alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Pelanggan Turun, Pasek Prawangsa Beriklan Lewat “Celepuk”

DENPASAR, BALI EXPRESS – Jika kebanyakan orang memanfaatkan layangan celepuk untuk hobi bermain layangan, tetapi berbeda dengan Gede Pasek Prawangsa. Pedagang air mineral dan gas ini menggunakan layangan celepuk untuk promosi atau beriklan.

Saat virus korona merambah ke Bali, seluruh sektor mulai terdampak. Tak terkecuali dengan agen-agen makanan dan minuman. Salah satu agen home service untuk air mineral. Sejak Covid-19 mulai merambah di Denpasar, agen ini mulai kehilangan pelanggannya.

Kebanyakan pelanggannya adalah anak kos di kawasan Jalan Wijaya Kusuma dan di kawasan Denpasar Utara. Namun kini pelanggannya turun hingga 50 persen. Untuk menyiasati menurunnya pelanggan yang berpengaruh pada pendapatannya, Gede Pasek Eka Prawangsa berinisiatif membuat sebuah layangan ekstra besar. Layangan tersebut tampak paling berbeda dengan layangan lainnya. Jika yang lainnya tengah gandrung dengan motif kupu-kupu dan celepuk, layangan jumbo milik Pasek dilukis dengan tabung gas dan galon air mineral, lengkap dengan nomor kontak yang bisa dihubungi. Dalam layangan tersebut tertera tulisan “Stay At Home, Siap Antar”.

Ditemui di kawasan Jalan Wijaya Kusuma III C, Pasek mengaku layangan tersebut dibuat dengan tujuan untuk promosi. Sebab saat virus korona mulai merambah, ia kehilangan pelanggan yang kebanyakan pulang kampung. “Sudah banyak yang pulang kampung. Jadi pelanggannya berkurang. Bahkan hampir 50 persen pelanggan saya yang di sekitar sini gak ada,” ujarnya.

Pasek menambahkan, karena sepi pelanggan, ia pun berusaha menarik minat pelanggan lewat ide kreatif. “Awalnya saya mau buat layangan. Karena ongkos buat layangan mahal, saya manfaatkan untuk promosi. Jadinya ya seperti itu. Lalu saya terbangkan. Hasilnya ya viral di sosmed,” tuturnya.

Menurutnya, layangan yang ia buat sebulan lalu ini bukanlah sekadar mencari sensasi, melainkan fokus untuk mencari nafkah. Ia pun menilai layangan iklan ini sangat efektif, karena pelanggannya kembali bertambah terutama pembeli di Denpasar. “Awalnya saya beriklan menggunakan brosur, disebar ke rumah-rumah. Kalau di sosmed belum memahami. Bisnis sekecil ini untuk apa menggunakan sosmed. Kalau dengan sosmed atau ojek online, mungkin tidak menerima layanan antar galon seperti ini. Makanya saya coba dengan layangan. Sebenarnya sasaran saya dekat-dekat sini saja, tidak sampai tersebar,” paparnya.

Gede Pasek mengatakan, saat layangan celepuknya mengudara, ia menerima panggilan cukup banyak termasuk di luar Denpasar, namun ia menolaknya. “Saya mengantar khusus Denpasar Utara. Kalau ke Dentim masih saya usahakan. Sebelum ada Covid-19 ini, saya mempekerjakan seorang pegawai. Tapi setelah Covid-19, karena banyak pelanggan yang pulkam, jadi saya rumahkan,” katanya.

Untuk saat ini Gede Pasek langsung turun tangan mengantarkan barang dagangannya. Ia pun mengaku tak banyak mematok ongkir untuk sekali antar. “Sekarang saya antar sendiri. Setiap sekali antar tambahan Rp 1.000 untuk ongkirnya. Hanya berbeda Rp 1.000 dengan warung lainnya,” tandasnya.

Usaha kreatif yang ditujukannya untuk mencari nafkah tak jarang dianggap remeh oleh banyak orang. Banyak yang menganggap dirinya hanya mencari sensasi dan aneh. Banyak pula yang menjahilinya dengan menelepon nomor yang tertera dalam layangan itu. “Sebelumnya banyak yang bilang aneh. Banyak juga yang bilang mau cari sensasi. Jadi banyak juga yang jahil dan ngerjain. Ditelepon trus minta diantar ke Jawa. Banyak tuh yang begitu saat viral di instagram. Kadang saya kesel juga dibegitukan. Cuma saya sabar aja, orang saya cari nafkah kok,” jelasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Jika kebanyakan orang memanfaatkan layangan celepuk untuk hobi bermain layangan, tetapi berbeda dengan Gede Pasek Prawangsa. Pedagang air mineral dan gas ini menggunakan layangan celepuk untuk promosi atau beriklan.

Saat virus korona merambah ke Bali, seluruh sektor mulai terdampak. Tak terkecuali dengan agen-agen makanan dan minuman. Salah satu agen home service untuk air mineral. Sejak Covid-19 mulai merambah di Denpasar, agen ini mulai kehilangan pelanggannya.

Kebanyakan pelanggannya adalah anak kos di kawasan Jalan Wijaya Kusuma dan di kawasan Denpasar Utara. Namun kini pelanggannya turun hingga 50 persen. Untuk menyiasati menurunnya pelanggan yang berpengaruh pada pendapatannya, Gede Pasek Eka Prawangsa berinisiatif membuat sebuah layangan ekstra besar. Layangan tersebut tampak paling berbeda dengan layangan lainnya. Jika yang lainnya tengah gandrung dengan motif kupu-kupu dan celepuk, layangan jumbo milik Pasek dilukis dengan tabung gas dan galon air mineral, lengkap dengan nomor kontak yang bisa dihubungi. Dalam layangan tersebut tertera tulisan “Stay At Home, Siap Antar”.

Ditemui di kawasan Jalan Wijaya Kusuma III C, Pasek mengaku layangan tersebut dibuat dengan tujuan untuk promosi. Sebab saat virus korona mulai merambah, ia kehilangan pelanggan yang kebanyakan pulang kampung. “Sudah banyak yang pulang kampung. Jadi pelanggannya berkurang. Bahkan hampir 50 persen pelanggan saya yang di sekitar sini gak ada,” ujarnya.

Pasek menambahkan, karena sepi pelanggan, ia pun berusaha menarik minat pelanggan lewat ide kreatif. “Awalnya saya mau buat layangan. Karena ongkos buat layangan mahal, saya manfaatkan untuk promosi. Jadinya ya seperti itu. Lalu saya terbangkan. Hasilnya ya viral di sosmed,” tuturnya.

Menurutnya, layangan yang ia buat sebulan lalu ini bukanlah sekadar mencari sensasi, melainkan fokus untuk mencari nafkah. Ia pun menilai layangan iklan ini sangat efektif, karena pelanggannya kembali bertambah terutama pembeli di Denpasar. “Awalnya saya beriklan menggunakan brosur, disebar ke rumah-rumah. Kalau di sosmed belum memahami. Bisnis sekecil ini untuk apa menggunakan sosmed. Kalau dengan sosmed atau ojek online, mungkin tidak menerima layanan antar galon seperti ini. Makanya saya coba dengan layangan. Sebenarnya sasaran saya dekat-dekat sini saja, tidak sampai tersebar,” paparnya.

Gede Pasek mengatakan, saat layangan celepuknya mengudara, ia menerima panggilan cukup banyak termasuk di luar Denpasar, namun ia menolaknya. “Saya mengantar khusus Denpasar Utara. Kalau ke Dentim masih saya usahakan. Sebelum ada Covid-19 ini, saya mempekerjakan seorang pegawai. Tapi setelah Covid-19, karena banyak pelanggan yang pulkam, jadi saya rumahkan,” katanya.

Untuk saat ini Gede Pasek langsung turun tangan mengantarkan barang dagangannya. Ia pun mengaku tak banyak mematok ongkir untuk sekali antar. “Sekarang saya antar sendiri. Setiap sekali antar tambahan Rp 1.000 untuk ongkirnya. Hanya berbeda Rp 1.000 dengan warung lainnya,” tandasnya.

Usaha kreatif yang ditujukannya untuk mencari nafkah tak jarang dianggap remeh oleh banyak orang. Banyak yang menganggap dirinya hanya mencari sensasi dan aneh. Banyak pula yang menjahilinya dengan menelepon nomor yang tertera dalam layangan itu. “Sebelumnya banyak yang bilang aneh. Banyak juga yang bilang mau cari sensasi. Jadi banyak juga yang jahil dan ngerjain. Ditelepon trus minta diantar ke Jawa. Banyak tuh yang begitu saat viral di instagram. Kadang saya kesel juga dibegitukan. Cuma saya sabar aja, orang saya cari nafkah kok,” jelasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/