alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Pemprov Bali Kerahkan ASN, Beli Hasil Pertanian Lokal

DENPASAR, BALI EXPRESS – Sejak pandemi Covid-19 terjadi, geliat pariwisata di Bali mengalami jeda dalam beberapa bulan. Hal ini juga merembet ke sektor lainnya, salah satunya pertanian.

Bagaimana tidak, aktivitas hotel dan restoran yang lagi tiarap, membuat daya serap hasil pertanian lokal terhenti. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mendorong aparatur sipil negara atau ASN ikut ambil bagian, membantu para petani lokal dengan cara membeli hasil pertanian mereka lewat program Pasar Pangan Murah.

Program ini dilaksanakan, Jumat (1/7), di depan Kantor Gubernur Bali. Pasar dadakan ini digelar dengan mengadopsi tata cara atau protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19. Mulai dari pakai masker, jaga jarak fisik, dan tata cara pencegahan lainnya.

Kegiatan bertajuk Gelar Pangan Murah ini dipantau langsung Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster, dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah atau OPD di lingkungan Pemprov Bali.

Kegiatan ini diikuti sejumlah petani yang diberi kesempatan berdagang langsung. Ada yang menjual sayur mayur, buah-buahan, daging ayam, sampai pindang. Sementara pembelinya tidak lain para ASN di lingkungan Pemprov Bali yang tersebar di seluruh OPD.

Produk yang dijajakan di kegiatan itu, di antaranya pindang yang diolah dari ikan tongkol hasil tangkapan nelayan Kusamba, Kabupaten Klungkung.

Produk ini menjadi produk yang paling diminati. Tidak sampai berlama-lama, produk yang dihasilkan dan dijajakan kelompok usaha Segara Mina Kusamba ini laku terjual.

Menyemangati para ASN untuk berbelanja, Putri Suastini Koster ikut membantu promosi. Sehingga lewat momen itu, para ASN di Pemprov Bali ikut membantu para petani.

“Ayo Bapak-bapak dan Ibu-ibu, mari berbelanja. Mari bantu para petani. Bapak dan ibu harus membawa belanjaan pulang ya,” teriak istri Gubernur Koster itu.

Selain membantu promosi, Suastini Koster juga ikut memborong dagangan yang dijajakan di kegiatan itu. Selanjutnya belanjaannya itu dibagikan kepada tenaga kebersihan, satpam dan pegawai kontrak yang kebetulan berkunjung ke arena tersebut.

Bukan untuk petugas di luar ASN saja, Suastini Koster juga memberikan belanjaannya ke salah seorang penyandang disabilitas yang kebetulan lewat di arena itu. Dia adalah Arif Pangestu, 52. Penyandang disabilitas ini harus duduk di kursi roda karena kehilangan kedua kakinya. Arif mendapatkan bingkisan berupa beras dan sayuran.

“Dengan mendatangkan langsung petani ke sini, ASN tidak perlu lagi pergi ke pasar. Itu artinya kita sudah mengurai keramaian atau kerumunan,” ujarnya.

Karena itu, dia pun mengusulkan ke Gubernur Bali agar kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin setiap hari Jumat. Lokasinya juga diatur sedemikian rupa, tidak terpusat. Sehingga bisa menghindari terjadinya kerumunan. Menurutnya, bisa saja kegiatan seperti ini dilaksanakan di masing-masing kantor OPD.

“Undang petani untuk datang dan beli produk mereka. Itu akan sangat membantu penyaluran produk pertanian yang tekendala pemasaran di era Covid-19,” imbuh Suastini Koster.

Di luar ASN, Suastini Koster juga menyampaikan bahwa inilah kesempatan bagi masyarakat luas untuk menikmati produk pangan lokal berkualitas dengan harga terjangkau yang sebelumnya hanya menjadi konsumsi para tamu di hotel-hotel berbintang.

“Kalau sebelumnya, sayur seperti brokoli, romaine hanya dipasok ke hotel dan harganya mahal, sekarang bisa dinikmati,” sebutnya.

Selain mempromosikan produk pangan lokal, Suastini Koster juga memanfaatkan momen itu untuk mengkampanyekan penggunaan tas ramah lingkungan sesuai ketentuan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Serta, membagi-bagikan brosur edukasi Covid-19 yang dirancang langsung oleh Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarno Putri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana menerangkan, kegiatan serupa sebelumnya telah rutin digelar setiap Jumat di halaman kantornya. Namun mulai minggu ini, gelar pasar murah produk pertanian juga dilaksanakan di areal Kantor Gubernur yang kebetulan lokasinya berdampingan dengan Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar.

Menurutnya, dengan lokasi pelaksanaan di depan Kantor Gubernur, kegiatan ini diharapkan menarik perhatian masyarakat yang sedang berolahraga. Sehingga yang belanja bukan hanya ASN, tetapi juga masyarakat umum.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Sejak pandemi Covid-19 terjadi, geliat pariwisata di Bali mengalami jeda dalam beberapa bulan. Hal ini juga merembet ke sektor lainnya, salah satunya pertanian.

Bagaimana tidak, aktivitas hotel dan restoran yang lagi tiarap, membuat daya serap hasil pertanian lokal terhenti. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali mendorong aparatur sipil negara atau ASN ikut ambil bagian, membantu para petani lokal dengan cara membeli hasil pertanian mereka lewat program Pasar Pangan Murah.

Program ini dilaksanakan, Jumat (1/7), di depan Kantor Gubernur Bali. Pasar dadakan ini digelar dengan mengadopsi tata cara atau protokol kesehatan dan pencegahan Covid-19. Mulai dari pakai masker, jaga jarak fisik, dan tata cara pencegahan lainnya.

Kegiatan bertajuk Gelar Pangan Murah ini dipantau langsung Gubernur Bali Wayan Koster, Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster, dan sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah atau OPD di lingkungan Pemprov Bali.

Kegiatan ini diikuti sejumlah petani yang diberi kesempatan berdagang langsung. Ada yang menjual sayur mayur, buah-buahan, daging ayam, sampai pindang. Sementara pembelinya tidak lain para ASN di lingkungan Pemprov Bali yang tersebar di seluruh OPD.

Produk yang dijajakan di kegiatan itu, di antaranya pindang yang diolah dari ikan tongkol hasil tangkapan nelayan Kusamba, Kabupaten Klungkung.

Produk ini menjadi produk yang paling diminati. Tidak sampai berlama-lama, produk yang dihasilkan dan dijajakan kelompok usaha Segara Mina Kusamba ini laku terjual.

Menyemangati para ASN untuk berbelanja, Putri Suastini Koster ikut membantu promosi. Sehingga lewat momen itu, para ASN di Pemprov Bali ikut membantu para petani.

“Ayo Bapak-bapak dan Ibu-ibu, mari berbelanja. Mari bantu para petani. Bapak dan ibu harus membawa belanjaan pulang ya,” teriak istri Gubernur Koster itu.

Selain membantu promosi, Suastini Koster juga ikut memborong dagangan yang dijajakan di kegiatan itu. Selanjutnya belanjaannya itu dibagikan kepada tenaga kebersihan, satpam dan pegawai kontrak yang kebetulan berkunjung ke arena tersebut.

Bukan untuk petugas di luar ASN saja, Suastini Koster juga memberikan belanjaannya ke salah seorang penyandang disabilitas yang kebetulan lewat di arena itu. Dia adalah Arif Pangestu, 52. Penyandang disabilitas ini harus duduk di kursi roda karena kehilangan kedua kakinya. Arif mendapatkan bingkisan berupa beras dan sayuran.

“Dengan mendatangkan langsung petani ke sini, ASN tidak perlu lagi pergi ke pasar. Itu artinya kita sudah mengurai keramaian atau kerumunan,” ujarnya.

Karena itu, dia pun mengusulkan ke Gubernur Bali agar kegiatan seperti ini menjadi agenda rutin setiap hari Jumat. Lokasinya juga diatur sedemikian rupa, tidak terpusat. Sehingga bisa menghindari terjadinya kerumunan. Menurutnya, bisa saja kegiatan seperti ini dilaksanakan di masing-masing kantor OPD.

“Undang petani untuk datang dan beli produk mereka. Itu akan sangat membantu penyaluran produk pertanian yang tekendala pemasaran di era Covid-19,” imbuh Suastini Koster.

Di luar ASN, Suastini Koster juga menyampaikan bahwa inilah kesempatan bagi masyarakat luas untuk menikmati produk pangan lokal berkualitas dengan harga terjangkau yang sebelumnya hanya menjadi konsumsi para tamu di hotel-hotel berbintang.

“Kalau sebelumnya, sayur seperti brokoli, romaine hanya dipasok ke hotel dan harganya mahal, sekarang bisa dinikmati,” sebutnya.

Selain mempromosikan produk pangan lokal, Suastini Koster juga memanfaatkan momen itu untuk mengkampanyekan penggunaan tas ramah lingkungan sesuai ketentuan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Serta, membagi-bagikan brosur edukasi Covid-19 yang dirancang langsung oleh Presiden RI Ke-5 Megawati Soekarno Putri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana menerangkan, kegiatan serupa sebelumnya telah rutin digelar setiap Jumat di halaman kantornya. Namun mulai minggu ini, gelar pasar murah produk pertanian juga dilaksanakan di areal Kantor Gubernur yang kebetulan lokasinya berdampingan dengan Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar.

Menurutnya, dengan lokasi pelaksanaan di depan Kantor Gubernur, kegiatan ini diharapkan menarik perhatian masyarakat yang sedang berolahraga. Sehingga yang belanja bukan hanya ASN, tetapi juga masyarakat umum.


Most Read

Artikel Terbaru

/