alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Gelar Rekonstruksi Pembunuhan Istri Siri, Motif Pelaku Sakit Hati

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Polres Buleleng pada Jumat (17/12) akhirnya menggelar reka ulang (rekonstruksi) kasus pembunuhan Sri Indrawati di Banjar Dinas Tegallantang, Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak. Gelar rekonstruksi dilangsungkapkan di Mapolres Buleleng, dan diikuti langsung pelaku Su’in, yang tak lain suami siri korban. Reka ulang dilakukan sebanyak 15 adegan. Dari hasil rekonstruksi tersebut, polisi mengungkap motif penganiayaan yang dilakukan Su’in tak lain karena sakit hati dengan korban.

Kasatreskrim Polres Buleleng AKP Yogie Pramagita mengatakan, pelaksanaan rekonstruksi dugaan pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang lain sebagaimana dimaksud dalam pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP dengan terduga Su’in alias IN terhadap korban Sri Indrawati. Dalam rekonstruksi terlihat pada adegan yang kelima tersangka Su’in terlihat melakukan pemukulan terhadap korban di dalam kamar.

Dilanjutkan pada adegan keenam saat tersangka memukul korban dengan benda berupa botol handbody bekas. Kemudian pada adegan ketujuh, tersangka kembali memukul korban dengan tangan berulang kali, yang mengakibatkan korban tergeletak tidak sadarkan diri. “Total ada 15 adegan, dan sudah dipastikan karena sakit hati,” kata dia.

Kasatreskrim Yogie menyampaikan, rekonstruksi ini dilakukan untuk menyesuaikan keterangan yang diberikan saksi-saksi, dan juga tersangka. Sehingga peristiwa tersebut menjadi lebih terang dan jelas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sri Indrawati, meregang nyawa usai dihajar suaminya sendiri. Peristiwa itu terjadi ketika keduanya tengah minum-minuman keras bersama dua orang rekan lainnya, pada Senin (22/11) pukul 22.00. Sekitar pukul 00.00, korban Sri Indrawati terlibat adu mulut dengan Su’in. Pertengkaran terjadi dan pelaku tidak dapat mengontrol emosi. Lalu pelaku memukul korban berulang kali pada bagian kepala hingga korban tersungkur ke lantai. Merasa puas menghajar istrinya, Su’in turut tertidur di samping korban dalam satu kamar.

Sehari kemudian, atau pada Selasa (23/11) pukul 04.00, Su’in terbangun. Ia bermaksud membangunkan istrinya. Namun, Sri tidak bergerak, tidak bernapas dan tubuhnya telah kaku. Mengetahui hal tersebut, Su’in melaporkan peristiwa itu ke Polsek Celukan Bawang.






Reporter: Dian Suryantini

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Polres Buleleng pada Jumat (17/12) akhirnya menggelar reka ulang (rekonstruksi) kasus pembunuhan Sri Indrawati di Banjar Dinas Tegallantang, Desa Pengulon, Kecamatan Gerokgak. Gelar rekonstruksi dilangsungkapkan di Mapolres Buleleng, dan diikuti langsung pelaku Su’in, yang tak lain suami siri korban. Reka ulang dilakukan sebanyak 15 adegan. Dari hasil rekonstruksi tersebut, polisi mengungkap motif penganiayaan yang dilakukan Su’in tak lain karena sakit hati dengan korban.

Kasatreskrim Polres Buleleng AKP Yogie Pramagita mengatakan, pelaksanaan rekonstruksi dugaan pembunuhan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan matinya orang lain sebagaimana dimaksud dalam pasal 338 KUHP dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP dengan terduga Su’in alias IN terhadap korban Sri Indrawati. Dalam rekonstruksi terlihat pada adegan yang kelima tersangka Su’in terlihat melakukan pemukulan terhadap korban di dalam kamar.

Dilanjutkan pada adegan keenam saat tersangka memukul korban dengan benda berupa botol handbody bekas. Kemudian pada adegan ketujuh, tersangka kembali memukul korban dengan tangan berulang kali, yang mengakibatkan korban tergeletak tidak sadarkan diri. “Total ada 15 adegan, dan sudah dipastikan karena sakit hati,” kata dia.

Kasatreskrim Yogie menyampaikan, rekonstruksi ini dilakukan untuk menyesuaikan keterangan yang diberikan saksi-saksi, dan juga tersangka. Sehingga peristiwa tersebut menjadi lebih terang dan jelas.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sri Indrawati, meregang nyawa usai dihajar suaminya sendiri. Peristiwa itu terjadi ketika keduanya tengah minum-minuman keras bersama dua orang rekan lainnya, pada Senin (22/11) pukul 22.00. Sekitar pukul 00.00, korban Sri Indrawati terlibat adu mulut dengan Su’in. Pertengkaran terjadi dan pelaku tidak dapat mengontrol emosi. Lalu pelaku memukul korban berulang kali pada bagian kepala hingga korban tersungkur ke lantai. Merasa puas menghajar istrinya, Su’in turut tertidur di samping korban dalam satu kamar.

Sehari kemudian, atau pada Selasa (23/11) pukul 04.00, Su’in terbangun. Ia bermaksud membangunkan istrinya. Namun, Sri tidak bergerak, tidak bernapas dan tubuhnya telah kaku. Mengetahui hal tersebut, Su’in melaporkan peristiwa itu ke Polsek Celukan Bawang.






Reporter: Dian Suryantini

Most Read

Artikel Terbaru

/