Rabu, 01 Dec 2021
Bali Express
Home / Bali
icon featured
Bali

Minim Guru Kantongi Cakep Nasional, 35 Sekolah Tanpa Kepsek Definitif

17 Oktober 2021, 19: 51: 36 WIB | editor : Nyoman Suarna

Minim Guru Kantongi Cakep Nasional, 35 Sekolah Tanpa Kepsek Definitif

Kadisdik Tabanan I Nyoman Putra. (Dok.Bali Express)

Share this      

TABANAN, BALI EXPRESS - Dinas Pendidikan (Disdik) Tabanan sejauh ini masih mendata jumlah guru-guru yang memiliki sertifikat calon kepala (cakep) nasional untuk diangkat sebagai kepala sekolah definitif. Menyusul kekosongan posisi kepala sekolah pada puluhan SD maupun SMP di Tabanan.

Setidaknya, ada 31 SD dan empat SMP yang terdata sejauh ini, mengalami kekosongan kepala sekolah. Seluruh sekolah itulah yang hendak diisi dengan kepala sekolah definitif.

Namun proses pengisiannya juga tidak mudah. Sejumlah persyaratan mesti dipenuhi sesuai rujukan aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kabudayaan (Kemendikbud).

Baca juga: Percepat Pembangunan di Desa, Sanjaya Dukung Desa KBS

Kepalas Disdik Tabanan I Nyoman Putra menjelaskan, pengangkatan kepala sekolah merujuk pada Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018.

Sesuai ketentuan itu, pengangkatan kepala sekolah hanya bisa dilakukan terhadap guru yang telah memiliki sertifikat cakep nasional.

"Bahkan permendikbub itu juga lagi direvisi. Nantinya setifikat cakep nasional itu akan digantikan dengan sertifikat Guru Penggerak," jelas Putra, Minggu (17/10).

Saat inu, sambung dia, proses pendataan terhadap guru-guru yang nemiliki sertifikat cakep nasional tengah dilakukan.

Seberapapun jumlahnya akan diajukan ke bupati untuk diangkat sebagai kepala sekolah definitif melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM).

Sebagai gambaran awal, kepemilikan sertifikat cakep nasional masih terhitung sedikit. Demikian halnya dengan sertifikat Guru Penggerak yang rencananya akan menjadi syarat bagi seorang guru diangkat sebagai kepala sekolah ke depannya.

Dengan gambaran seperti itu, ada peluang beberapa sekolah tidak memiliki kepala sekolah definitif. Dan terhadap sekolah-sekolah yang tidak memiliki kepala sekolah definitf, Disdik akan menunjuk pelaksana tugas atau plt kepala sekolah.

"Kepala sekolah yang kosong akan kami taruh plt," katanya.

Adapun plt yang ditunjuk adalah mereka yang merupakan kepala sekolah definitif dari satuan pendidikan atau sekolah setingkat terdekat. 

"Misalnya SMP Negeri 2  Baturiti, Plt-nya Kepala SMP Negeri 1 Baturiti yang definitif. Demikian juga di SD," tegasnya.

Persoalan mengenai kekosongan kepala sekolah ini sempat dibahas dalam rapat kerja atau raker di DPRD Tabanan.

Waktu itu, Komisi IV yang salah satunya membidangi urusan pendidikan memastikan kondisi tersebut. Serta menanyakan kebijakan yang akan ditempuh Disdik setempat untuk mengantisipasi kekosongannya.

(bx/hai/man/JPR)


Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia