alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Kata Jokowi, Kutuh Jadi Percontohan Pengelolaan Dana Desa

BALI EXPRESS, MANGUPURA – Presiden Joko Widodo meninjau lapangan Ketut Lotri Desa Kutuh, Kuta Selatan yang dikembangkan menjadi wisata sport tourism, Jumat (17/5) sore. Peninjauan tersebut, terkait pemanfaatan dana desa di Desa Kutuh tahun 2018. Salah satunya dipergunakan untuk pengembangan sport tourism di kawasan Gunung Payung Cultural Park, yang berkolaborasi dengan Desa Adat Kutuh.

 

Ikut hadir dalam rombongan, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mensesneg Pramono Anung, Gubernur Bali Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose, Pangdam IX Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa dan jajaran OPD di Pemkab Badung.

 

Usai melakukan peninjauan lapangan dan aktivitas paralayang, Presiden Jokowi menilai Desa Kutuh merupakan salah satu desa yang berhasil memanfaatkan dana desa untuk kesejahteraan masyarakatnya. Sebab, Dana Desa Tahun 2018 di Desa Kutuh dimanfaatkan untuk pengembangan sport tourism, seperti menyewakan lapangan untuk kompetisi internasional, paralayang yang setahun bisa menghasilkan Rp 800 juta.

 

Hal tersebut memberikan revenew ke desa Rp 50 milyar untuk usaha desa. “Ini yang namanya bagaimana dana desa bisa mentrigger ekonomi yang ada di wilayah, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” kata Presiden Jokowi.

 

Dalam kunjungan yang berlangsung selama 30 menit tersebut, Jokowi menilai, yang dilakukan Desa Kutuh sebenarnya bisa dikopi di tempat lain yang memiliki kemiripan, seperti Sumatera dan Jawa, serta tempat lainnya. Desa Kutuh, menurutnya, menjadi model keberhasilan sebuah desa dalam memanajemen pengelolaan dana desa menuju kemanfaatan masyarakat.

 

 “Sekarang masih tahap pembangunan. Jika selesai, maka ini mempunyai prospek yang sangat bagus,” sebutnya.

 

Dipaparkannya, Desa Kutuh dahulunya merupakan desa yang miskin dan sekarang sudah berhasil terlepas dari garis kemiskinan. Untuk itu, setiap desa diterangkannya, tidak perlu terjebak pada revolusi industri 4.0, sebab ada sebuah segmen-segmen yang bisa dimasuki oleh desa atau daerah. Terkadang tidak banyak kompetitor, namun justru bermanfaat bagi desa.

 

Selain melakukan kunjungan kerja meninjau Program Dana Desa di Kutuh, Presiden Jokowi juga dijadwalkan berkunjung ke Beachwalk Kuta, untuk menyapa masyarakat Bali, serta melakukan sesi wawancara dengan New York Time. Sabtu (18/5). Jokowi juga melanjutkan kunjungannya meninjau Pasar Badung dan berkunjung ke bantaran Sungai Tukad Badung, sebelum bertolak menuju Jakarta.


BALI EXPRESS, MANGUPURA – Presiden Joko Widodo meninjau lapangan Ketut Lotri Desa Kutuh, Kuta Selatan yang dikembangkan menjadi wisata sport tourism, Jumat (17/5) sore. Peninjauan tersebut, terkait pemanfaatan dana desa di Desa Kutuh tahun 2018. Salah satunya dipergunakan untuk pengembangan sport tourism di kawasan Gunung Payung Cultural Park, yang berkolaborasi dengan Desa Adat Kutuh.

 

Ikut hadir dalam rombongan, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Mensesneg Pramono Anung, Gubernur Bali Wayan Koster, Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose, Pangdam IX Udayana Mayor Jenderal TNI Benny Susianto, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, Wakil Bupati Badung Ketut Suiasa, Sekda Badung Wayan Adi Arnawa dan jajaran OPD di Pemkab Badung.

 

Usai melakukan peninjauan lapangan dan aktivitas paralayang, Presiden Jokowi menilai Desa Kutuh merupakan salah satu desa yang berhasil memanfaatkan dana desa untuk kesejahteraan masyarakatnya. Sebab, Dana Desa Tahun 2018 di Desa Kutuh dimanfaatkan untuk pengembangan sport tourism, seperti menyewakan lapangan untuk kompetisi internasional, paralayang yang setahun bisa menghasilkan Rp 800 juta.

 

Hal tersebut memberikan revenew ke desa Rp 50 milyar untuk usaha desa. “Ini yang namanya bagaimana dana desa bisa mentrigger ekonomi yang ada di wilayah, sehingga masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” kata Presiden Jokowi.

 

Dalam kunjungan yang berlangsung selama 30 menit tersebut, Jokowi menilai, yang dilakukan Desa Kutuh sebenarnya bisa dikopi di tempat lain yang memiliki kemiripan, seperti Sumatera dan Jawa, serta tempat lainnya. Desa Kutuh, menurutnya, menjadi model keberhasilan sebuah desa dalam memanajemen pengelolaan dana desa menuju kemanfaatan masyarakat.

 

 “Sekarang masih tahap pembangunan. Jika selesai, maka ini mempunyai prospek yang sangat bagus,” sebutnya.

 

Dipaparkannya, Desa Kutuh dahulunya merupakan desa yang miskin dan sekarang sudah berhasil terlepas dari garis kemiskinan. Untuk itu, setiap desa diterangkannya, tidak perlu terjebak pada revolusi industri 4.0, sebab ada sebuah segmen-segmen yang bisa dimasuki oleh desa atau daerah. Terkadang tidak banyak kompetitor, namun justru bermanfaat bagi desa.

 

Selain melakukan kunjungan kerja meninjau Program Dana Desa di Kutuh, Presiden Jokowi juga dijadwalkan berkunjung ke Beachwalk Kuta, untuk menyapa masyarakat Bali, serta melakukan sesi wawancara dengan New York Time. Sabtu (18/5). Jokowi juga melanjutkan kunjungannya meninjau Pasar Badung dan berkunjung ke bantaran Sungai Tukad Badung, sebelum bertolak menuju Jakarta.


Most Read

Artikel Terbaru

/