskannya jika gadis dianggap suci dimaksud adalah anak perempuan yang belum menstruasi. Total ada 17 anak gadis yang rambutnya dipotong, dimana 7 orang diantaranya merupakan gadis yang belum menstruasi. Masing-masing anak rambutnya dipangkas antara 5 cm hingga10 cm. Secara bergilir setelah diupacarai rambut gadis tersebut dipotong menggunakan alat yang juga sudah suci oleh Kelian Banjar Dinas setempat, I Wayan Suartawan.

 

“Prosesi ini kami lakukan untuk persiapan perbaikan sesuhunan yang sudah 25 tahun belum pernah diperbaiki total. Yang akan diperbaiki bagian keranjang, pengecatan ulang, hanya bagian kain saja yang tidak diganti karena susah mencari kain sejenis, sedangkan bagian Prarai atau topeng akan di cat saja,” bebernya.

 

Terakhir, pratima atau pelawatan Ida Batara ini pernah diperbaiki tahun 2005, namun hanya perbaiki kecil. “Di Desa Adat Kebon berstana lima sesehunan berupa 1 Barong Ket dan 2 berwujud Rangda, putih dan merah, satu Barong Macan dan Satu Barong Bangkal,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/