alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Pramuka Jadi Komponen Penting Duta Perubahan Perilaku

JAKARTA, BALI EXPRESS – Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Praja Muda Karana (Pramuka) sudah ikut ambil bagian. Bahkan dalam perjalanan keikutsertaan gerakan kepanduan ini, Pramuka telah tergabung ke dalam Duta Perubahan Perilaku.

Mereka bahkan menjadi komponen penting dari Duta Perubahan Perilaku yang jumlah saat ini telah melampaui 50 ribu orang. Sebelas persen dari total jumlah Duta Perubahan Perilaku yang per Kamis siang (17/12) telah mencapai 50.327 orang merupakan anggota Pramuka.

“Sejak Covid-19 diumumkan, Pramuka sudah terlibat dalam berbagai aktivitas,” jelas Asisten Operasi Satgas Pramuka Peduli Penanggulangan Covid 19, Dr Saul Ronald Jacob Saleky, dalam dialog berjudul Pramuka Peduli Covid-19 yang disiarkan dari Media Center Graha BNPB (17/12).

Semula, sambung dia, memang ada kebingunan yang dihadapi Pramuka dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini. Mulai dari pemahaman mengenai Covid-19 hingga apa yang mesti dilakukan agar terhindar dari risiko penularannya.

“Pada waktu itu memang masih kebingungan. Apa yang kami hadapi sesungguhnya. Bagaimana dia menular. Bagaimana mengahadapinya. Masih sporadis waktu itu,” bebernya.

Dalam perkembangannya, Kwartir Nasional Pramuka Gerakan Pramuka mencoba memberikan pendampingan. Terlebih dalam perjalanannya, Pramuka diberikan ruang untuk terlibat sebagai Duta Perubahan Perilaku.

“Karena dari sisi keanggotaan kami, jumlahnya banyak. Dari sabang sampai Merauke. Kemudian keragaman anggotanya juga kami miliki. Dari anak-anak sampai dewasa. Itupun bahkan banyak yang manula,” bebernya.

Dalam situasi pandemi Covid-19, sambungnya, inilah kesempatan bagi anggota Pramuka untuk merealisasikan Janji Pramuka.

“Setiap Pramuka, yang Siaga berjanji setiap hari berbuat kebaikan. Sedangkan bagi yang lebih dewasa, berjanji akan ikut serta membangun masyarakat. Dalam situasi seperti ini setiap Pramuka wajib untuk membuktikan janjinya,” tukasnya.

Di masa-masa awal pandemi, Saul menyebutkan beberapa bentuk kegiatan yang sudah dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Di antaranya membuat hand sanitizer karena pada saat itu masih langka. Kemudian melakukan sosialisasi ke tempat-tempat umum seperti pasar.

“Jadi apa yang ada di sekitar itu yang disasar. Apa yang bisa dimanfaatkan, itu yang dikerjakan. Tentu berjejaring dengan pemerintah maupun lembaga lain,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Dr. Sonny Harry B Harmadi menyebutkan, dari 50,327 orang Duta Perubahan Perilaku sebanyak 5.674 merupakan Duta Perubahan Perilaku dari Pramuka.

“Dari jumlah keseluruhan itu hampir sebelas persen. Hebatnya lagi, tersebar merata di 34 provinsi dan 404 kabupaten atau kota di Indonesia. Dari 514 kabupaten atau kota, sudah 404 kabupaten atau kota yang ada Duta Perubahan Perilaku dari Pramuka,” beber Sonny.

Secara umum, Duta Perubahan Perilaku memiliki tugas untuk menjadi teladan dari perubahan perilaku untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kedua, mengedukasi masyarakat. Dan ketiga melaporkan situasi kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) melalui aplikasi.

“Dan bahkan (Duta Perubahan Perilaku) dengan swadaya sudah membagikan sembilan juta masker kepada masyarakat,” tukasnya. 


JAKARTA, BALI EXPRESS – Sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Praja Muda Karana (Pramuka) sudah ikut ambil bagian. Bahkan dalam perjalanan keikutsertaan gerakan kepanduan ini, Pramuka telah tergabung ke dalam Duta Perubahan Perilaku.

Mereka bahkan menjadi komponen penting dari Duta Perubahan Perilaku yang jumlah saat ini telah melampaui 50 ribu orang. Sebelas persen dari total jumlah Duta Perubahan Perilaku yang per Kamis siang (17/12) telah mencapai 50.327 orang merupakan anggota Pramuka.

“Sejak Covid-19 diumumkan, Pramuka sudah terlibat dalam berbagai aktivitas,” jelas Asisten Operasi Satgas Pramuka Peduli Penanggulangan Covid 19, Dr Saul Ronald Jacob Saleky, dalam dialog berjudul Pramuka Peduli Covid-19 yang disiarkan dari Media Center Graha BNPB (17/12).

Semula, sambung dia, memang ada kebingunan yang dihadapi Pramuka dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini. Mulai dari pemahaman mengenai Covid-19 hingga apa yang mesti dilakukan agar terhindar dari risiko penularannya.

“Pada waktu itu memang masih kebingungan. Apa yang kami hadapi sesungguhnya. Bagaimana dia menular. Bagaimana mengahadapinya. Masih sporadis waktu itu,” bebernya.

Dalam perkembangannya, Kwartir Nasional Pramuka Gerakan Pramuka mencoba memberikan pendampingan. Terlebih dalam perjalanannya, Pramuka diberikan ruang untuk terlibat sebagai Duta Perubahan Perilaku.

“Karena dari sisi keanggotaan kami, jumlahnya banyak. Dari sabang sampai Merauke. Kemudian keragaman anggotanya juga kami miliki. Dari anak-anak sampai dewasa. Itupun bahkan banyak yang manula,” bebernya.

Dalam situasi pandemi Covid-19, sambungnya, inilah kesempatan bagi anggota Pramuka untuk merealisasikan Janji Pramuka.

“Setiap Pramuka, yang Siaga berjanji setiap hari berbuat kebaikan. Sedangkan bagi yang lebih dewasa, berjanji akan ikut serta membangun masyarakat. Dalam situasi seperti ini setiap Pramuka wajib untuk membuktikan janjinya,” tukasnya.

Di masa-masa awal pandemi, Saul menyebutkan beberapa bentuk kegiatan yang sudah dilakukan di beberapa daerah di Indonesia. Di antaranya membuat hand sanitizer karena pada saat itu masih langka. Kemudian melakukan sosialisasi ke tempat-tempat umum seperti pasar.

“Jadi apa yang ada di sekitar itu yang disasar. Apa yang bisa dimanfaatkan, itu yang dikerjakan. Tentu berjejaring dengan pemerintah maupun lembaga lain,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Dr. Sonny Harry B Harmadi menyebutkan, dari 50,327 orang Duta Perubahan Perilaku sebanyak 5.674 merupakan Duta Perubahan Perilaku dari Pramuka.

“Dari jumlah keseluruhan itu hampir sebelas persen. Hebatnya lagi, tersebar merata di 34 provinsi dan 404 kabupaten atau kota di Indonesia. Dari 514 kabupaten atau kota, sudah 404 kabupaten atau kota yang ada Duta Perubahan Perilaku dari Pramuka,” beber Sonny.

Secara umum, Duta Perubahan Perilaku memiliki tugas untuk menjadi teladan dari perubahan perilaku untuk mencegah penyebaran Covid-19. Kedua, mengedukasi masyarakat. Dan ketiga melaporkan situasi kepatuhan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes) melalui aplikasi.

“Dan bahkan (Duta Perubahan Perilaku) dengan swadaya sudah membagikan sembilan juta masker kepada masyarakat,” tukasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/