alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Temuan Limbah Berbau Busuk, Banjar Canggu Rancang Pembangunan IPAL

BADUNG, BALI EXPRESS – Wisatawan yang menunjungi Pantai Batu Bolong, Canggu, sempat mengeluhkan adanya air limbah yang berbau busuk. Setelah ditelusuri ternyata aliran limbah yang dibuang ke pantai itu berasal dari empat warung yang berdiri di tanah milik Banjar Canggu, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara. 

 

Atas adanya temuan limbah tersebut, rencananya akan dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan, IPAL juga dipastikan dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan. 

 

Kelian Adat Banjar Canggu Nengah Sudarsa saat dikonfirmasi pun tak menampik adanya temuan limbah tersebut. Menurutnya, limbah tersebut berasal dari empat warung di dekat pantai yang dibangun sejak 2019. Bahkan sudah disediakan tempat yang digunakan  untuk menampung limbah. 

 

“Warung itu dikelola empat tempekan, sebenarnya dulu sudah ada tempat penampungan dan pengolahan, tapi limbahnya tidak banyak. Sekarang tidak bisa menampung air limbah jadinya meluber ke pantai,” ujar Sudarsa, Minggu (17/7). 

Baca Juga :  Divonis 14 Tahun Penjara, Kodok Tak Ajukan Banding

 

Atas adanya temuan tersebut, Sudiarsa mengungkapkan, telah dilakukan rapat secara internal terkait penangnanan limbah. Dalam rapat tersebut dihadiri oleh pengelola warung, Kelian Dinas, Kelian Adat dan Prajuru Adat Canggu. Rencananya akan dilakukan pembangunan IPAL agar limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan.

 

“Temuan limbah langsung disikapi untuk perbaikan, agar tidak ada limbah yang dibuang ke pantai. Untuk pengolahan limbah minyaknya akan diambil dan limbah airnya akan dikelola lagi,” ungkapnya. 

 

Untuk pembangunan IPAL tersebut, Ia mengaku akan menggunakan dana dari urunan masing-masing pengelola. Diperkirakan besaran dana yang akan diperlukan sekitar Rp 100-200 juta. “IPAL ini supaya tidak menganggu aktivitas di pantai dan tidak mencemari lingkungan pembuangan. Sekarang sudah dirancang gambarnya, dan secepatnya dibangun,” jelasnya. 

Baca Juga :  Soal Tuntutan Warga Banyuasri, Dewan Keluarkan Rekomendasi

 

Sementara, Prebekel Desa Canggu I Wayan Suarya menerangkan, sejatinya pembangunan IPAL yang lebih besar sudah direncanakan sebelum merebaknya kasus Covid-19. Namun rencana tersebut terhambat lantaran uang yang diperlukan untuk membangun tidak mencukupi. “Dulu waktu saya rapat di banjar itu memang sudah ada rencana memperbesar IPAL, tapi keburu Covid-19, keuangan tidak punya, jadinya terhambat,” terangnya.

 

Lebih lanjut Prebekel belum setahun menjabat ini menambahkan, akan dilakukan rapat di tingkat desa untuk membahas permasalahan limbah tersebut. Rencananya rapat tersebut akan dilaksanakan paling lambat Kamis 21 Juli 2022. “Senin mau saya surati penglola warung milik banjar itu, mau ajak rapat di kantor desa.  Hari Rabu atau Kamis, soalnya banyak kegiatan,” imbuhnya. 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

BADUNG, BALI EXPRESS – Wisatawan yang menunjungi Pantai Batu Bolong, Canggu, sempat mengeluhkan adanya air limbah yang berbau busuk. Setelah ditelusuri ternyata aliran limbah yang dibuang ke pantai itu berasal dari empat warung yang berdiri di tanah milik Banjar Canggu, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara. 

 

Atas adanya temuan limbah tersebut, rencananya akan dibangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan, IPAL juga dipastikan dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan. 

 

Kelian Adat Banjar Canggu Nengah Sudarsa saat dikonfirmasi pun tak menampik adanya temuan limbah tersebut. Menurutnya, limbah tersebut berasal dari empat warung di dekat pantai yang dibangun sejak 2019. Bahkan sudah disediakan tempat yang digunakan  untuk menampung limbah. 

 

“Warung itu dikelola empat tempekan, sebenarnya dulu sudah ada tempat penampungan dan pengolahan, tapi limbahnya tidak banyak. Sekarang tidak bisa menampung air limbah jadinya meluber ke pantai,” ujar Sudarsa, Minggu (17/7). 

Baca Juga :  Cek Proyek Jalan Senilai Rp 3,8 M, Dewan Temukan Aspal Gembur

 

Atas adanya temuan tersebut, Sudiarsa mengungkapkan, telah dilakukan rapat secara internal terkait penangnanan limbah. Dalam rapat tersebut dihadiri oleh pengelola warung, Kelian Dinas, Kelian Adat dan Prajuru Adat Canggu. Rencananya akan dilakukan pembangunan IPAL agar limbah yang dihasilkan tidak mencemari lingkungan.

 

“Temuan limbah langsung disikapi untuk perbaikan, agar tidak ada limbah yang dibuang ke pantai. Untuk pengolahan limbah minyaknya akan diambil dan limbah airnya akan dikelola lagi,” ungkapnya. 

 

Untuk pembangunan IPAL tersebut, Ia mengaku akan menggunakan dana dari urunan masing-masing pengelola. Diperkirakan besaran dana yang akan diperlukan sekitar Rp 100-200 juta. “IPAL ini supaya tidak menganggu aktivitas di pantai dan tidak mencemari lingkungan pembuangan. Sekarang sudah dirancang gambarnya, dan secepatnya dibangun,” jelasnya. 

Baca Juga :  Divonis 14 Tahun Penjara, Kodok Tak Ajukan Banding

 

Sementara, Prebekel Desa Canggu I Wayan Suarya menerangkan, sejatinya pembangunan IPAL yang lebih besar sudah direncanakan sebelum merebaknya kasus Covid-19. Namun rencana tersebut terhambat lantaran uang yang diperlukan untuk membangun tidak mencukupi. “Dulu waktu saya rapat di banjar itu memang sudah ada rencana memperbesar IPAL, tapi keburu Covid-19, keuangan tidak punya, jadinya terhambat,” terangnya.

 

Lebih lanjut Prebekel belum setahun menjabat ini menambahkan, akan dilakukan rapat di tingkat desa untuk membahas permasalahan limbah tersebut. Rencananya rapat tersebut akan dilaksanakan paling lambat Kamis 21 Juli 2022. “Senin mau saya surati penglola warung milik banjar itu, mau ajak rapat di kantor desa.  Hari Rabu atau Kamis, soalnya banyak kegiatan,” imbuhnya. 






Reporter: I Putu Resa Kertawedangga

Most Read

Artikel Terbaru

/