alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Diduga Terpapar Covid, DPRD Bali Akan Terapkan Pembatasan Aktivitas

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali berancang-ancang untuk kembali melakukan pembatasan aktivitas seperti yang diterapkan pada awal pandemi Covid-19. Ini dilakukan menyusul sejumlah anggota DPRD Bali maupun staf sekretariat dewan yang diduga positif terpapar Covid-19.

 Rencana tersebut dibenarkan Sekretaris DPRD Bali, Gede Suralaga, saat dikonfirmasi. Namun dia menegaskan bahwa kepastian mengenai kebijakan ini akan diputuskan pimpinan dewan.

 “Ada arahnya seperti itu. Kembali seperti awal-awal pandemi. Tapi, kami masih menunggu kebijakan yang ditetapkan ketua dewan,” jelasnya, Kamis (17/9).

Menurutnya, kemungkinan pola kerja yang akan diterapkan nanti tidak jauh beda dengan yang diberlakukan saat awal pandemi. Bisa saja WFH (work from home) atau bekerja dari rumah. Sehingga hanya unsur pimpinan yang ke kantor. Begitu juga dengan staf sekretariat DPRD. “Atau isolasi total seluruh kantor. Untuk teknisnya kami masih menunggu keputusan ketua dewan,” sebutnya.

Bila memang itu jadi diterapkan, aktivitas anggota dewan di DPRD Bali yang sifatnya penting, seperti sidang paripurna atau pembahasan rancangan peraturan daerah (ranperda) akan dilakukan secara virtual.

 “Untuk pembahasan perda, memang ada yang ditargetkan selesai bulan depan. Kemungkinan sidang paripurna akan dilakukan secara virtual. Anggota (DPRD) mengikuti secara virtual. Hanya unsur pimpinan yang hadir langsung dalam sidang,” tukas Suralaga.

Disinggung mengenai siapa saja anggota DPRD Bali yang dinyatakan positif terpapar Covid-19, Suralaga mengaku tidak mengetahui detailnya. Pihaknya hanya mendapatkan informasi nonformal dari beberapa staf komisi. Meski begitu, setidaknya ada lima sampai enam orang yang diinformasikan positif.

Selain itu, Suralaga enggan berspekulasi perihal dari mana titik awal penyebaran Covid-19 di kalangan anggota DPRD maupun staf sekretariat DPRD. Menurutnya, kemungkinan besar terpapar saat melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.

Apa setelah kejadian ini tidak ada rencana sterilisasi atau disinfeksi? “Justru itu. Sebetulnya setiap minggu dilakukan disinfeksi. Tiap ruangan disemprot pakai disinfektan. Itu setiap minggu,” pungkasnya.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali berancang-ancang untuk kembali melakukan pembatasan aktivitas seperti yang diterapkan pada awal pandemi Covid-19. Ini dilakukan menyusul sejumlah anggota DPRD Bali maupun staf sekretariat dewan yang diduga positif terpapar Covid-19.

 Rencana tersebut dibenarkan Sekretaris DPRD Bali, Gede Suralaga, saat dikonfirmasi. Namun dia menegaskan bahwa kepastian mengenai kebijakan ini akan diputuskan pimpinan dewan.

 “Ada arahnya seperti itu. Kembali seperti awal-awal pandemi. Tapi, kami masih menunggu kebijakan yang ditetapkan ketua dewan,” jelasnya, Kamis (17/9).

Menurutnya, kemungkinan pola kerja yang akan diterapkan nanti tidak jauh beda dengan yang diberlakukan saat awal pandemi. Bisa saja WFH (work from home) atau bekerja dari rumah. Sehingga hanya unsur pimpinan yang ke kantor. Begitu juga dengan staf sekretariat DPRD. “Atau isolasi total seluruh kantor. Untuk teknisnya kami masih menunggu keputusan ketua dewan,” sebutnya.

Bila memang itu jadi diterapkan, aktivitas anggota dewan di DPRD Bali yang sifatnya penting, seperti sidang paripurna atau pembahasan rancangan peraturan daerah (ranperda) akan dilakukan secara virtual.

 “Untuk pembahasan perda, memang ada yang ditargetkan selesai bulan depan. Kemungkinan sidang paripurna akan dilakukan secara virtual. Anggota (DPRD) mengikuti secara virtual. Hanya unsur pimpinan yang hadir langsung dalam sidang,” tukas Suralaga.

Disinggung mengenai siapa saja anggota DPRD Bali yang dinyatakan positif terpapar Covid-19, Suralaga mengaku tidak mengetahui detailnya. Pihaknya hanya mendapatkan informasi nonformal dari beberapa staf komisi. Meski begitu, setidaknya ada lima sampai enam orang yang diinformasikan positif.

Selain itu, Suralaga enggan berspekulasi perihal dari mana titik awal penyebaran Covid-19 di kalangan anggota DPRD maupun staf sekretariat DPRD. Menurutnya, kemungkinan besar terpapar saat melakukan kunjungan kerja ke luar daerah.

Apa setelah kejadian ini tidak ada rencana sterilisasi atau disinfeksi? “Justru itu. Sebetulnya setiap minggu dilakukan disinfeksi. Tiap ruangan disemprot pakai disinfektan. Itu setiap minggu,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/