Selasa, 26 Oct 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Sempat Molor, Taman Tegenungan Mulai Digarap Seharga 934 Juta

17 September 2021, 16: 30: 08 WIB | editor : Nyoman Suarna

Sempat Molor, Taman Tegenungan Mulai Digarap Seharga 934 Juta

SEMPAT MOLOR : Taman Tegenungan yang saat ini tengah dikerjakan, Jumat (17/9). (Dewa Rastana/Bali Express)

Share this      

GIANYAR, BALI EXPRESS -  Gianyar akan memiliki objek wisata baru lagi. Kali ini berada di Kecamatan Sukawati yakni Taman Tegenungan. Saat ini objek wisata yang berlokasi di tepi Sungai Petanu, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, itu pun sedang dalam proses pengerjaan.

Dari pantauan di lapangan, proyek Taman Tegenungan ini kontraknya dimulai per tanggal 19 Agustus 2021 dengan luas lahan mencapai 1077,54 are. Penataan taman tersebut memiliki nilai PAGU sebesar Rp 943 Juta lebih. Penataan meliputi pemasangan batu kali, dan pemasangan batu candi untuk dinding taman.

Kuasa Direktur CV. Marga Ayu, Komang Suamba menjelaskan bahwa progress pengerjaan proyek pertanggal 12 September 2021 baru mencapai 5,83 persen dari target awal 11,66 persen. Kata dia hal itu terjadi karena pengerjaan mundur lebih dari 1 minggu. "Ada minus 5,83 persen karena sempat mundur 1 minggu," ujarnya Jumat (17/9).

Baca juga: Koster Ajak Komponen Pariwisata Bali Solid Dukung Pemerintah

Namun pihaknya akan melakukan evaluasi tentunya agar target pengerjaan proyek bisa dikejar. Ditambahkannya jika pihaknya mempekerjakan 14 orang yang seluruhnya merupakan tenaga lokal. "Nanti tiap Senin kami evaluasi. Mudah-mudahan pekan depan terkejar targetnya," imbuhnya.

Kata dia kendala yang pihaknya temui adalah ukuran tanah total 1077 meter persegi yang tidak sinkron antara batas selatan dan batas utara. "Antara selatan dan utara tidak ketemu titik nol," sebutnya.

Tak hanya itu saja, desain gambar juga mengalami perubahan. Sehingga pengerjaan efektif baru dimulai 25 Agustus 2021 lalu atau molor dari tanggal kontrak dimulai. "Ini yang membuat pengerjaan tertunda seminggu karena gambar sempat belum jelas. Setelah rapat baru bisa mulai dikerjakan," jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menjelaskan bahwa taman tersebut dibangun mengikuti kontur tanah yang miring ke utara, sedangkan disebelah timur terdapat jurang sehingga rawan terjadi longsor. Kendatipun demikian pihak kontraktor tetap mengerjakan taman dengan maksimal. "Meskipun mengalami kendala,  kami yakin 3 bulan selesai. Tetap kami kejar, dengan tambah tenaga sehingga bisa selesai tepat waktu," tandasnya.

(bx/ras/man/JPR)

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia