27.6 C
Denpasar
Thursday, September 29, 2022

Maknai Kemerdekaan RI Sebagai Tanda Berdenyutnya Kembali Pariwisata Bali

Maknai Kemerdekaan RI, Mercure Lepas 77 Ekor Tukik

BADUNG, BALI EXPRESS – Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia seolah menjadi penanda berdenyutnya kembali pariwisata Bali. Setelah dua tahun lamanya meredup terhantam pandemi Covid-19, pelaku pariwisata dan akomodasi pariwisata, baik hotel-hotel maupun restoran, mulai beroperasi normal.

 

Banyak cara dilakukan para penyedia akomodasi pariwisata ini untuk memaknai Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia ini, sekaligus menarik perhatian para wisatawan sekitar, salah satunya pelepasliaran bayi penyu (tukik) sebagai simbol kemerdekaan. Seperti yang dilakukan salah satu hotel ternama di Kuta, Badung, Mercure Kuta Beach Bali.

 

Sesuai dengan usia kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 77 tukik dilepaskan di Pantai Kuta dengan menggandeng tidak hanya anggota hotel, BKSDA Bali, LPM Desa Adat Kuta, melainkan juga wisatawan mancanegara (wisman) yang tengah berlibur di Pantai Kuta.

 

Hotel Manager Mercure Kuta Beach Bali, Pantri Arini mengatakan, Mercure Kuta Beach Bali memilih cara yang berbeda dalam merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu dengan peduli lingkungan melalui program Plant For The Planet dan mendukung pemerintah dalam mempersiapkan G20. Dijelaskannya, Program Planet 21 juga sangat relevan dengan konsep hidup tangguh yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Bali yaitu Tri Hita Karana.

Baca Juga :  Jika Pariwisata Dibuka, Bali Terapkan New Normal Terintegrasi

 

“Pelepasan tukik ini sebagai simbol kemerdekaan kami. Keberadaan penyu sangat penting untuk menjaga ekosistem di laut. Menurut informasi dari Balai Konservasi Penyu, persentase keberhasilan tukik bisa hidup sampai dewasa tidak sampai 1 persen, sangat kecil. Ini langkah kami untuk membantu mengkonservasi penyu di Pantai Kuta ini,” jelasnya saat ditemui Selasa (16/8).

 

Pantri menjelaskan, dua tahun pandemi, hotelnya mulai kembali hidup. Dari 130 kamar hotel yang tersedia, tingkat okupansi saat ini telah mencapai di atas 80 persen. Untuk kunjungannya, didominasi wisatawan domestik (wisdom). Sementara wisman didominasi turis asal Australia dan India.

 

Tingginya tingkat okupansi, dikatakan dia, lantaran hotelnya sangat concern mengangkat konsep go green, salah satunya melalui program plant for the planet. Ia melihat, dengan memberdayakan produk lokal dari para petani dan ramah lingkungan, menjadi salah satu inovasi dan daya tarik bagi wisatawan. Khususnya, untuk meningkatkan okupansi hotel.

Baca Juga :  Dipastikan Tak Ada Palinggih Bersanding Kloset di Daup

 

Selain itu, pihaknya juga menerapkan Kampanye No Single Use Plastic dengan berkomitmen untuk berhenti menggunakan plastik sekali pakai di seluruh hotel-hotel dibawah naungan Accor Group.

 

“Untuk menghidupkan UMKM lokal, kami telah mengadakan bazaar di area hotel, dimana tamu dan wisatawan dapat membeli produk-produk yang dijual

masyarakat lokal. Kami membeli produk sayur dan telur dari UMKM yang dibentuk oleh pemerintah Kabupaten Badung,” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

BADUNG, BALI EXPRESS – Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia seolah menjadi penanda berdenyutnya kembali pariwisata Bali. Setelah dua tahun lamanya meredup terhantam pandemi Covid-19, pelaku pariwisata dan akomodasi pariwisata, baik hotel-hotel maupun restoran, mulai beroperasi normal.

 

Banyak cara dilakukan para penyedia akomodasi pariwisata ini untuk memaknai Hari Kemerdekaan ke-77 Republik Indonesia ini, sekaligus menarik perhatian para wisatawan sekitar, salah satunya pelepasliaran bayi penyu (tukik) sebagai simbol kemerdekaan. Seperti yang dilakukan salah satu hotel ternama di Kuta, Badung, Mercure Kuta Beach Bali.

 

Sesuai dengan usia kemerdekaan Republik Indonesia, sebanyak 77 tukik dilepaskan di Pantai Kuta dengan menggandeng tidak hanya anggota hotel, BKSDA Bali, LPM Desa Adat Kuta, melainkan juga wisatawan mancanegara (wisman) yang tengah berlibur di Pantai Kuta.

 

Hotel Manager Mercure Kuta Beach Bali, Pantri Arini mengatakan, Mercure Kuta Beach Bali memilih cara yang berbeda dalam merayakan Kemerdekaan Republik Indonesia, yaitu dengan peduli lingkungan melalui program Plant For The Planet dan mendukung pemerintah dalam mempersiapkan G20. Dijelaskannya, Program Planet 21 juga sangat relevan dengan konsep hidup tangguh yang diusung oleh Pemerintah Provinsi Bali yaitu Tri Hita Karana.

Baca Juga :  Dapat Teguran Mendagri Soal Insentif Nakes, Ini Jawaban Bupati Gianyar

 

“Pelepasan tukik ini sebagai simbol kemerdekaan kami. Keberadaan penyu sangat penting untuk menjaga ekosistem di laut. Menurut informasi dari Balai Konservasi Penyu, persentase keberhasilan tukik bisa hidup sampai dewasa tidak sampai 1 persen, sangat kecil. Ini langkah kami untuk membantu mengkonservasi penyu di Pantai Kuta ini,” jelasnya saat ditemui Selasa (16/8).

 

Pantri menjelaskan, dua tahun pandemi, hotelnya mulai kembali hidup. Dari 130 kamar hotel yang tersedia, tingkat okupansi saat ini telah mencapai di atas 80 persen. Untuk kunjungannya, didominasi wisatawan domestik (wisdom). Sementara wisman didominasi turis asal Australia dan India.

 

Tingginya tingkat okupansi, dikatakan dia, lantaran hotelnya sangat concern mengangkat konsep go green, salah satunya melalui program plant for the planet. Ia melihat, dengan memberdayakan produk lokal dari para petani dan ramah lingkungan, menjadi salah satu inovasi dan daya tarik bagi wisatawan. Khususnya, untuk meningkatkan okupansi hotel.

Baca Juga :  Jika Pariwisata Dibuka, Bali Terapkan New Normal Terintegrasi

 

Selain itu, pihaknya juga menerapkan Kampanye No Single Use Plastic dengan berkomitmen untuk berhenti menggunakan plastik sekali pakai di seluruh hotel-hotel dibawah naungan Accor Group.

 

“Untuk menghidupkan UMKM lokal, kami telah mengadakan bazaar di area hotel, dimana tamu dan wisatawan dapat membeli produk-produk yang dijual

masyarakat lokal. Kami membeli produk sayur dan telur dari UMKM yang dibentuk oleh pemerintah Kabupaten Badung,” katanya.






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru

/