alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

PMI Tabanan Stok Darah untuk Medis Masih Aman

TABANAN, BALI EXPRESS – Kebutuhan darah untuk keperluan medis hingga kini masih terhitung tinggi. Setidaknya hampir dalam dua tahun terakhir ini. Berbarengan dengan pandemi Covid-19.

 

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Tabanan. Sekalipun bank darah yang dikelola Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) setempat dalam kondisi mencukupi kebutuhan.

 

“Sejak (pandemi) Covid-19, kebutuhannya tinggi,” jelas Ketua PMI Tabanan, I Made Edi Wirawan, Kamis (17/2).

 

Kendati demikian, lewat program donor darah rutin yang dilakukan sebulan sekali, kebutuhan yang tinggi itu masih bisa ditutupi. Ditambah lagi dengan adanya relawan donor darah yang jumlahnya seratusan orang. Bahkan relawan ini ada juga yang dari luar Tabanan.

 

“Tiap bulan ada kegiatan donor. Tentu pendonornya harus memenuhi syarat,” imbuhnya.

 

Mengenai sirkulasi kebutuhan dari pendonor ke bank darah, selama program vaksinasi memang agak tersendat. Karena mereka yang baru divaksin tidak diperkenankan untuk melakukan donor darah terlebih dulu.

 

“Kalau lagi vaksin atau sudah vaksin tidak bisa langsung donor. Ada jeda kurang lebih sebulan atau tiga minggu kalau tidak salah,” sebutnya.

 

Untuk menyiasatinya, UDD PMI yang bermarkas di Rumah Sakit Nyitdah rencananya akan dibuka 24 jam. Pertimbangannya untuk mengantisipasi kebutuhan darah mendadak. “Terutama untuk bencana. Yang namanya bencana kan tidak bisa dipastikan terjadinya,” sambungnya lagi.

 

Selain pasokan yang tersendat, biaya operasional pelaksanaan donor darah juga menurun dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

 

Menurutnya, sebelum pandemi Covid-19, biaya operasional yang bersumber dari hibah kabupaten sebanyak Rp 250 juta. Kini turun menjadi Rp 75 juta. Sedangkan dari PMI sendiri yang tadinya Rp 135 juta juga menurun.

 

“Dari sisi tenaga juga ada kekurangan. Kalau laporan yang masuk ke saya, kekurangan (tenaga) kurang lebih lagi lima orang untuk keperluan stand by di markas,” bebernya.

 

Sekalipun demikian, dia menjamin sejauh ini ketersediaan stok darah masih relatif aman. Pemanfaatannya bukan saja untuk pasien di wilayah Tabanan saja. Namun untuk kabupaten/kota lainnya. Sepanjang pihak PMI atau rumah sakit di kabupaten/kota lainnya memang membutuhkan.

 

“Tapi kami sarankan juga, pihak pasien dari kabupaten atau kota lain yang perlu darah, untuk melakukan donor juga. Kenapa begitu? Ini untuk mengamankan stok kami juga,” pungkasnya.

 

Berdasarkan data harian UDD PMI Tabanan, stok darah sampai dengan kemarin terdiri dari golongan A sebanyak 47 kantong, golongan B sebanyak 13 kantong, golongan O sebanyak 23 kantong, dan AB sebanyak 15 kantong.

 

” Itu (stok darah) per hari ini (kemarin). Karena laporannya bersifat harian,” pungkasnya.






Reporter: Chairul Amri Simabur

TABANAN, BALI EXPRESS – Kebutuhan darah untuk keperluan medis hingga kini masih terhitung tinggi. Setidaknya hampir dalam dua tahun terakhir ini. Berbarengan dengan pandemi Covid-19.

 

Kondisi serupa juga terjadi di Kabupaten Tabanan. Sekalipun bank darah yang dikelola Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (UDD PMI) setempat dalam kondisi mencukupi kebutuhan.

 

“Sejak (pandemi) Covid-19, kebutuhannya tinggi,” jelas Ketua PMI Tabanan, I Made Edi Wirawan, Kamis (17/2).

 

Kendati demikian, lewat program donor darah rutin yang dilakukan sebulan sekali, kebutuhan yang tinggi itu masih bisa ditutupi. Ditambah lagi dengan adanya relawan donor darah yang jumlahnya seratusan orang. Bahkan relawan ini ada juga yang dari luar Tabanan.

 

“Tiap bulan ada kegiatan donor. Tentu pendonornya harus memenuhi syarat,” imbuhnya.

 

Mengenai sirkulasi kebutuhan dari pendonor ke bank darah, selama program vaksinasi memang agak tersendat. Karena mereka yang baru divaksin tidak diperkenankan untuk melakukan donor darah terlebih dulu.

 

“Kalau lagi vaksin atau sudah vaksin tidak bisa langsung donor. Ada jeda kurang lebih sebulan atau tiga minggu kalau tidak salah,” sebutnya.

 

Untuk menyiasatinya, UDD PMI yang bermarkas di Rumah Sakit Nyitdah rencananya akan dibuka 24 jam. Pertimbangannya untuk mengantisipasi kebutuhan darah mendadak. “Terutama untuk bencana. Yang namanya bencana kan tidak bisa dipastikan terjadinya,” sambungnya lagi.

 

Selain pasokan yang tersendat, biaya operasional pelaksanaan donor darah juga menurun dibandingkan sebelum pandemi Covid-19.

 

Menurutnya, sebelum pandemi Covid-19, biaya operasional yang bersumber dari hibah kabupaten sebanyak Rp 250 juta. Kini turun menjadi Rp 75 juta. Sedangkan dari PMI sendiri yang tadinya Rp 135 juta juga menurun.

 

“Dari sisi tenaga juga ada kekurangan. Kalau laporan yang masuk ke saya, kekurangan (tenaga) kurang lebih lagi lima orang untuk keperluan stand by di markas,” bebernya.

 

Sekalipun demikian, dia menjamin sejauh ini ketersediaan stok darah masih relatif aman. Pemanfaatannya bukan saja untuk pasien di wilayah Tabanan saja. Namun untuk kabupaten/kota lainnya. Sepanjang pihak PMI atau rumah sakit di kabupaten/kota lainnya memang membutuhkan.

 

“Tapi kami sarankan juga, pihak pasien dari kabupaten atau kota lain yang perlu darah, untuk melakukan donor juga. Kenapa begitu? Ini untuk mengamankan stok kami juga,” pungkasnya.

 

Berdasarkan data harian UDD PMI Tabanan, stok darah sampai dengan kemarin terdiri dari golongan A sebanyak 47 kantong, golongan B sebanyak 13 kantong, golongan O sebanyak 23 kantong, dan AB sebanyak 15 kantong.

 

” Itu (stok darah) per hari ini (kemarin). Karena laporannya bersifat harian,” pungkasnya.






Reporter: Chairul Amri Simabur

Most Read

Artikel Terbaru

/