alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Pasien Covid-19 Upacara Bendera di Tempat Isolasi Terpusat

MANGUPURA, BALI EXPRESS- Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, pelaksanaan upacara bendera dilaksanakan di seluruh tempat isolasi terpusat (isoter) di Kabupaten Badung. Tak mau ketinggalan pasien covid-19 yang menjalani karantina juga ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Badung dr. Nyoman Gunarta membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, upacara bendera tersebut dilaksanakan secara bersamaan di seluruh tempat isoter. Seluruh pihak yang berada di tempat Isoter mulai tenaga kesehatan, Satpol PP, dan pasien yang menjalani karantina ikut menjadi peserta sekaligus pengibar bendera. “Seluruh tempat isoter mulai dari Bakung Sari, Bakung Beach, Love Fasion Hotel, Wisma Bima dan yang lainnya kami gelar secara serentak,” ujar dr. Gunarta saat dikonfirmasi Selasa (17/8).

Menurutnya, upacara ini dilaksanakan untuk memupuk semangat kebangsaan dari nakes hingga pasien isoter. Selain itu dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia diharapkan semangat untuk sembuh dari para pasien yang menjalani karantina tidak berkurang. “Untuk acara upacaranya kami laksanakan berbarengan dengan upacara 17 Agustus yang dilaksanakan di Istana Negara. Yaitu pukul 10.00 WIB atau kalau di Bali pukul 11.00 Wita,” ungkap dokter asal Sibang Gede tersebut.

Seluruh peserta upacara, lanjut dr. Gunarta, telah mengikuti protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Untuk peserta yang merupakan pasien menggenakan masker, kemudian nakes yang bertugas ditempat dalam mengikuti upacara menggenakan Alat Pelingdung Diri (APD) mulai dari baju asmat, masker dan face shield. Jarak dari barisan juga diatur sedemikan rupa agar penularan Covid-19 dapat dikurangi.  “Memang dalam upacara yang dilaksanan tidak ada tema yang diangkat seperti di istana atau hanya mengalir saja. Tapi untuk pelaksanaannya kami laksanakan dengan prokes ketat, untuk nakes menggunakan APD lengkap,” jelas mantan direktur RSD Mangusada ini.

Pihaknya juga menambahkan, untuk petugas yang ikut dalam kegiatan tersebut merupakan yang bertugas pada jam pagi yakni satu orang dokter, tiga petugas dari Dinas Kesehatan, 2 petugas dari Satpol PP atau Dinas Perhubungan Badung, dua petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Badung atau dari Dinas Kebakaran Badung, dan seorang koordinator dari Dinkes Badung. Sementara itu peserta dari pasien yang menjalani karantina diikuti oleh perwakilan. “Saat ini kondisi di tempat isoter jumlahnya hampir penuh, dari data terakhir di pukul 13.00 seluruh pasien yang menjalani karantina sebanyak 627 orang. Dari jumlah ini ada sebanyak 189 bed yang masih kosong dari tujuh tempat isoter yang memiliki kapasitas 816 bed dengan total BOR mencapai 76,84 persen,” pungkasnya. (esa)


MANGUPURA, BALI EXPRESS- Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, pelaksanaan upacara bendera dilaksanakan di seluruh tempat isolasi terpusat (isoter) di Kabupaten Badung. Tak mau ketinggalan pasien covid-19 yang menjalani karantina juga ikut serta dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Badung dr. Nyoman Gunarta membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, upacara bendera tersebut dilaksanakan secara bersamaan di seluruh tempat isoter. Seluruh pihak yang berada di tempat Isoter mulai tenaga kesehatan, Satpol PP, dan pasien yang menjalani karantina ikut menjadi peserta sekaligus pengibar bendera. “Seluruh tempat isoter mulai dari Bakung Sari, Bakung Beach, Love Fasion Hotel, Wisma Bima dan yang lainnya kami gelar secara serentak,” ujar dr. Gunarta saat dikonfirmasi Selasa (17/8).

Menurutnya, upacara ini dilaksanakan untuk memupuk semangat kebangsaan dari nakes hingga pasien isoter. Selain itu dalam memperingati hari kemerdekaan Indonesia diharapkan semangat untuk sembuh dari para pasien yang menjalani karantina tidak berkurang. “Untuk acara upacaranya kami laksanakan berbarengan dengan upacara 17 Agustus yang dilaksanakan di Istana Negara. Yaitu pukul 10.00 WIB atau kalau di Bali pukul 11.00 Wita,” ungkap dokter asal Sibang Gede tersebut.

Seluruh peserta upacara, lanjut dr. Gunarta, telah mengikuti protokol kesehatan (prokes) secara ketat. Untuk peserta yang merupakan pasien menggenakan masker, kemudian nakes yang bertugas ditempat dalam mengikuti upacara menggenakan Alat Pelingdung Diri (APD) mulai dari baju asmat, masker dan face shield. Jarak dari barisan juga diatur sedemikan rupa agar penularan Covid-19 dapat dikurangi.  “Memang dalam upacara yang dilaksanan tidak ada tema yang diangkat seperti di istana atau hanya mengalir saja. Tapi untuk pelaksanaannya kami laksanakan dengan prokes ketat, untuk nakes menggunakan APD lengkap,” jelas mantan direktur RSD Mangusada ini.

Pihaknya juga menambahkan, untuk petugas yang ikut dalam kegiatan tersebut merupakan yang bertugas pada jam pagi yakni satu orang dokter, tiga petugas dari Dinas Kesehatan, 2 petugas dari Satpol PP atau Dinas Perhubungan Badung, dua petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Badung atau dari Dinas Kebakaran Badung, dan seorang koordinator dari Dinkes Badung. Sementara itu peserta dari pasien yang menjalani karantina diikuti oleh perwakilan. “Saat ini kondisi di tempat isoter jumlahnya hampir penuh, dari data terakhir di pukul 13.00 seluruh pasien yang menjalani karantina sebanyak 627 orang. Dari jumlah ini ada sebanyak 189 bed yang masih kosong dari tujuh tempat isoter yang memiliki kapasitas 816 bed dengan total BOR mencapai 76,84 persen,” pungkasnya. (esa)


Most Read

Artikel Terbaru

/