alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Groundbreaking Relokasi PLTG Grati ke Pesanggaran dan PLTS Hybrid Nusa Penida

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali, Wayan Koster melaksanakan groundbreaking Relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Grati Ke Pesanggaran, Kota Denpasar dan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Nusa Penida, Kabupaten Klungkung pada, Jumat (18/2).

Acara groundbreaking ini dihadiri oleh Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra. Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ade T. Sutiawarman. Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Kadisnaker, ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda, Kapolresta Denpasar, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Direktur Utama PT. PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, Dirut PT Indonesia Power, Ahsin Sidqi, dan PLN Group.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan kebahagiaannya karena PT. PLN (Persero) telah memulai Relokasi PLTG Grati Ke Pesanggaran. Dengan kapasitas 2 X 100 MW dan Pembangunan PLTS Hybrid Nusa Penida dengan kapasitas 3,5 MW yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Implementasi visi ini salah satunya untuk menciptakan kualitas udara yang bersih demi terciptanya kualitas hidup yang sehat di Pulau Bali. Dengan menerapkan sumber energi yang ramah lingkungan sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 Tentang Bali Energi Bersih dengan melaksanakannya dari hulu sampai hilir.

“Bali secara regulasi juga telah memiliki Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 Tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Dengan tujuan menciptakan kualitas udara yang bersih. Pengunaan kendaraan motor listrik,” kata Wayan Koster tidak akan menimbulkan polusi suara dan tidak mencemari udara atau mengeluarkan asap.

Bali yang bersih juga memberikan rasa nyaman dan berdampak positif terhadap kunjungan wisatawan. Dimana sebelum pandemi, sempat angka kunjungannya naik dari 6 juta menjadi 6 juta 300 Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan dari 9 juta menjadi 10 juta 500 Wisatawan Domestik (Wisdom) yang berkunjung ke Bali.  Karena adanya kebijakan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

“Penggunaan energi bersih di Bali mendapat respon positif dan apresiasi dari sejumlah negara,” kata Gubernur Bali jebolan ITB ini.

Mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini kemudian menyoroti energi listrik yang ada di Bali sebagian masih menggunakan bahan bakar fosil. Atas kondisi itu, Saya bicara dengan Menteri ESDM untuk meminta agar yang berbahan bakar fosil ini ditransisikan paling tidak menggunakan gas/PLTG, seperti di Gillimanuk, Kabupaten Jembrana dan di Celukan bawang dan Pemaron, Kabupaten Buleleng.

Gubernur Bali kemudian menargetkan Bali mandiri energi dengan energi bersih dengan rencana dibangunnya tenaga listrik.  Supaya bisa memenuhi kebutuhan energi untuk konsumsi domestik ataupun juga konsumsi wisatawan, hotel, restaurant, serta industri di Pulau Dewata.

“Mengapa Bali ini perlu mandiri energi, selain untuk kebutuhan domestiknya. Karena Bali adalah pintu masuk wisata dunia terbesar di Indonesia. Jadi harus memiliki kepastian keberlanjutan dari kebutuhan energi yang bisa dikelola dan dikontrol langsung oleh daerah. Sekarang sedang disiapkan kebijakan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),” tegasnya.

Dimana nantinya diharapkan rumah, hotel, restaurant, perkantoran, pasar swalayan, serta fasilitas umum lainnya menggunakan rooftop. Sehingga Bali akan keren dan betul-betul menjadi destinasi pariwisata yang digemari oleh masyarakat luar.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali, Wayan Koster melaksanakan groundbreaking Relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Grati Ke Pesanggaran, Kota Denpasar dan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Nusa Penida, Kabupaten Klungkung pada, Jumat (18/2).

Acara groundbreaking ini dihadiri oleh Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra. Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ade T. Sutiawarman. Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Kadisnaker, ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda, Kapolresta Denpasar, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Direktur Utama PT. PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, Dirut PT Indonesia Power, Ahsin Sidqi, dan PLN Group.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyatakan kebahagiaannya karena PT. PLN (Persero) telah memulai Relokasi PLTG Grati Ke Pesanggaran. Dengan kapasitas 2 X 100 MW dan Pembangunan PLTS Hybrid Nusa Penida dengan kapasitas 3,5 MW yang sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Implementasi visi ini salah satunya untuk menciptakan kualitas udara yang bersih demi terciptanya kualitas hidup yang sehat di Pulau Bali. Dengan menerapkan sumber energi yang ramah lingkungan sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 Tentang Bali Energi Bersih dengan melaksanakannya dari hulu sampai hilir.

“Bali secara regulasi juga telah memiliki Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 Tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai. Dengan tujuan menciptakan kualitas udara yang bersih. Pengunaan kendaraan motor listrik,” kata Wayan Koster tidak akan menimbulkan polusi suara dan tidak mencemari udara atau mengeluarkan asap.

Bali yang bersih juga memberikan rasa nyaman dan berdampak positif terhadap kunjungan wisatawan. Dimana sebelum pandemi, sempat angka kunjungannya naik dari 6 juta menjadi 6 juta 300 Wisatawan Mancanegara (Wisman) dan dari 9 juta menjadi 10 juta 500 Wisatawan Domestik (Wisdom) yang berkunjung ke Bali.  Karena adanya kebijakan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 Tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

“Penggunaan energi bersih di Bali mendapat respon positif dan apresiasi dari sejumlah negara,” kata Gubernur Bali jebolan ITB ini.

Mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini kemudian menyoroti energi listrik yang ada di Bali sebagian masih menggunakan bahan bakar fosil. Atas kondisi itu, Saya bicara dengan Menteri ESDM untuk meminta agar yang berbahan bakar fosil ini ditransisikan paling tidak menggunakan gas/PLTG, seperti di Gillimanuk, Kabupaten Jembrana dan di Celukan bawang dan Pemaron, Kabupaten Buleleng.

Gubernur Bali kemudian menargetkan Bali mandiri energi dengan energi bersih dengan rencana dibangunnya tenaga listrik.  Supaya bisa memenuhi kebutuhan energi untuk konsumsi domestik ataupun juga konsumsi wisatawan, hotel, restaurant, serta industri di Pulau Dewata.

“Mengapa Bali ini perlu mandiri energi, selain untuk kebutuhan domestiknya. Karena Bali adalah pintu masuk wisata dunia terbesar di Indonesia. Jadi harus memiliki kepastian keberlanjutan dari kebutuhan energi yang bisa dikelola dan dikontrol langsung oleh daerah. Sekarang sedang disiapkan kebijakan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS),” tegasnya.

Dimana nantinya diharapkan rumah, hotel, restaurant, perkantoran, pasar swalayan, serta fasilitas umum lainnya menggunakan rooftop. Sehingga Bali akan keren dan betul-betul menjadi destinasi pariwisata yang digemari oleh masyarakat luar.

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/