25.4 C
Denpasar
Thursday, March 23, 2023

Gedung Bocor, Atap SDN 4 Jehem Ditutup Terpal, Siswa Belajar di Perpustakaan

BANGLI, BALI EXPRESS – Kondisi gedung SDN 4 Jehem, Bangli, sungguh memprihatinkan. Atap ruang guru yang satu unit dengan ruang siswa kelas III harus ditutup dengan terpal. Hal itu dilakukan karena bocor. Semakin sering diguyur hujan, kondisinya semakin parah.

Terpal berukuran besar itu dipasang, Rabu (16/11).  Untuk sementara, siswa kelas III memanfaatkan ruang perpustakaan, yang sebenarnya juga bocor. Namun masih bisa diakali. Siswa diarahkan agar tidak berada di bawah titik yang bocor. Sedangkan guru masih memanfaatkan ruangan semula dengan penuh kehati-hatian.

Kepala SDN 4 Jehem I Made Suka Murna menyampaikan, pihaknya tidak bisa lagi memanfaatkan ruang kelas III, meski sudah ditutup terpal. Sebab rangka atas bangunan sudah lapuk. Ia khawatir jebol. “Hujan terus-menerus, kerusakan bangunan tambah parah. Waswas jebol,” kata Suka Murna.

Baca Juga :  ODGJ Sekap Anak Sendiri dalam Kamar di Tibubeneng

Tak hanya ruang kelas III, ruang guru dan perpustakaan, lanjut Suka, ruang lain di sekolah yang beralamat di Banjar Sama Undisan, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku ini sebenarnya juga banyak bocor. Seperti ruang kepala sekolah, ruang kelas IV dan VI. Namun ruang kelas III yang paling parah.

Kondisi sekolah seperti itu sudah terjadi bertahun-tahun. Bahkan saat ia mulai bertugas tahun 2013, sudah seperti itu. Banyak bocor. Pihak sekolah sudah beberapa kali memperbaikinya. Tak lama kemudian, bocor lagi.

Kok bisa seperti itu? Kepala sekolah asal Banjar Bangkiang Sidem, Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku ini mengatakan, perbaikan tidak bisa bertahan lama, karena rangka atas bangunan sudah rusak, baik karena usia ditambah kayunya dimakan rayap.

Baca Juga :  Polres Bangli Tebar 5 Ribu Benih Mujair di Danau Batur

Dengan nada berkelakar, Suka mengatakan, sekolah itu telah menjadi basis rayap. Di sisi lain, pihak sekolah tidak punya anggaran yang cukup untuk memperbaiki secara total. “Anggaran pemeliharaan tidak cukup, paling-paling untuk mengecat sudah ketetaran,” terangnya.

Atas kondisi bangunan seperti itu, pihaknya sudah menyampaikan ke pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli. Namun belum juga ditangani. Informasi yang ia dapat dari pihak Dinas Pendidikan, kondisi sekolah tersebut belum bisa masuk kategori rusak berat saat diunggah di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) agar dapat dana perbaikan dari pemerintah pusat. “Katanya upload Dapodik rusak berat tidak bisa, sedang bisa, karena masih bisa digunakan,” sebutnya. (wan)

 


BANGLI, BALI EXPRESS – Kondisi gedung SDN 4 Jehem, Bangli, sungguh memprihatinkan. Atap ruang guru yang satu unit dengan ruang siswa kelas III harus ditutup dengan terpal. Hal itu dilakukan karena bocor. Semakin sering diguyur hujan, kondisinya semakin parah.

Terpal berukuran besar itu dipasang, Rabu (16/11).  Untuk sementara, siswa kelas III memanfaatkan ruang perpustakaan, yang sebenarnya juga bocor. Namun masih bisa diakali. Siswa diarahkan agar tidak berada di bawah titik yang bocor. Sedangkan guru masih memanfaatkan ruangan semula dengan penuh kehati-hatian.

Kepala SDN 4 Jehem I Made Suka Murna menyampaikan, pihaknya tidak bisa lagi memanfaatkan ruang kelas III, meski sudah ditutup terpal. Sebab rangka atas bangunan sudah lapuk. Ia khawatir jebol. “Hujan terus-menerus, kerusakan bangunan tambah parah. Waswas jebol,” kata Suka Murna.

Baca Juga :  ODGJ Sekap Anak Sendiri dalam Kamar di Tibubeneng

Tak hanya ruang kelas III, ruang guru dan perpustakaan, lanjut Suka, ruang lain di sekolah yang beralamat di Banjar Sama Undisan, Desa Jehem, Kecamatan Tembuku ini sebenarnya juga banyak bocor. Seperti ruang kepala sekolah, ruang kelas IV dan VI. Namun ruang kelas III yang paling parah.

Kondisi sekolah seperti itu sudah terjadi bertahun-tahun. Bahkan saat ia mulai bertugas tahun 2013, sudah seperti itu. Banyak bocor. Pihak sekolah sudah beberapa kali memperbaikinya. Tak lama kemudian, bocor lagi.

Kok bisa seperti itu? Kepala sekolah asal Banjar Bangkiang Sidem, Desa Bangbang, Kecamatan Tembuku ini mengatakan, perbaikan tidak bisa bertahan lama, karena rangka atas bangunan sudah rusak, baik karena usia ditambah kayunya dimakan rayap.

Baca Juga :  Gianyar Suguhkan Aksi Pengibaran Merah Putih di Udara

Dengan nada berkelakar, Suka mengatakan, sekolah itu telah menjadi basis rayap. Di sisi lain, pihak sekolah tidak punya anggaran yang cukup untuk memperbaiki secara total. “Anggaran pemeliharaan tidak cukup, paling-paling untuk mengecat sudah ketetaran,” terangnya.

Atas kondisi bangunan seperti itu, pihaknya sudah menyampaikan ke pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bangli. Namun belum juga ditangani. Informasi yang ia dapat dari pihak Dinas Pendidikan, kondisi sekolah tersebut belum bisa masuk kategori rusak berat saat diunggah di Dapodik (Data Pokok Pendidikan) agar dapat dana perbaikan dari pemerintah pusat. “Katanya upload Dapodik rusak berat tidak bisa, sedang bisa, karena masih bisa digunakan,” sebutnya. (wan)

 


Most Read

Artikel Terbaru