alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Masih Misterius, Polisi Dalami Pembuang Orok Bayi di Saluran Irigasi

GIANYAR, BALI EXPRESS – Polisi tengah mendalami kasus pembuangan orok bayi yang ditemukan di saluran irigasi Subak Batur Sari, Banjar Manikan, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Senin sore (16/8). 

Kapolsek Sukawati, AKP I Made Ariawan, P. mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Namun pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis terhadap orok bayi yang ditemukan sudah membusuk tersebut. “Nanti kita lihat hasil pemeriksaan medis pada korban. Tapi hari ini dokter tidak ada, besok baru bisa dilakukan pemeriksaan,” tegasnya saat dikonfirmasi Selasa (17/8).

Orok bayi itu sendiri langsung dibawa ke ruang forensik RSUP Sanglah setelah ditemukan, Senin (16/7). Nantinya setelah hasil pemeriksaan medis keluar maka pihaknya akan menentukan metode penyelidikan. “Jadi intinya masih dalam penyelidikan, butuh waktu saja. Kalau ada hasilnya kita infokan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa orok bayi yang sudah dalam kondisi membusuk itu ditemukan sekitar pukul 17.15 WITA di saluran irigasi Subak Batur Sari, Banjar Manikan, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar oleh salah seorang saksi bernama I Wayan Trimayasa, 38. Kala itu, saksi sedang mengontrol air pada saluran irigasi. Namun tiba-tiba warga Banjar Manikan, Desa Guwang, Sukawati itu melihat benda terlilit kain yang menghalangi aliran air irigasi tersebut.

Saksi kemudian menarik kain tersebut dengan menggunakan cangkul. Alangkah terkejutnya saksi saat mengetahui jika benda yang terlilit kain ternyata orok bayi yang sudah membusuk. Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan ke Kelian Adat dan diteruskan ke Polsek Sukawati.

Setelah mendapatkan laporan polisi langsung turun ke TKP dan melakukan olah TKP. “Orok bayi tersebut ditemukan dalam posisi tengadah, dibalut kain pantai warna merah-hitam, sudah dalam keadaan membusuk dan kulit sudah mengelupas,” beber AKP Ariawan.

Selanjutnya orok bayi tersebut dibawa ke RSUP Sanglah untuk dititip dan dilakukan pemeriksaan medis.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Polisi tengah mendalami kasus pembuangan orok bayi yang ditemukan di saluran irigasi Subak Batur Sari, Banjar Manikan, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Senin sore (16/8). 

Kapolsek Sukawati, AKP I Made Ariawan, P. mengatakan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Namun pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan medis terhadap orok bayi yang ditemukan sudah membusuk tersebut. “Nanti kita lihat hasil pemeriksaan medis pada korban. Tapi hari ini dokter tidak ada, besok baru bisa dilakukan pemeriksaan,” tegasnya saat dikonfirmasi Selasa (17/8).

Orok bayi itu sendiri langsung dibawa ke ruang forensik RSUP Sanglah setelah ditemukan, Senin (16/7). Nantinya setelah hasil pemeriksaan medis keluar maka pihaknya akan menentukan metode penyelidikan. “Jadi intinya masih dalam penyelidikan, butuh waktu saja. Kalau ada hasilnya kita infokan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa orok bayi yang sudah dalam kondisi membusuk itu ditemukan sekitar pukul 17.15 WITA di saluran irigasi Subak Batur Sari, Banjar Manikan, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar oleh salah seorang saksi bernama I Wayan Trimayasa, 38. Kala itu, saksi sedang mengontrol air pada saluran irigasi. Namun tiba-tiba warga Banjar Manikan, Desa Guwang, Sukawati itu melihat benda terlilit kain yang menghalangi aliran air irigasi tersebut.

Saksi kemudian menarik kain tersebut dengan menggunakan cangkul. Alangkah terkejutnya saksi saat mengetahui jika benda yang terlilit kain ternyata orok bayi yang sudah membusuk. Temuan tersebut selanjutnya dilaporkan ke Kelian Adat dan diteruskan ke Polsek Sukawati.

Setelah mendapatkan laporan polisi langsung turun ke TKP dan melakukan olah TKP. “Orok bayi tersebut ditemukan dalam posisi tengadah, dibalut kain pantai warna merah-hitam, sudah dalam keadaan membusuk dan kulit sudah mengelupas,” beber AKP Ariawan.

Selanjutnya orok bayi tersebut dibawa ke RSUP Sanglah untuk dititip dan dilakukan pemeriksaan medis.


Most Read

Artikel Terbaru

/