alexametrics
27.6 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Sempat Gagal, Distan Provinsi Bali Panen Padi Salibu

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Provinsi Bali melakukan panen padi salibu di areal persawahan Kecamatan Sukawati, Gianyar, Minggu (17/7). Padi salibu merupakan sistem padi yang tanam sekali dan panen berkali-kali merupakan inovasi dari Distan sendiri.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Provinsi Bali, I Wayan Sunada langsung ikut panen padi tersebut. Tampak dia berbaur dengan 10 orang petani yang sedang panen.  Sunada menuturkan proses padi salibu ini merupakan projek ke empat di Bali.

 

Sementara projek salibu pertama  pihaknya tanam di wilayah Gerokgak. Bahkan hasil panennya pun juga bagus. “Padi salibu pertama di Gerokgak, hasilnya bagus, dan naik,”  imbuh Sunada.

Baca Juga :  Bacok Teman, Hendak Kabur ke Jawa, Diringkus di Pelabuhan Gilimanuk

 

Disebutkan pada pilot project kedua mengalami gagal panen. Karena varietas tidak cocok. Kemudian pada pilot project ketiga di Desa Sidan, Gianyar hasilnya kembali bagus. “Untuk keempat hasilnya bagus. Untuk hasil pertama, petani di Subak Telaga mendapatkan hasil 75 ton. Tetapi dengan salibu ini, hasilnya sekarang menjadi 80 ton,”  tegas dia.

 

Dalam kesempatan tersebut, dia menjelaskan untuk menuju kedaulatan pangan, perlu membangun swasembada beras. Sehingga para petani diarahkan untuk bersalibu. Sebab keuntungan petani akan bertambah.

 

Dengan sistem ini, petani tidak perlu lagi mengolah tanah. Bahkan efisiensi tenaga kerja, dan juga tidak menanam bibit. Namun memanfaatkan batang padi sehabis panen. “Kita potong tiga sentimeter dari atas tanah. Kemudian di sekitarnya kita bersihkan,” paparnya.

Baca Juga :  Lebih Bergaya, New Honda Genio Sapa #Gen_Eksis Anak Muda Bali

 

Sunada menyampaikan pemeliharaan salibu ini juga sama dengan merawat padi secara konvensional. Yaitu perlu pemupukan dan juga penyemprotan.  Dia pun berharap sistem ini perlu perawatan  agar hasilnya juga bagus. “Diawasi dan rawat dengan telaten, sehingga hasilnya bagus,”  pungkas dia.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Provinsi Bali melakukan panen padi salibu di areal persawahan Kecamatan Sukawati, Gianyar, Minggu (17/7). Padi salibu merupakan sistem padi yang tanam sekali dan panen berkali-kali merupakan inovasi dari Distan sendiri.

 

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distan) Provinsi Bali, I Wayan Sunada langsung ikut panen padi tersebut. Tampak dia berbaur dengan 10 orang petani yang sedang panen.  Sunada menuturkan proses padi salibu ini merupakan projek ke empat di Bali.

 

Sementara projek salibu pertama  pihaknya tanam di wilayah Gerokgak. Bahkan hasil panennya pun juga bagus. “Padi salibu pertama di Gerokgak, hasilnya bagus, dan naik,”  imbuh Sunada.

Baca Juga :  Komnas Minta Usut Kasus Eksploitasi Anak di Buleleng

 

Disebutkan pada pilot project kedua mengalami gagal panen. Karena varietas tidak cocok. Kemudian pada pilot project ketiga di Desa Sidan, Gianyar hasilnya kembali bagus. “Untuk keempat hasilnya bagus. Untuk hasil pertama, petani di Subak Telaga mendapatkan hasil 75 ton. Tetapi dengan salibu ini, hasilnya sekarang menjadi 80 ton,”  tegas dia.

 

Dalam kesempatan tersebut, dia menjelaskan untuk menuju kedaulatan pangan, perlu membangun swasembada beras. Sehingga para petani diarahkan untuk bersalibu. Sebab keuntungan petani akan bertambah.

 

Dengan sistem ini, petani tidak perlu lagi mengolah tanah. Bahkan efisiensi tenaga kerja, dan juga tidak menanam bibit. Namun memanfaatkan batang padi sehabis panen. “Kita potong tiga sentimeter dari atas tanah. Kemudian di sekitarnya kita bersihkan,” paparnya.

Baca Juga :  Polres Bangli Tangkap Tiga Pelaku Sabu Jaringan Lapas Kerobokan

 

Sunada menyampaikan pemeliharaan salibu ini juga sama dengan merawat padi secara konvensional. Yaitu perlu pemupukan dan juga penyemprotan.  Dia pun berharap sistem ini perlu perawatan  agar hasilnya juga bagus. “Diawasi dan rawat dengan telaten, sehingga hasilnya bagus,”  pungkas dia.






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/