Selasa, 26 Oct 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Kasus Salah Input Data Pasien Covid, Segera Gelar Perkara

17 September 2021, 07: 13: 59 WIB | editor : Nyoman Suarna

Kasus Salah Input Data Pasien Covid, Segera Gelar Perkara

CEK : Polisi saat mengecek kebenaran ke tempat kerja Ketut JG, pasien sembuh Covid-19 yang didata meninggal padahal masih hidup. (istimewa)

Share this      

DENPASAR, BALI EXPRESS - Heboh salah input data pasien Covid-19 sembuh dilaporkan meninggal serius ditindaklanjuti Satreskrim Polresta Denpasar. Terbaru, polisi disebut melakukan gelar perkara kasus tersebut.

Hal itu disampaikan Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol Mikael Hutabarat, Kamis (16/9). Hasil gelar perkara akan menentukan apakah ada unsur tindak pidana atau tidak dalam kasus tersebut. Sampai saat ini sudah puluhan orang diperiksa. 

Termasuk operator Satgas Covid-19 Kota Denpasar berinisial Kadek MS, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar hingga dua orang pasien yang diinput meninggal. "Sudah banyak orang yang kami periksa. Sekarang tinggal gelar perkara," ujarnya.

Baca juga: Penetapan Tersangka Korupsi Masker Tinggal Tunggu Audit BPKP

Sebagaimana diberitakan, pasien Covid-19 ini pertama kali heboh saat pasien sembuh berinisial Ketut JG dilaporkan meninggal pada sistem NAR. Padahal dirinya telah dinyatakan sembuh dan diperbolehkan keluar dari tempat Isolasi Terpusat di Hotel Prime Biz Kuta, Badung, Sabtu (4/9) pukul 11.30 Wita. Namun beberapa jam berikutnya, JG malah didata meninggal dan masuk sampai ke Kementerian Kesehatan RI. 

Saat itu, anggota Polresta Denpasar menelepon HRD di tempat kerja Ketut JG bernama Selly untuk mengkonfirmasi apakah benar yang bersangkutan meninggal. Hal itu dibantah, yang faktanya JG masih hidup damasih berisitirahat di kampung halamannya Seririt, Buleleng. 

Ketika kasus itu diselidiki Satreskrim Polresta Denpasar, didapati masalah yang sama terjadi lagi Senin (6/9) dengan pasien berinisial Dwi WB. Parahnya, yang melakukan pendataan salah itu adalah operator Satgas Covid-19 yang sama yakni Kadek MS. "Kalau masyarakat menemukan adanya kejanggalan yang serupa terjadi di RS agar melaporkannya, karena kepolisian juga memiliki keterbatasan dalam melakukan pantauan segala tindak pidana," tutupnya. (ges)

(bx/ras/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia