alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

Suwirta Rancang Belajar Tata Muka, Dimulai dari Nusa Penida

SEMARAPURA, BALI EXPRESS – Pemkab Klungkung ancang-ancang menerapkan sistem belajar tatap muka di sekolah, setelah beberapa bulan siswa belajar di rumah karena Covid-19. Belajar tatap muka dilakukan secara bertahap. Dimulai dari sekolah di Kecamatan Nusa Penida, khusus siswa SD dan SMP. Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi terbatas Tim Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Senin (17/8).

Nusa Penida menjadi kecamatan pertama yang siswanya belajar tatap muka karena melihat perkembangan Covid-19. Warga di Nusa Penida dinyatakan telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Saat ini nihil kasus Covid-19 di sana. Kecamatan itu pun telah masuk zona hijau. Namun sebelum resmi siswa masuk sekolah, Suwirta perintahkan Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung segera membentuk tim. Tim ini bertugas memastikan kesiapan sekolah di Nusa Penida menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Bertengkar dengan Istri, Ajak Anak Bunuh Diri

Dijelaskan Suwirta,  sistem belajar tatap muka di masa pandemi berbeda dengan ketika masih normal dulu. Ketika sekolah sudah dibuka, wajib menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Sekolah harus mengatur jumlah siswa  dalam satu kelas. Tempat cuci tangan, hand sanitizer, thermogun serta masker harus disediakan. Sebagai bentuk pengawasan, masing-masing sekolah diminta membentuk tim. Tim ini bertugas melakukan pengawasan protokol kesehatan.

Bagaimana dengan tiga kecamatan lain di Klungkung?  “Wilayah Klungkung daratan (Banjarangkan, Klungkung dan Dawan), sekolah dan lembaga pendidikan belum diperkenankan. Dikarenakan penambahan kasus Covid-19  masih tinggi dan merata terjadi di tiga kecamatan,” tegas Suwirta.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung dr. Made Adi Swapatni yang hadir dalam rapat tersebut juga menegaskan bahwa sekolah di Klungkung daratan belum layak menerapkan belajar tatap muka. Hal tersebut mengacu data kasus Covid-19 di tiga kecamatan tersebut.

Baca Juga :  Bupati Suwirta Bantu Lunasi SPP Siswa Yatim di Pundukdawa

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gede Darmawan menyatakan, segera membentuk tim verifikasi untuk memastikan kesiapan sekolah di Nusa Penida menyiapkan protokol kesehatan. Ia juga akan merancang sistem pembelajaran baru yang sesuai dengan protokol kesehatan. Tidak hanya di Nusa Penida, termasuk juga sekolah di Klungkung daratan, meskipun belum ada rencana kapan mulai belajar tatap muka.


SEMARAPURA, BALI EXPRESS – Pemkab Klungkung ancang-ancang menerapkan sistem belajar tatap muka di sekolah, setelah beberapa bulan siswa belajar di rumah karena Covid-19. Belajar tatap muka dilakukan secara bertahap. Dimulai dari sekolah di Kecamatan Nusa Penida, khusus siswa SD dan SMP. Hal tersebut terungkap dalam rapat koordinasi terbatas Tim Percepatan Penanganan Covid-19 yang dipimpin Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta, Senin (17/8).

Nusa Penida menjadi kecamatan pertama yang siswanya belajar tatap muka karena melihat perkembangan Covid-19. Warga di Nusa Penida dinyatakan telah menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Saat ini nihil kasus Covid-19 di sana. Kecamatan itu pun telah masuk zona hijau. Namun sebelum resmi siswa masuk sekolah, Suwirta perintahkan Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung segera membentuk tim. Tim ini bertugas memastikan kesiapan sekolah di Nusa Penida menerapkan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Berkas Lengkap, Pembawa Sabu ke Lapas Kerobokan Dilimpahkan

Dijelaskan Suwirta,  sistem belajar tatap muka di masa pandemi berbeda dengan ketika masih normal dulu. Ketika sekolah sudah dibuka, wajib menerapkan protokol kesehatan dengan baik. Sekolah harus mengatur jumlah siswa  dalam satu kelas. Tempat cuci tangan, hand sanitizer, thermogun serta masker harus disediakan. Sebagai bentuk pengawasan, masing-masing sekolah diminta membentuk tim. Tim ini bertugas melakukan pengawasan protokol kesehatan.

Bagaimana dengan tiga kecamatan lain di Klungkung?  “Wilayah Klungkung daratan (Banjarangkan, Klungkung dan Dawan), sekolah dan lembaga pendidikan belum diperkenankan. Dikarenakan penambahan kasus Covid-19  masih tinggi dan merata terjadi di tiga kecamatan,” tegas Suwirta.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klungkung dr. Made Adi Swapatni yang hadir dalam rapat tersebut juga menegaskan bahwa sekolah di Klungkung daratan belum layak menerapkan belajar tatap muka. Hal tersebut mengacu data kasus Covid-19 di tiga kecamatan tersebut.

Baca Juga :  Dewan Tabanan Siap Jadi Orang Tua Asuh Bayi dari Orang Tua PBI APBD

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Dewa Gede Darmawan menyatakan, segera membentuk tim verifikasi untuk memastikan kesiapan sekolah di Nusa Penida menyiapkan protokol kesehatan. Ia juga akan merancang sistem pembelajaran baru yang sesuai dengan protokol kesehatan. Tidak hanya di Nusa Penida, termasuk juga sekolah di Klungkung daratan, meskipun belum ada rencana kapan mulai belajar tatap muka.


Most Read

Artikel Terbaru

/