Selasa, 26 Oct 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Fraksi Golkar Cetuskan Perumda DS Ikut Kelola Sampah

17 September 2021, 19: 34: 22 WIB | editor : Nyoman Suarna

Fraksi Golkar Cetuskan Perumda DS Ikut Kelola Sampah

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Tabanan I Made Asta Dharma (Dok.Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) Mandung di Kecamatan Kerambitan yang sempat krodit belum lama ini kembali jadi sorotan legislatif Tabanan.

Salah satunya dari Fraksi Partai Golkar yang sempat mengangkat persoalannya melalui pemandangan umum di sidang paripurna belum lama ini.

Terkait pemandangan umum tersebut, fraksi tersebut mencetuskan gagasan agar pengelolaan sampah mulai melibatkan pihak ketiga. Sehingga pengelolaan yang ada sekarang jauh lebih profesional.

Baca juga: Bentuk Kerjasama Pemprov Jabar dan Bali, Luncurkan Program Beli Bali

Kalaupun tidak dengan pihak ketiga, bisa juga dengan memanfaatkan Perusahaan Umum Daerah Dharma Santika (Perumda DS). Mendorong untuk melakukan penjualan sampah plastik.

"Kami yakin bisa. Kan itu perusahaan daerah. Mereka menjalankan bisnis. Bisa dengan menjual sampah plastik. Tentu yang sudah dipilah dan dicacah untuk dibawa ke pabrik," jelas Ketua Fraksi Partai Golkar, I Made Asta Dharma, Jumat (17/9).

Tidak menutup kemungkinan juga, sambung dia, untuk sampah organiknya yang bisa dijual kembali sebagai pupuk. "Dengan kata lain menjadikannya sebagai salah satu unit usaha," sambungnya.

Menurutnya, pengelolaan sampah di TPA Mandung sudah overload. Bahkan sebelumnya, bersama anggota DPRD Tabanan lain, pihaknya sempat beberapa kali meninjau kondisi TPA.

Kemudian memberikan gagasan agar tiga desa di wilayah kota dijadikan pilot project pemilihan sampah berbasis desa. Mengingat tiga desa itu memiliki produksi sampah yang tinggi.

Dengan pemilihan tersebut, sambungnya lagi, sampah yang masuk ke TPA sudah dalam keadaan tersortir. Yang organik bisa dimanfaatkan kembali menjadi pupuk.

Sementara yang anorganik, khususnya plastik, bisa dicacah sebelum dibawa ke pabrik untuk diolah lagi. Salah satunya pabrik plastik di Penyalin, Kecamatan Kerambitan.

"Sehingga yang masuk TPA tinggal residunya saja. Pada prinsipnya masukan ini sudah kami sampaikan kepada pihak terkait," pungkasnya.

(bx/hai/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia