alexametrics
28.8 C
Denpasar
Tuesday, June 28, 2022

Percepat Pembangunan di Desa, Sanjaya Dukung Desa KBS

TABANAN, BALI EXPRESS – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mendukung penerapan program Desa Kerthi Bali Sejahtera (KBS) yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

 

Lewat program ini, percepatan pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Bali di tingkat desa akan dilakukan dengan melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN sebagai Tim Desa KBS.

 

Dukungan ini disampaikan Sanjaya saat memberikan sambutan dalam pencanangan sekaligus pembentukan tim Desa KBS yang terdiri dari 716 desa dan 1.493 desa adat se-Bali pada Sabtu (16/10).

 

Pencanangan dan pembentukan tim Desa KBS tersebut berlangsung terpusat di

Desa Selabih, Kecamatan Selamadeg Barat. Serta dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama.

 

Sanjaya menyebutkan, program Desa KBS merupakan gagasan cemerlang. Karena melibatkan peran serta ASN dan non-ASN sebagai fasilitator serta mediator untuk mempercepat pembangunan yang diselenggarakan Pemprov Bali di tingkat desa.

 

“Dukungan penuh atas program ini yakni dengan membentuk tim Desa Kerthi Bali Sejahtera Kabupaten Tabanan untuk mendampingi dan berkolaborasi bersama Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera Pemprov Bali dan seluruh desa yang ada di Tabanan,” ujar Sanjaya.

 

Di saat yang sama, dia juga mengimbau seluruh ASN dan non-ASN di Tabanan yang tersebar di sepuluh kecamatan, 133 desa, dan 349 desa adat bersama-sama mempercepat realisasi program Desa KBS.

 

“Semoga sinergi ini bisa membangkitkan Gerakan Semesta Berencana dari desa. Karena tanpa dukungan masyarakat, visi misi akan tetap menjadi untaian kata-kata indah tanpa makna,” tukasnya.

 

Sementara itu, Gubernur Koster dalam sambutannya menyebutkan, Tim Desa KBS dibentuk sebagai fasilitator dan mediator dalam mempercepat pelaksanaan program pembangunan Pemprov Bali di tingkat desa maupun kelurahan. Serta di desa adat.

 

Di setiap desa terdapat satu tim yang berasal dari desa itu sendiri. Atau dari desa tetangga yang terdekat.

 

“Tim ini bertugas membumikan visi pembangunan Pemprov Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dan Prinsip Tri Sakti Bung Karno di tingkat desa,” ujarnya.

 

Desa, sambung Koster, diposisikan sebagai subyek dan obyek pembangunan yang memiliki hak dan kewajiban untuk mengatur dan mengurus kepentingannya sesuai kebutuhan, kondisi, potensi, dan kearifan lokal masyarakat.

Secara umum program ini bertujuan menghadirkan ASN dan non ASN di tengah-tengah masyarkat untuk membumikan kebijakan dan program sebagai implementasi visi pembangunan Pemprov Bali melalui tim Desa KBS.


TABANAN, BALI EXPRESS – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mendukung penerapan program Desa Kerthi Bali Sejahtera (KBS) yang dicanangkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

 

Lewat program ini, percepatan pembangunan yang dilaksanakan Pemprov Bali di tingkat desa akan dilakukan dengan melibatkan seluruh aparatur sipil negara (ASN) maupun non-ASN sebagai Tim Desa KBS.

 

Dukungan ini disampaikan Sanjaya saat memberikan sambutan dalam pencanangan sekaligus pembentukan tim Desa KBS yang terdiri dari 716 desa dan 1.493 desa adat se-Bali pada Sabtu (16/10).

 

Pencanangan dan pembentukan tim Desa KBS tersebut berlangsung terpusat di

Desa Selabih, Kecamatan Selamadeg Barat. Serta dihadiri langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua DPRD Bali I Nyoman Adi Wiryatama.

 

Sanjaya menyebutkan, program Desa KBS merupakan gagasan cemerlang. Karena melibatkan peran serta ASN dan non-ASN sebagai fasilitator serta mediator untuk mempercepat pembangunan yang diselenggarakan Pemprov Bali di tingkat desa.

 

“Dukungan penuh atas program ini yakni dengan membentuk tim Desa Kerthi Bali Sejahtera Kabupaten Tabanan untuk mendampingi dan berkolaborasi bersama Tim Desa Kerthi Bali Sejahtera Pemprov Bali dan seluruh desa yang ada di Tabanan,” ujar Sanjaya.

 

Di saat yang sama, dia juga mengimbau seluruh ASN dan non-ASN di Tabanan yang tersebar di sepuluh kecamatan, 133 desa, dan 349 desa adat bersama-sama mempercepat realisasi program Desa KBS.

 

“Semoga sinergi ini bisa membangkitkan Gerakan Semesta Berencana dari desa. Karena tanpa dukungan masyarakat, visi misi akan tetap menjadi untaian kata-kata indah tanpa makna,” tukasnya.

 

Sementara itu, Gubernur Koster dalam sambutannya menyebutkan, Tim Desa KBS dibentuk sebagai fasilitator dan mediator dalam mempercepat pelaksanaan program pembangunan Pemprov Bali di tingkat desa maupun kelurahan. Serta di desa adat.

 

Di setiap desa terdapat satu tim yang berasal dari desa itu sendiri. Atau dari desa tetangga yang terdekat.

 

“Tim ini bertugas membumikan visi pembangunan Pemprov Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dan Prinsip Tri Sakti Bung Karno di tingkat desa,” ujarnya.

 

Desa, sambung Koster, diposisikan sebagai subyek dan obyek pembangunan yang memiliki hak dan kewajiban untuk mengatur dan mengurus kepentingannya sesuai kebutuhan, kondisi, potensi, dan kearifan lokal masyarakat.

Secara umum program ini bertujuan menghadirkan ASN dan non ASN di tengah-tengah masyarkat untuk membumikan kebijakan dan program sebagai implementasi visi pembangunan Pemprov Bali melalui tim Desa KBS.


Most Read

Artikel Terbaru

/