alexametrics
25.4 C
Denpasar
Sunday, August 14, 2022

133 Napi Lapas Singaraja Terima Remisi 

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-75, nampaknya menjadi berkah bagi 133 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Singaraja. Pasalnya, di hari Kemerdekaan ini, ratusan warga binaan tersebut menerima Remisi umum atau pengurangan masa tahanan sepanjang tahun 2020.

Pemberian remisi yang dirangkaikan dengan pameran kerajinan hasil karya warga binaan ini, juga dihadiri Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.Og, Kalapas Kelas IIB Singaraja, Mut Zaini, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD). Pengumuman remisi dilakukan di gedung serba guna, Senin (17/8) siang sekira pukul 13.00 Wita.

133 napi yang mendapat remisi umum pada HUT RI ke-75, rinciannya sebanyak 48 orang mendapat remisi selama satu bulan, 23 orang mendapat remisi dua bulan, 38 orang mendapat remisi tiga bulan, 19 orang mendapat remisi empat bulan, dan lima orang napi yang mendapat remisi umum selama lima Bulan.

Kalapas Mut Zaini, menjelaskan, remisi merupakan salah satu sarana hukum yang penting dalam mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan. Remisi diberikan sebagai wujud apresiasi pencapaian perbaikan diri yang tercermin dari sikap warga binaan pemasyarakatan yang taat selama menjalani pidana, disiplin, produktif, dan dinamis.

Baca Juga :  Gorong-Gorong Tersumbat, Puskesmas II Blahbatuh Tergenang Air

Remisi, sebut Mut Zaini, menjadi salah satu program yang kini ditekankan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Selain sebagai apresiasi, pemberian remisi juga dinilai sebagai salah satu solusi pengurangan beban warga binaan di Lembaga Penasyarakatan (Lapas) yang kini jumlahnya telah melebihi kapasitas.

“Tolak ukur pemberian remisi tidak didasarkan pada latar belakang pelanggar hukumnya, akan tetapi perilaku mereka selama menjalani masa pidana. Pemberian remisi penting dilakukan untuk memacu agar napi senantiasa berkelakuan baik,” ujar Mut Zaini

Ia menambahkan, ada satu  orang narapidana (napi) yang mendapatkan remisi umum II. Dimana remisi umum II ini, apabila dikurangkan remisinya maka yang bersangkutan bebas langsung. Terlebih, selama menjalani masa tahanan, napi tersebut telah berkelakuan baik.

”Untuk saat ini yang mendapatkan remisi umum II masih menjalani subsider pengganti denda, maka yang bersangkutan harus menyelesaikan subsidernya selama empat bulan. Narapidana yang mendapatkan remisi umum II merupakan narapidana dengan kasus narkoba,” terangnya.

Baca Juga :  Korban Diperkosa, Disodomi, Dipaksa Masukkan Timun, Pare, dan Terong

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG menyebut, proses pemasyarakat di Lapas Kelas IIB Singaraja sudah berjalan maksimal. Kendati secara kapasitas sudah melebihi.

Sutjidra menjelaskan, jika kemerdekaan menjadi milik segenap lapisan masyarakat, khususnya para warga binaan pemasyarakatan yang ada di Lapas Kelas II B Singaraja. ”Oleh karena itu, pada Hari Kemerdekaan ini pemerintah memberikan apresiasi berupa pengurangan masa pengurangan tahanan (Remisi) bagi narapidana yang  telah menunjukkan prestasi dedikasi dan disiplin tinggi dalam mengikuti program pembinaan, serta telah memenuhi syarat ditentukan,” katanya

Ia berharap kepada narapidana yang nantinya akan bebas bisa menjalankan aktivitasnya di masyarakat kembali. “Kegiatan – kegiatan yang ada di Lapas kelas II B singaraja sangat baik sekali, pembinaan yang diberikan bagi penghuni Lapas sama seperti para penghuni Lapas berada di masyarakat. Mereka bisa beraktivitas dan juga berkreativitas sesuai dengan kemampuan masing-masing penghuni Lapas Kelas II B singaraja,” pungkas Sutjidra. 


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-75, nampaknya menjadi berkah bagi 133 Warga Binaan Lapas Kelas IIB Singaraja. Pasalnya, di hari Kemerdekaan ini, ratusan warga binaan tersebut menerima Remisi umum atau pengurangan masa tahanan sepanjang tahun 2020.

Pemberian remisi yang dirangkaikan dengan pameran kerajinan hasil karya warga binaan ini, juga dihadiri Wakil Bupati Buleleng, dr. Nyoman Sutjidra, Sp.Og, Kalapas Kelas IIB Singaraja, Mut Zaini, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD). Pengumuman remisi dilakukan di gedung serba guna, Senin (17/8) siang sekira pukul 13.00 Wita.

133 napi yang mendapat remisi umum pada HUT RI ke-75, rinciannya sebanyak 48 orang mendapat remisi selama satu bulan, 23 orang mendapat remisi dua bulan, 38 orang mendapat remisi tiga bulan, 19 orang mendapat remisi empat bulan, dan lima orang napi yang mendapat remisi umum selama lima Bulan.

Kalapas Mut Zaini, menjelaskan, remisi merupakan salah satu sarana hukum yang penting dalam mewujudkan tujuan sistem pemasyarakatan. Remisi diberikan sebagai wujud apresiasi pencapaian perbaikan diri yang tercermin dari sikap warga binaan pemasyarakatan yang taat selama menjalani pidana, disiplin, produktif, dan dinamis.

Baca Juga :  PVMBG Kembali Rekam Gempa Tremor Overscale Gunung Agung

Remisi, sebut Mut Zaini, menjadi salah satu program yang kini ditekankan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Selain sebagai apresiasi, pemberian remisi juga dinilai sebagai salah satu solusi pengurangan beban warga binaan di Lembaga Penasyarakatan (Lapas) yang kini jumlahnya telah melebihi kapasitas.

“Tolak ukur pemberian remisi tidak didasarkan pada latar belakang pelanggar hukumnya, akan tetapi perilaku mereka selama menjalani masa pidana. Pemberian remisi penting dilakukan untuk memacu agar napi senantiasa berkelakuan baik,” ujar Mut Zaini

Ia menambahkan, ada satu  orang narapidana (napi) yang mendapatkan remisi umum II. Dimana remisi umum II ini, apabila dikurangkan remisinya maka yang bersangkutan bebas langsung. Terlebih, selama menjalani masa tahanan, napi tersebut telah berkelakuan baik.

”Untuk saat ini yang mendapatkan remisi umum II masih menjalani subsider pengganti denda, maka yang bersangkutan harus menyelesaikan subsidernya selama empat bulan. Narapidana yang mendapatkan remisi umum II merupakan narapidana dengan kasus narkoba,” terangnya.

Baca Juga :  DPRD Badung Usulkan Dana Bergulir untuk BUMDes

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG menyebut, proses pemasyarakat di Lapas Kelas IIB Singaraja sudah berjalan maksimal. Kendati secara kapasitas sudah melebihi.

Sutjidra menjelaskan, jika kemerdekaan menjadi milik segenap lapisan masyarakat, khususnya para warga binaan pemasyarakatan yang ada di Lapas Kelas II B Singaraja. ”Oleh karena itu, pada Hari Kemerdekaan ini pemerintah memberikan apresiasi berupa pengurangan masa pengurangan tahanan (Remisi) bagi narapidana yang  telah menunjukkan prestasi dedikasi dan disiplin tinggi dalam mengikuti program pembinaan, serta telah memenuhi syarat ditentukan,” katanya

Ia berharap kepada narapidana yang nantinya akan bebas bisa menjalankan aktivitasnya di masyarakat kembali. “Kegiatan – kegiatan yang ada di Lapas kelas II B singaraja sangat baik sekali, pembinaan yang diberikan bagi penghuni Lapas sama seperti para penghuni Lapas berada di masyarakat. Mereka bisa beraktivitas dan juga berkreativitas sesuai dengan kemampuan masing-masing penghuni Lapas Kelas II B singaraja,” pungkas Sutjidra. 


Most Read

Artikel Terbaru

/