alexametrics
28.7 C
Denpasar
Monday, May 16, 2022

REKOR BARU, Tambahan Kasus Harian Covid-19 di Bali Tembus 1.019 Orang

DENPASAR, BALI EXPRESS – Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat tambahan kasus harian pada 17 Juli 2021 sebanyak 1.019 orang. Inui sekaligus merupakan rekor tambahan kasus harian tertinggi di Bali.

 

“Dengan tambahan kasus baru sebanyak 1.019 orang, secara kumulatif jumlah kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi di Provinsi Bali menjadi sebanyak 60.235 orang,” kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra di Denpasar, Sabtu.

Dikutip dari laman https://infocorona.baliprov.go.id/, dari tambahan kasus baru pada Sabtu (17/7) ini sebanyak 1.019 orang, yang terbanyak dari Kota Denpasar (388 orang), disusul Kabupaten Badung (185 orang), Kabupaten Tabanan (114 orang) dan Kabupaten Buleleng (106 orang).

 

Kemudian Kabupaten Gianyar (86 orang), Kabupaten Karangasem (39 orang), Kabupaten Jembrana (38 orang), Kabupaten Bangli (28 orang), Kabupaten Klungkung (23 orang), serta 12 orang dengan domisili dari luar Bali.

Pada Sabtu (17/7) ini, di Bali juga dilaporkan sebanyak 529 orang yang telah sembuh dari Covid-19, sehingga jumlah kumulatif pasien yang sudah sembuh mencapai 51.834 orang (86,05 persen).

Selain itu, pada hari yang sama juga tercatat 23 orang pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia. Dengan demikian jumlah kumulatif pasien yang meninggal karena COVID-19 menjadi 1.749 orang (2,9 persen).

“Sementara itu, untuk pasien yang dalam perawatan atau jumlah kasus aktif hingga saat ini sebanyak 6.652 orang atau 11,04 persen dari total kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi,” ucap Dewa Indra, yang juga Sekda Provinsi Bali itu.

 

Sejak pertengahan Juni 2021, perkembangan harian kasus baru COVID-19 di Provinsi Bali kembali menyentuh angka tiga digit atau di atas 100 orang.

Tambahan kasus harian di Bali, lebih dari sepekan terakhir juga belum menunjukkan tren penurunan, bahkan cenderung melonjak.

Pada 9 Juli tercatat kasus harian bertambah 674 orang, 10 Juli (678 orang), 11 Juli (561 orang), 12 Juli (656 orang), 13 Juli (723 orang), 14 Juli (791 orang), 15 Juli (843 orang), dan 16 Juli (885 orang).

Berdasarkan data, rasio keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR) ruang isolasi yang dimuat di laman https://infocorona.baliprov.go.id/, mayoritas kabupaten di Bali tingkat keterisiannya sudah di atas 60 persen, bahkan ada yang sudah di atas 90 persen.

Di Kabupaten Buleleng BOR isolasi 91,86 persen, Kabupaten Gianyar (80,18 persen), Kota Denpasar (78,87 persen), Kabupaten Badung (76,44 persen), dan di Kabupaten Jembrana (75,56 persen).

Selanjutnya di Kabupaten Tabanan (66,02 persen), Kabupaten Karangasem (60,87 persen), Kabupaten Klungkung (49,66 persen), dan di Kabupaten Bangli (33,83 persen).

Dewa Indra meminta masyarakat Bali untuk selalu disiplin melaksanakan 6M, yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan menaati aturan.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Dewa Indra. (antara)


DENPASAR, BALI EXPRESS – Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali mencatat tambahan kasus harian pada 17 Juli 2021 sebanyak 1.019 orang. Inui sekaligus merupakan rekor tambahan kasus harian tertinggi di Bali.

 

“Dengan tambahan kasus baru sebanyak 1.019 orang, secara kumulatif jumlah kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi di Provinsi Bali menjadi sebanyak 60.235 orang,” kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra di Denpasar, Sabtu.

Dikutip dari laman https://infocorona.baliprov.go.id/, dari tambahan kasus baru pada Sabtu (17/7) ini sebanyak 1.019 orang, yang terbanyak dari Kota Denpasar (388 orang), disusul Kabupaten Badung (185 orang), Kabupaten Tabanan (114 orang) dan Kabupaten Buleleng (106 orang).

 

Kemudian Kabupaten Gianyar (86 orang), Kabupaten Karangasem (39 orang), Kabupaten Jembrana (38 orang), Kabupaten Bangli (28 orang), Kabupaten Klungkung (23 orang), serta 12 orang dengan domisili dari luar Bali.

Pada Sabtu (17/7) ini, di Bali juga dilaporkan sebanyak 529 orang yang telah sembuh dari Covid-19, sehingga jumlah kumulatif pasien yang sudah sembuh mencapai 51.834 orang (86,05 persen).

Selain itu, pada hari yang sama juga tercatat 23 orang pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia. Dengan demikian jumlah kumulatif pasien yang meninggal karena COVID-19 menjadi 1.749 orang (2,9 persen).

“Sementara itu, untuk pasien yang dalam perawatan atau jumlah kasus aktif hingga saat ini sebanyak 6.652 orang atau 11,04 persen dari total kasus positif Covid-19 yang terkonfirmasi,” ucap Dewa Indra, yang juga Sekda Provinsi Bali itu.

 

Sejak pertengahan Juni 2021, perkembangan harian kasus baru COVID-19 di Provinsi Bali kembali menyentuh angka tiga digit atau di atas 100 orang.

Tambahan kasus harian di Bali, lebih dari sepekan terakhir juga belum menunjukkan tren penurunan, bahkan cenderung melonjak.

Pada 9 Juli tercatat kasus harian bertambah 674 orang, 10 Juli (678 orang), 11 Juli (561 orang), 12 Juli (656 orang), 13 Juli (723 orang), 14 Juli (791 orang), 15 Juli (843 orang), dan 16 Juli (885 orang).

Berdasarkan data, rasio keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR) ruang isolasi yang dimuat di laman https://infocorona.baliprov.go.id/, mayoritas kabupaten di Bali tingkat keterisiannya sudah di atas 60 persen, bahkan ada yang sudah di atas 90 persen.

Di Kabupaten Buleleng BOR isolasi 91,86 persen, Kabupaten Gianyar (80,18 persen), Kota Denpasar (78,87 persen), Kabupaten Badung (76,44 persen), dan di Kabupaten Jembrana (75,56 persen).

Selanjutnya di Kabupaten Tabanan (66,02 persen), Kabupaten Karangasem (60,87 persen), Kabupaten Klungkung (49,66 persen), dan di Kabupaten Bangli (33,83 persen).

Dewa Indra meminta masyarakat Bali untuk selalu disiplin melaksanakan 6M, yakni memakai masker standar dengan benar, menjaga jarak, mencuci tangan, mengurangi bepergian, meningkatkan imun dan menaati aturan.

“Kami imbau masyarakat untuk tidak berkerumun dan membatasi kegiatan sosial sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Dewa Indra. (antara)


Most Read

Artikel Terbaru

/