alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Saat Umanis Galungan, Dua Warung Terbakar di Gianyar

GIANYAR, BALI EXPRESS – Kebakaran terjadi di dua lokasi yang berbeda bertepatan perayaan Umanis Galungan, Kamis (17/9). Pertama adalah warung yang terletak di Banjar Teruna, Desa Siangan, Gianyar, dan kedua di sebuah warung yang terletak di Banjar Margasengkala, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materi mencapai puluhan juta rupiah.

Warung Ketut Samudra,55 di dekat  Lapangan Wibisana, Banjar Teruna, Desa Siangan, terbakar sekitar pukul 11.30 Wita. Kejadian tersebut diketahui warga setempat yang saat itu berada di sekitar lokasi. Warga kaget melihat ada asap dan api muncul dari warung. Melihat kejadian tetsebut, salah satu warga langsung memukul kulkul (kentongan) banjar guna meminta pertolongan.

Wakil Kelihan Adat Desa Siangan, Made Catra,55, menuturkan, pada saat terjadi kebakaran warung dalam keadaan tertutup karena ditinggal oleh pemiliknya keluar rumah. Sedangkan istri pemilik warung, Ketut Wardani, yang  melihat warungnya ludes dilalap si jago merah langsung mendadak lemas. Sebelum terjadinya kebakaran, pemilik warung tersebut sempat mabanten. Diduga kebakaran berasal dari percikan api dari dalam warung.

Selain digunakan berjualan, warung tersebut juga digunakan oleh pemiliknya sebagai tempat tinggal. Akibat kebakaran ini, seluruh barang dagangan dan sejumlah barang berharga, seperti perhiasan dan juga uang tunai habis terbakar. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 50 juta. 

Dengan adanya musibah ini, pihak Desa Adat Siangan akan segera melakukan upacara pembersihan. Sebab, kebakaran itu berada di lahan milik desa, dan lokasinya berada tepat di bawah pohon beringin yang disakralkan warga. “Pohon beringin ini disakralkan dan sudah diupacarai,” tandas Catra.

Sementaran lokasi kebakaran yang ada di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, terjadi sekitar pukul 11.40 Wita.  Kebakaran warung milik Made Sandi, 55,  seluas 8 x 5 meter ini, tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Gianyar, I Made Watha, menjelaska,  anggotanya telah membantu memadamkan api di dua lokasi kebakaran yang berbeda tersebut. “Dalam sehari kami padamkan api di dua lokasi, dengan mengerahkan masing-masing dua armada. Untuk penyebab kebakarannya masih dalam proses penyelidikan,” tandas pria asal Sukawati tersebut.

 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Kebakaran terjadi di dua lokasi yang berbeda bertepatan perayaan Umanis Galungan, Kamis (17/9). Pertama adalah warung yang terletak di Banjar Teruna, Desa Siangan, Gianyar, dan kedua di sebuah warung yang terletak di Banjar Margasengkala, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian materi mencapai puluhan juta rupiah.

Warung Ketut Samudra,55 di dekat  Lapangan Wibisana, Banjar Teruna, Desa Siangan, terbakar sekitar pukul 11.30 Wita. Kejadian tersebut diketahui warga setempat yang saat itu berada di sekitar lokasi. Warga kaget melihat ada asap dan api muncul dari warung. Melihat kejadian tetsebut, salah satu warga langsung memukul kulkul (kentongan) banjar guna meminta pertolongan.

Wakil Kelihan Adat Desa Siangan, Made Catra,55, menuturkan, pada saat terjadi kebakaran warung dalam keadaan tertutup karena ditinggal oleh pemiliknya keluar rumah. Sedangkan istri pemilik warung, Ketut Wardani, yang  melihat warungnya ludes dilalap si jago merah langsung mendadak lemas. Sebelum terjadinya kebakaran, pemilik warung tersebut sempat mabanten. Diduga kebakaran berasal dari percikan api dari dalam warung.

Selain digunakan berjualan, warung tersebut juga digunakan oleh pemiliknya sebagai tempat tinggal. Akibat kebakaran ini, seluruh barang dagangan dan sejumlah barang berharga, seperti perhiasan dan juga uang tunai habis terbakar. Diperkirakan kerugian mencapai Rp 50 juta. 

Dengan adanya musibah ini, pihak Desa Adat Siangan akan segera melakukan upacara pembersihan. Sebab, kebakaran itu berada di lahan milik desa, dan lokasinya berada tepat di bawah pohon beringin yang disakralkan warga. “Pohon beringin ini disakralkan dan sudah diupacarai,” tandas Catra.

Sementaran lokasi kebakaran yang ada di Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, terjadi sekitar pukul 11.40 Wita.  Kebakaran warung milik Made Sandi, 55,  seluas 8 x 5 meter ini, tidak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 15 juta.

Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Gianyar, I Made Watha, menjelaska,  anggotanya telah membantu memadamkan api di dua lokasi kebakaran yang berbeda tersebut. “Dalam sehari kami padamkan api di dua lokasi, dengan mengerahkan masing-masing dua armada. Untuk penyebab kebakarannya masih dalam proses penyelidikan,” tandas pria asal Sukawati tersebut.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/