alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Diduga Karena Depresi, Warga Mundeh Kawan Bunuh Diri

TABANAN, BALI EXPRESS – Warga Banjar Mundeh Kawan, Desa Mundeh Kangin, Selamadeg Barat, Rabu (17/3) malam, dibuat terhenyak dengan aksi bunuh diri yang dilakukan salah seorang warganya. Ulah pati itu dilakukan oleh I Made Setiawan alias Sopio,41, di dalam gubuk kebunnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, peristiwa itu diketahui sekitar pukul 20.30 Wita. Itupun setelah keluarganya melakukan pencarian sejak pukul 19.00 Wita.

Pada saat ditemukan, korban yang mengenakan kaos hitam sudah dalam keadaan gantung diri. Peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada Bendesa Adat setempat, yang selanjutnya diteruskan ke petugas Polsek Selemadeg Barat.

Adalah I Wayan Diarsa, 38, yang pertama kali menemukan korban dalam keadaan meninggal dengan cara tragis, gantung diri. Kebetulan Diarsa merupakan ipar korban.

Diarsa menemukan korban setelah melakukan pencarian usai ditelepon kakaknya, Ni Wayan Yoginingsih,42, yang tidak lain istri korban. Saat ditelepon, kakaknya tersebut menanyakan apakah korban berada di rumahnya.

Saksi menyebutkan korban tidak ada di rumahnya. Namun, seingatnya, siang hari setelah melakukan persembahyangan korban terlihat pergi ke kebun. Sejak itu dia tidak melihatnya sampai dengan saat ditelepon.

“Selanjutnya saksi (Wayan Diarsa) mencari korban ke kebun milik korban. Semula ke arah timur, namun korban tidak ditemukan. Selanjutnya ke arah barat, saksi menemukan motor korban jenis Kawasaki KLX terparkir di bawah pohon Manggis,” ujar Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia yang membenarkan laporan terjadinya peristiwa tersebut, Kamis (18/3).

Dari penemuan motor itulah, saksi kemudian melanjutkan pencarian ke arah gubug di kebun milik korban. Gubuk itu berukuran 2 x 3 meter dan berdinding batako. Hanya pintunya saja yang berupa terpal warna biru.

Saat membuka terpal itulah, saksi menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung. “Saksi kemudian melaporkan kejadian itu ke Bendesa Adat setempat dan peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Selemadeg Barat,” sambungnya.

Identifikasi kemudian dilakukan setelah petugas dari Unit Reskrim Polsek Selemadeg Barat dan Babinkamtibmas. Saat itu tubuh korban sudah dibaringkan masyarakat setempat. Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan petugas medis dari Puskesmas Selemadeg Barat, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

“Mengenai modus, dugaan sementara korban melakukan perbuatan itu karena depresi,” pungkasnya, seraya menyebutkan pihak keluarga menerima peristiwa itu sebagai musibah. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Warga Banjar Mundeh Kawan, Desa Mundeh Kangin, Selamadeg Barat, Rabu (17/3) malam, dibuat terhenyak dengan aksi bunuh diri yang dilakukan salah seorang warganya. Ulah pati itu dilakukan oleh I Made Setiawan alias Sopio,41, di dalam gubuk kebunnya.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, peristiwa itu diketahui sekitar pukul 20.30 Wita. Itupun setelah keluarganya melakukan pencarian sejak pukul 19.00 Wita.

Pada saat ditemukan, korban yang mengenakan kaos hitam sudah dalam keadaan gantung diri. Peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada Bendesa Adat setempat, yang selanjutnya diteruskan ke petugas Polsek Selemadeg Barat.

Adalah I Wayan Diarsa, 38, yang pertama kali menemukan korban dalam keadaan meninggal dengan cara tragis, gantung diri. Kebetulan Diarsa merupakan ipar korban.

Diarsa menemukan korban setelah melakukan pencarian usai ditelepon kakaknya, Ni Wayan Yoginingsih,42, yang tidak lain istri korban. Saat ditelepon, kakaknya tersebut menanyakan apakah korban berada di rumahnya.

Saksi menyebutkan korban tidak ada di rumahnya. Namun, seingatnya, siang hari setelah melakukan persembahyangan korban terlihat pergi ke kebun. Sejak itu dia tidak melihatnya sampai dengan saat ditelepon.

“Selanjutnya saksi (Wayan Diarsa) mencari korban ke kebun milik korban. Semula ke arah timur, namun korban tidak ditemukan. Selanjutnya ke arah barat, saksi menemukan motor korban jenis Kawasaki KLX terparkir di bawah pohon Manggis,” ujar Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu I Nyoman Subagia yang membenarkan laporan terjadinya peristiwa tersebut, Kamis (18/3).

Dari penemuan motor itulah, saksi kemudian melanjutkan pencarian ke arah gubug di kebun milik korban. Gubuk itu berukuran 2 x 3 meter dan berdinding batako. Hanya pintunya saja yang berupa terpal warna biru.

Saat membuka terpal itulah, saksi menemukan korban sudah dalam keadaan tergantung. “Saksi kemudian melaporkan kejadian itu ke Bendesa Adat setempat dan peristiwa ini dilaporkan ke Polsek Selemadeg Barat,” sambungnya.

Identifikasi kemudian dilakukan setelah petugas dari Unit Reskrim Polsek Selemadeg Barat dan Babinkamtibmas. Saat itu tubuh korban sudah dibaringkan masyarakat setempat. Dari hasil pemeriksaan luar yang dilakukan petugas medis dari Puskesmas Selemadeg Barat, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan.

“Mengenai modus, dugaan sementara korban melakukan perbuatan itu karena depresi,” pungkasnya, seraya menyebutkan pihak keluarga menerima peristiwa itu sebagai musibah. 


Most Read

Artikel Terbaru

/