Selasa, 26 Oct 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Meski Telah Dibuka, Tanah Lot Masih Lengang

17 September 2021, 18: 11: 13 WIB | editor : Nyoman Suarna

Meski Telah Dibuka, Tanah Lot Masih Lengang

LENGANG : situasi lengang di lokasi utama obyek wisata Tanah Lot seperti terpantau pada Jumat (17/9). (Chairul Amri Simabur/Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Sejumlah daya tarik wisata (DTW) di Tabanan sudah mulai buka. Boleh menerima kunjungan wisatawan. Setelah hampir dua bulan lamanya tutup.

Pembukaan dalam status uji coba itu telah dimulai sejak pekan lalu. Tepatnya mulai pada Rabu (8/9). Satu persatu manajemen DTW di Tabanan mulai beroperasi lagi.

Meski kegiatan wisata mulai berdenyut lagi, tidak demikian dengan geliat pelakunya. Langkah mereka tidak langsung gesit.

Baca juga: Sempat Molor, Taman Tegenungan Mulai Digarap Seharga 934 Juta

Di DTW Tanah Lot di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, misalnya. Banyak pedagang sovenir yang memilih untuk tutup kios. Hanya segelintir yang buka. Itupun pada jalur utama menuju Pura Luhur Tanah Lot.

Begitu juga dengan para pedagang sovenir yang keliling. Atau para penjaja jasa foto di tempat. Seperti yang terlihat pada Jumat (17/9).

Minimnya pedagang yang buka di Tanah Lot bukannya tanpa hitung-hitungan. Sebagian di antara mereka terlihat masih melihat situasi lebih lanjut.

Maklum saja, wisatawan yang datang ke Tanah Lot juga masih belum signifikan. Belum lagi ada ketentuan pembatasan jumlah orang di areal wisata untuk menghindari kerumunan.

Seperti dijelaskan Humas DTW Tanah Lot, Kadek Niti, kunjungan bagi wisatawan dibatasi seribu orang. Selain itu tingkat kunjungan per harinya rata-rata sekitar 300 orang.

"Kalau akhir pekannya enam ratusan orang. Itu pada 12 September kemarin," jelasnya.

Ini juga yang menjadi pertimbangan para pedagang di sekitar Tanah Lot memilih untuk belum buka.

"Kalaupun buka, mereka memilih akhir pekan biar tidak nanggung," imbuhnya.

Di lain pihak, salah seorang fotografer langsung jadi, Nyoman Sugianto, menuturkan hal yang sama. Dia sendiri belum ada sepekan beroperasi lagi.

"Masih sepi. Belum begitu ramai. Saya baru lima hari kerja lagi," kata Sugianto yang ditemui di areal karang dekat Pura Luhur Tanah Lot.

Dia sendiri berharap, mulai beroperasinya sektor pariwisata ini bisa berlanjut terus. Tidak lagi disertai dengan penutupan seperti belum lama ini. Apalagi momen akhir tahun sudah dalam hitungan bulan.

"Saya sudah lama mengaso. Hampir dua tahunan. Galungan pada Oktober ini sudah genap dua tahun. Dan selama mengaso saya bertani di sawah. Tanam padi. Lagi 20 hari baru bisa panen," sebut Sugianto yang asli Beraban.

(bx/hai/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia