alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Rai Mantra dan Jaya Negara Berharap Tetap Waspadai Korona

DENPASAR, BALI EXPRESS – Hari suci Galungan yang dimaknai sebagai kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan), jatuh setiap Budha Kliwon Wuku Dunggulan. Tahun ini hari suci Galungan jatuh pada  tanggal 16 September 2020. Sementara hari suci Kuningan jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan atau pada tanggal 26 September 2020. Namun, perayaan hari suci kali ini terasa berbeda lantaran berada pada suasana pandemic  Covid-19. 

Serangkaian menyambut Galungan dan Kuningan kali ini, pemerintah Kota Denpasar juga menggelar beberapa kegiatan secara terbatas dengan tetap berpedoman pada disiplin protokol kesehatan. Di antaranya pasar murah dan pemantauan harga bahan pokok. Tampak pula umat Hindu di Kota Denpasar melaksanakan persiapan. Namun hiruk pikuk yang biasanya terjadi sedikit tak tampak, lantaran penerapan protokol kesehatan. 

Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota IGN Jaya Negara di sela-sela kegiatan kemasyarakatan dan kepemerintahan, Senin (14/9), mengatakan bahwa momentum ini hendaknya dimanfaatkan masyarakat khususnya umat Hindu  untuk menjadikan Galungan dan Kuningan untuk senantiasa selalu meningkatkan srada bhakti kehadapan Ida Shang Hyang Widi Wasa. Diketahui bersama, saat ini seluruh umat manusia sedang menghadapi tantangan yang sangat luar biasa, tentang keselamatan, keberuntungan dan kesadaran. Semoga pada hari suci Galungan dan Kuningan, Dharma senantiasa menuntun umat manusia terbebas dari tantangan hidupnya. 

Lebih lanjut, Rai Mantra mengatakan, kemenangan dharma melawan adharma pada masa kini haruslah diterjemahkan sebagai upaya dan tekad untuk terus berkarya meningkatkan kualitas kehidupan yang seimbang antara material dan spiritual sehingga mampu mencapai kebahagiaan dengan selalu berpijak kepada ajaran agama Hindu seperti dharma, artha, kama, dan moksah.

Rai Mantra juga mengajak masyarakat untuk selalu mulat sarira, mempererat  tali persaudaraan dan tali silaturahmi antar masyarakat. Mulat sarira menjadi pesan dalam catatan perjalanan ke belakang, mengevaluasi langkah kita dalam mengamalkan ajaran dharma baik dharmaning agama maupun dharmaning negara. Merencanakan kehidupan dalam memberikan manfaat pada masa depan yang lebih baik, sejahtera dan damai. Selain itu, dalam masa pandemi Covid-19 ini,  pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan, mengingat saat ini Covid-19 masih menjadi ancaman bagi umat manusia. “Jadikanlah spirit hari raya Galungan dan Kuningan ini menjadi ajang mulat sarira dalam menyikapi tantangan saat ini, dan jadi momentum untuk ngrastiti bhakti. Semoga alam semesta kembali pulih dan normal serta Covid-19 segera berlalu,” kata Rai Mantra.

Rai Mantra dan Jaya Negara juga  mengajak masyarakat Denpasar untuk selalu berpikir, berkata dan berbuat yang baik. Selain itu, pembuatan upakara juga diharapkan sederhana dengan mengedepankan makna dalam pelaksanaanya, mengingat masa pandemi Covid-19 belum memungkinkan untuk kita berkumpul dan beraktivitas seperti sedia kala. 

Senada dengan hal tersebut, Wakil Walikota, IGN Jaya Negara mengatakan, momentum perayaan Galungan dan Kuningan ini hendaknya dijadikan satu titik tolak untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, lebih berkualitas dan mampu mewujudkan kesejahteraan. Terlebih pada masa Covid-19 ini, masyarakat harus lebih waspada dan meningkatkan imunitas serta selalu berdoa. Sarana upakara untuk Galungan juga diharapkan dapat dikemas sederhana dan pola perayaan wajib mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman. 

Dalam kesempatan itu, Walikota Rai Mantra dan Wakil Walikota Jaya Negara menyampaikan ucapan selamat hari suci Galungan dan Kuningan. “Semoga pada hari suci Galungan dan Kuningan, dharma senantiasa menuntun umat manusia terbebas dari tantangan hidupnya. Selamat melaksanakan hari suci Galungan dan Kuningan, dumogi rahayu sareng sami,” ujar Rai Mantra dan Jaya Negara.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Hari suci Galungan yang dimaknai sebagai kemenangan dharma (kebaikan) melawan adharma (keburukan), jatuh setiap Budha Kliwon Wuku Dunggulan. Tahun ini hari suci Galungan jatuh pada  tanggal 16 September 2020. Sementara hari suci Kuningan jatuh pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan atau pada tanggal 26 September 2020. Namun, perayaan hari suci kali ini terasa berbeda lantaran berada pada suasana pandemic  Covid-19. 

Serangkaian menyambut Galungan dan Kuningan kali ini, pemerintah Kota Denpasar juga menggelar beberapa kegiatan secara terbatas dengan tetap berpedoman pada disiplin protokol kesehatan. Di antaranya pasar murah dan pemantauan harga bahan pokok. Tampak pula umat Hindu di Kota Denpasar melaksanakan persiapan. Namun hiruk pikuk yang biasanya terjadi sedikit tak tampak, lantaran penerapan protokol kesehatan. 

Walikota Denpasar I.B Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota IGN Jaya Negara di sela-sela kegiatan kemasyarakatan dan kepemerintahan, Senin (14/9), mengatakan bahwa momentum ini hendaknya dimanfaatkan masyarakat khususnya umat Hindu  untuk menjadikan Galungan dan Kuningan untuk senantiasa selalu meningkatkan srada bhakti kehadapan Ida Shang Hyang Widi Wasa. Diketahui bersama, saat ini seluruh umat manusia sedang menghadapi tantangan yang sangat luar biasa, tentang keselamatan, keberuntungan dan kesadaran. Semoga pada hari suci Galungan dan Kuningan, Dharma senantiasa menuntun umat manusia terbebas dari tantangan hidupnya. 

Lebih lanjut, Rai Mantra mengatakan, kemenangan dharma melawan adharma pada masa kini haruslah diterjemahkan sebagai upaya dan tekad untuk terus berkarya meningkatkan kualitas kehidupan yang seimbang antara material dan spiritual sehingga mampu mencapai kebahagiaan dengan selalu berpijak kepada ajaran agama Hindu seperti dharma, artha, kama, dan moksah.

Rai Mantra juga mengajak masyarakat untuk selalu mulat sarira, mempererat  tali persaudaraan dan tali silaturahmi antar masyarakat. Mulat sarira menjadi pesan dalam catatan perjalanan ke belakang, mengevaluasi langkah kita dalam mengamalkan ajaran dharma baik dharmaning agama maupun dharmaning negara. Merencanakan kehidupan dalam memberikan manfaat pada masa depan yang lebih baik, sejahtera dan damai. Selain itu, dalam masa pandemi Covid-19 ini,  pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa disiplin menerapkan protokol kesehatan, mengingat saat ini Covid-19 masih menjadi ancaman bagi umat manusia. “Jadikanlah spirit hari raya Galungan dan Kuningan ini menjadi ajang mulat sarira dalam menyikapi tantangan saat ini, dan jadi momentum untuk ngrastiti bhakti. Semoga alam semesta kembali pulih dan normal serta Covid-19 segera berlalu,” kata Rai Mantra.

Rai Mantra dan Jaya Negara juga  mengajak masyarakat Denpasar untuk selalu berpikir, berkata dan berbuat yang baik. Selain itu, pembuatan upakara juga diharapkan sederhana dengan mengedepankan makna dalam pelaksanaanya, mengingat masa pandemi Covid-19 belum memungkinkan untuk kita berkumpul dan beraktivitas seperti sedia kala. 

Senada dengan hal tersebut, Wakil Walikota, IGN Jaya Negara mengatakan, momentum perayaan Galungan dan Kuningan ini hendaknya dijadikan satu titik tolak untuk menjadikan masa depan yang lebih baik, lebih berkualitas dan mampu mewujudkan kesejahteraan. Terlebih pada masa Covid-19 ini, masyarakat harus lebih waspada dan meningkatkan imunitas serta selalu berdoa. Sarana upakara untuk Galungan juga diharapkan dapat dikemas sederhana dan pola perayaan wajib mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Yakni menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak aman. 

Dalam kesempatan itu, Walikota Rai Mantra dan Wakil Walikota Jaya Negara menyampaikan ucapan selamat hari suci Galungan dan Kuningan. “Semoga pada hari suci Galungan dan Kuningan, dharma senantiasa menuntun umat manusia terbebas dari tantangan hidupnya. Selamat melaksanakan hari suci Galungan dan Kuningan, dumogi rahayu sareng sami,” ujar Rai Mantra dan Jaya Negara.


Most Read

Artikel Terbaru

/