alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

Rawan Penyalahgunaan Narkoba, 8 Desa Akan Dijadikan Desa Bersinar

GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebanyak 8 desa yang ada di Kabupaten Gianyar tahun 2021 mendatang, akan dijadikan Desa Bersih Narkoba (Bersinar). Hal itu dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar lantaran delapan desa tersebut dianggap rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. 

Jadi, 7 Desa Bersinar yang sudah ada akan ditambah kembali dengan dibentuknya lagi 8 Desa Bersinar, guna mencegah penggunaan dan peredaran narkoba.

Kepala BNNK Gianyar AKBP I Gusti Agung Alit menjelaskan, Desa Bersinar agar betul-betul bersih dari narkoba. Dibentuknya Desa Bersinar tidak lepas dari kerjasama, koordinasi dan komunikasi antara BNNK dengan desa dinas beserta desa adat. 

“Tahun ini kita sudah punya 7 Desa Bersinar, dan tahun 2021 kita akan bentuk kembali dengan 8 desa yang ada. Ini sebagai upaya kita sebagai mencegah penyalahgunaan narkoba,” terangnya, Kamis (17/12).

Disebutkannyanya,  pasca dibentuknya Desa Bersinar akan dilakukan kegiatan sebagai upaya mencegah sejak dini. Mulai menggiatkan sosialisasi, edukasi maupun koordinasi yang bertujuan mempersempit peredaran narkoba di masing-masing desa tersebut. 

“Dalam Desa Bersinar ini diperlukan sinergitas desa dinas dan desa adat. Maka yang bertanggung jawab pada Desa Bersinar ini adalah perbekel dan bendesa adat,” jelas pria asal Kecamatan Abiansemal, Badung ini. 

Desa Bersinar yang akan dibentuk 2021 ini, terdiri dari Desa Bresela, Kecamatan Payangan, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati, Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, dan Desa Singakerta beserta Desa Sayan yang ada di Kecamatan Ubud. 

Desa tersebut dibuat Desa Bersinar, lanjut perwira polisi asal Desa Sibang Gede, Abiansemal ini, karena desa tersebut rawan penyalahgunaan narkoba. Selain sebagai tempat wisata, diduga juga sebagai jalur peredaran barang terlarang tersebut.

“Dari pemetaan memang rawan , karena di sana ada tempat wisata maupun hiburan. Dengan adanya Desa Bersinar ini diharapkan peredaran bisa ditekan,” tandasnya. 

Ditambahkannya, BNNK memiliki empat bidang yang bekerja untuk memerangi penyalahgunaan narkoba di desa. Ada yang bertugas di Bidang Umum, Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat. Bidang Pemberantasan, dan Bidang Rehabilitasi.

“Dari Desa Bersinar supaya bisa mereka (masyarakat) melindungi diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan desa, untuk terhindar dari penyalahgunaan narkotika,” tandasnya. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Sebanyak 8 desa yang ada di Kabupaten Gianyar tahun 2021 mendatang, akan dijadikan Desa Bersih Narkoba (Bersinar). Hal itu dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gianyar lantaran delapan desa tersebut dianggap rawan peredaran dan penyalahgunaan narkoba. 

Jadi, 7 Desa Bersinar yang sudah ada akan ditambah kembali dengan dibentuknya lagi 8 Desa Bersinar, guna mencegah penggunaan dan peredaran narkoba.

Kepala BNNK Gianyar AKBP I Gusti Agung Alit menjelaskan, Desa Bersinar agar betul-betul bersih dari narkoba. Dibentuknya Desa Bersinar tidak lepas dari kerjasama, koordinasi dan komunikasi antara BNNK dengan desa dinas beserta desa adat. 

“Tahun ini kita sudah punya 7 Desa Bersinar, dan tahun 2021 kita akan bentuk kembali dengan 8 desa yang ada. Ini sebagai upaya kita sebagai mencegah penyalahgunaan narkoba,” terangnya, Kamis (17/12).

Disebutkannyanya,  pasca dibentuknya Desa Bersinar akan dilakukan kegiatan sebagai upaya mencegah sejak dini. Mulai menggiatkan sosialisasi, edukasi maupun koordinasi yang bertujuan mempersempit peredaran narkoba di masing-masing desa tersebut. 

“Dalam Desa Bersinar ini diperlukan sinergitas desa dinas dan desa adat. Maka yang bertanggung jawab pada Desa Bersinar ini adalah perbekel dan bendesa adat,” jelas pria asal Kecamatan Abiansemal, Badung ini. 

Desa Bersinar yang akan dibentuk 2021 ini, terdiri dari Desa Bresela, Kecamatan Payangan, Desa Singapadu Tengah, Kecamatan Sukawati, Kelurahan Ubud, Kecamatan Ubud, Desa Manukaya, Kecamatan Tampaksiring, Desa Buruan, Kecamatan Blahbatuh, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, dan Desa Singakerta beserta Desa Sayan yang ada di Kecamatan Ubud. 

Desa tersebut dibuat Desa Bersinar, lanjut perwira polisi asal Desa Sibang Gede, Abiansemal ini, karena desa tersebut rawan penyalahgunaan narkoba. Selain sebagai tempat wisata, diduga juga sebagai jalur peredaran barang terlarang tersebut.

“Dari pemetaan memang rawan , karena di sana ada tempat wisata maupun hiburan. Dengan adanya Desa Bersinar ini diharapkan peredaran bisa ditekan,” tandasnya. 

Ditambahkannya, BNNK memiliki empat bidang yang bekerja untuk memerangi penyalahgunaan narkoba di desa. Ada yang bertugas di Bidang Umum, Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat. Bidang Pemberantasan, dan Bidang Rehabilitasi.

“Dari Desa Bersinar supaya bisa mereka (masyarakat) melindungi diri sendiri, keluarga, lingkungan, dan desa, untuk terhindar dari penyalahgunaan narkotika,” tandasnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/