alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Pekerja Tewas Tertimpa Bongkahan Padas

Punya Firasat Buruk, Istri Sempat Larang Wirka Pergi Bekerja

GIANYAR, BALI EXPRESS – Istri dari I Made Wirka, 52, warga Banjar Sema Bonbiu, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar, pekerja yang tewas setelah tertimpa bongkahan padas di areal galian C memasuki Banjar Peninjoan, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Sabtu (16/4) punya firasat buruk sebelum ditinggal sang suami pergi bekerja.

 

Kapolsek Sukawati, Kompol I Made Ariawan, P. mengatakan jika pihaknya mendapatkan informasi bahwa sebelum meninggalkan rumah untuk bekerja, korban sempat cekcok dengan sang istri lantaran tidak diberikan untuk pergi bekerja. Sang istri melarang korban pergi karena merasakan firasat buruk melalui mimpi. Hanya saja korban tetap bersikeras untuk pergi bekerja.

 

Kendatipun demikian, pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban dan tidak melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian. Korban kemudian langsung dikuburkan di setra setempat Sabtu sore. “Keluarga korban mengikhlaskan kepergian korban dan menganggapnya sebagai musibah,” tegasnya.

 

Korban sendiri meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan kerja. Ia tertimpa batu padas saat bekerja di areal galian batu padas memasuki Banjar Peninjoan, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Sabtu (16/4).

 

Peristiwa itu bermula ketika korban I Made Wirka, 51, warga Banjar Sema Bonbiu, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar, seperti hari-hari biasanya bekerja di areal galiqn C tersebut. Sebelum kejadian, sejumlah rekan kerja korban melihat ada bongkahan batu padas yang menonjol dam sudah labil. Rekan kerja korban pun mengingatkan korban dan menyarankan agar mencongkel batu padas tersebut agar tidak jatuh dan membahayakan korban. Namun hal itu tidak diindahkan korban dan tetap bekerja.

 

Sampai akhirnya tiba-tiba batu padas tersebut jatuh dan menimpa korban yang sedang bekerja dibawahnya. Bongkahan batu padas itu tepat mengenai kepala korban sehingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

 

Kapolsek Sukawati, Kompol I Made Ariawan, P., membenarkan perihal peristiwa naas tersebut. Dirinya menerima laporan dari masyarakat bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Dimana bongkahan batu padas tersebut jatuh dan menimpa korban yang sedang jongkok. “Bongkahan kemudian mengenai kepala korban sehingga kepala korban pecah dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujarnya Minggu (17/4).

 

Pihaknya pun langsung melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di lokasi tersebut. Selain itu, areal galian tersebut ditutup sementara. Terlebih lokasi tersebut tidak berizin alias bodong. Hal itu terungkap saat pihaknya melakukan pengecekan langsung ke TKP Minggu (17/4) bersama unit Reskrim Polsek Sukawati, Bhabinkamtibmas Sukawati, dan 2 personil Unit Intelkam Polsek Sukawati.

 

Dimana berdasarkan hasil pengecekan diketahui jika lokasi tersebu merupakan milik dari I Ketut Gelan, 44, alamat Banjar Dlodpangkung Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar. Lokasi merupakan tebing curam dengan luas 28 are. “Lokasi tersebut kemudian dikontrak oleh I Wayan Kadir, 52, alamat Banjar Sema Bonbiyu Desa Saba Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar, sebesar Rp 500 ribu per bulannya dengan tidak ada batas luas ataupun banyak galian C batu padas yang diperoleh,” paparnya.

 

Kemudian berdasarkan keterangan dari pengontrak galian, jika selama ini ia hanya mempekerjakan satu orang di lokasi tersebut yakni korban. Sampai akhirnya korban mengalami musibah dan harus kehilangan nyawanya.

 

Sementara itu, berdasarkan pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) di lokasi kejadian, didapatkan informasi bahwa galian C itu sudah beroperasi kurang lebih 1,5 tahun namun tidak memiliki izin. Kondisinya cukup menyeramkan dan sangat berbahaya jika masih ada yang beraktifitas di lokasi tersebut. Garis polisi pun kini pun dipasang dan galian C ditutup sementara.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Istri dari I Made Wirka, 52, warga Banjar Sema Bonbiu, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar, pekerja yang tewas setelah tertimpa bongkahan padas di areal galian C memasuki Banjar Peninjoan, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Sabtu (16/4) punya firasat buruk sebelum ditinggal sang suami pergi bekerja.

 

Kapolsek Sukawati, Kompol I Made Ariawan, P. mengatakan jika pihaknya mendapatkan informasi bahwa sebelum meninggalkan rumah untuk bekerja, korban sempat cekcok dengan sang istri lantaran tidak diberikan untuk pergi bekerja. Sang istri melarang korban pergi karena merasakan firasat buruk melalui mimpi. Hanya saja korban tetap bersikeras untuk pergi bekerja.

 

Kendatipun demikian, pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban dan tidak melaporkan peristiwa itu kepada pihak kepolisian. Korban kemudian langsung dikuburkan di setra setempat Sabtu sore. “Keluarga korban mengikhlaskan kepergian korban dan menganggapnya sebagai musibah,” tegasnya.

 

Korban sendiri meregang nyawa setelah mengalami kecelakaan kerja. Ia tertimpa batu padas saat bekerja di areal galian batu padas memasuki Banjar Peninjoan, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Sabtu (16/4).

 

Peristiwa itu bermula ketika korban I Made Wirka, 51, warga Banjar Sema Bonbiu, Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar, seperti hari-hari biasanya bekerja di areal galiqn C tersebut. Sebelum kejadian, sejumlah rekan kerja korban melihat ada bongkahan batu padas yang menonjol dam sudah labil. Rekan kerja korban pun mengingatkan korban dan menyarankan agar mencongkel batu padas tersebut agar tidak jatuh dan membahayakan korban. Namun hal itu tidak diindahkan korban dan tetap bekerja.

 

Sampai akhirnya tiba-tiba batu padas tersebut jatuh dan menimpa korban yang sedang bekerja dibawahnya. Bongkahan batu padas itu tepat mengenai kepala korban sehingga korban meninggal dunia di lokasi kejadian.

 

Kapolsek Sukawati, Kompol I Made Ariawan, P., membenarkan perihal peristiwa naas tersebut. Dirinya menerima laporan dari masyarakat bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 13.00 WITA. Dimana bongkahan batu padas tersebut jatuh dan menimpa korban yang sedang jongkok. “Bongkahan kemudian mengenai kepala korban sehingga kepala korban pecah dan meninggal dunia di lokasi kejadian,” ujarnya Minggu (17/4).

 

Pihaknya pun langsung melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di lokasi tersebut. Selain itu, areal galian tersebut ditutup sementara. Terlebih lokasi tersebut tidak berizin alias bodong. Hal itu terungkap saat pihaknya melakukan pengecekan langsung ke TKP Minggu (17/4) bersama unit Reskrim Polsek Sukawati, Bhabinkamtibmas Sukawati, dan 2 personil Unit Intelkam Polsek Sukawati.

 

Dimana berdasarkan hasil pengecekan diketahui jika lokasi tersebu merupakan milik dari I Ketut Gelan, 44, alamat Banjar Dlodpangkung Desa/Kecamatan Sukawati, Gianyar. Lokasi merupakan tebing curam dengan luas 28 are. “Lokasi tersebut kemudian dikontrak oleh I Wayan Kadir, 52, alamat Banjar Sema Bonbiyu Desa Saba Kecamatan Blahbatuh Kabupaten Gianyar, sebesar Rp 500 ribu per bulannya dengan tidak ada batas luas ataupun banyak galian C batu padas yang diperoleh,” paparnya.

 

Kemudian berdasarkan keterangan dari pengontrak galian, jika selama ini ia hanya mempekerjakan satu orang di lokasi tersebut yakni korban. Sampai akhirnya korban mengalami musibah dan harus kehilangan nyawanya.

 

Sementara itu, berdasarkan pantauan Bali Express (Jawa Pos Group) di lokasi kejadian, didapatkan informasi bahwa galian C itu sudah beroperasi kurang lebih 1,5 tahun namun tidak memiliki izin. Kondisinya cukup menyeramkan dan sangat berbahaya jika masih ada yang beraktifitas di lokasi tersebut. Garis polisi pun kini pun dipasang dan galian C ditutup sementara.


Most Read

Artikel Terbaru

/