alexametrics
26.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Diana – Rai Cabut Laporan, Dir Reskrimum Masih Timbang-timbang

BALI EXPRESS, DENPASAR – Usai Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bali, I Kadek Diana mendatangi Dit Reskrimum Polda Bali pada Kamis (16/5),  giliran terlapor Sekretaris Komisi I DPRD Bali Dewa Nyoman Rai Adi dan pengacaranya ke Polda Bali untuk mencabut laporan pada jumat (17/5) pukul 09.15.

 

Dikonfirmasi terkait pencabutan laporan tersebut. Dir Reskrimum Polda Bali Kombespol Andi Fairan menyampaikan, pihaknya masih akan timbang- timbang meskipun keduanya sudah berdamai. 

 

Penyidikan akan tetap dilanjutkan lantaran kasusnya sudah jelas penganiayaan. Bahkan, Andi Fairan berencana memanggil saksi-saksi yang melihat kejadian penganiayaan tersebut. Disebutkannya, ada sekitar dua sampai tiga orang anggota Dewan yang siap mintai keterangan, sembari meminta hasil visum. 

 

“Pencabutan laporannya sudah dilakukan, tetapi ini kan ada laporan ke polisi. Kami punya langkah-langkah SOP juga. Kami sudah melakukan pemeriksaan kepada korban dalam hal ini Pak Diana,” ucapnya.

 

Selain itu, SPDP kasus ini telah berproses ke kejaksaan dan proses penyidikan untuk sementara waktu berjalan terus. Apabila di kemudian hari dicabut, pihaknya akan mempertimbangkan lagi kasusnya, dilanjutkan atau tidak.

 

“Sementara masih berjalan. Nanti akan kami gelar. Kalau misalnya ada perdamaian, ada pencabutan, nanti akan kami pertimbangkan. Tapi prosesnya harus jalan dulu. Berkas perkaranya harus lengkap dulu,” tegasnya.

 

Menanggapi pencabutan laporan Dewa Rai, pihaknya menyampaikan bahwa laporan Dewa Rai tidak disertai dengan hasil visum. Meskipun menyatakan bahwa dirinya juga dianiaya oleh Kadek Diana. “Laporannya masih Dumas dan masih dalam penyelidikan, karena dia mengaku  tangannya bengkak. Apakah itu bengkak karena dipukul atau dianiaya, itu harus kami pastikan juga,” jelasnya.

 

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bali, I Kadek Diana mendatangi Dit Reskrimum Polda Bali pada Kamis (16/5) didampingi kuasa hukumnya I Gede Narayana. Kedatangannya untuk mencabut laporannya LP/196/V/2019/BALI/SPKT, tertanggal 14 Mei 2019 lalu terkait penganiayaan yang diterimanya.


BALI EXPRESS, DENPASAR – Usai Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bali, I Kadek Diana mendatangi Dit Reskrimum Polda Bali pada Kamis (16/5),  giliran terlapor Sekretaris Komisi I DPRD Bali Dewa Nyoman Rai Adi dan pengacaranya ke Polda Bali untuk mencabut laporan pada jumat (17/5) pukul 09.15.

 

Dikonfirmasi terkait pencabutan laporan tersebut. Dir Reskrimum Polda Bali Kombespol Andi Fairan menyampaikan, pihaknya masih akan timbang- timbang meskipun keduanya sudah berdamai. 

 

Penyidikan akan tetap dilanjutkan lantaran kasusnya sudah jelas penganiayaan. Bahkan, Andi Fairan berencana memanggil saksi-saksi yang melihat kejadian penganiayaan tersebut. Disebutkannya, ada sekitar dua sampai tiga orang anggota Dewan yang siap mintai keterangan, sembari meminta hasil visum. 

 

“Pencabutan laporannya sudah dilakukan, tetapi ini kan ada laporan ke polisi. Kami punya langkah-langkah SOP juga. Kami sudah melakukan pemeriksaan kepada korban dalam hal ini Pak Diana,” ucapnya.

 

Selain itu, SPDP kasus ini telah berproses ke kejaksaan dan proses penyidikan untuk sementara waktu berjalan terus. Apabila di kemudian hari dicabut, pihaknya akan mempertimbangkan lagi kasusnya, dilanjutkan atau tidak.

 

“Sementara masih berjalan. Nanti akan kami gelar. Kalau misalnya ada perdamaian, ada pencabutan, nanti akan kami pertimbangkan. Tapi prosesnya harus jalan dulu. Berkas perkaranya harus lengkap dulu,” tegasnya.

 

Menanggapi pencabutan laporan Dewa Rai, pihaknya menyampaikan bahwa laporan Dewa Rai tidak disertai dengan hasil visum. Meskipun menyatakan bahwa dirinya juga dianiaya oleh Kadek Diana. “Laporannya masih Dumas dan masih dalam penyelidikan, karena dia mengaku  tangannya bengkak. Apakah itu bengkak karena dipukul atau dianiaya, itu harus kami pastikan juga,” jelasnya.

 

Sebelumnya, Anggota Komisi III DPRD Provinsi Bali, I Kadek Diana mendatangi Dit Reskrimum Polda Bali pada Kamis (16/5) didampingi kuasa hukumnya I Gede Narayana. Kedatangannya untuk mencabut laporannya LP/196/V/2019/BALI/SPKT, tertanggal 14 Mei 2019 lalu terkait penganiayaan yang diterimanya.


Most Read

Artikel Terbaru

/