alexametrics
24.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Banyak Sampah Plastik dan Bisa Rusak Tanaman

Petani Subak Delod Belang Keluhkan Sampah di Saluran Irigasi


GIANYAR, BALI EXPRESS – Persoalan sampah yang terbawa pada saluran irigasi apalagi sampai masuk ke areal sawah petani menjadi salah satu persoalan yang dihadapi petani di Subak Delod Belang, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Pekaseh Subak Delod Belang, I Ketut Suana, 56, Jumat (18/3). Dirinya mengatakan bahwa permasalahan yang dihadapi para petani saat ini salah satunya adalah sampah plastik yang tersangkut di saluran irigasi, apalagi sampai masuk ke areal sawah petani. “Sampah yang masuk ke dalam sawah bisa merusak tanaman, apalagi sampah plastik,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, para petani terpaksa mengumpulkan sampah-sampah plastik yang ada kemudian dibakar. Dan setiap musim tanam, pata petani juga akan melakukan pembersihan di saluran irigasi. “Tapi sampahnya terus datang, kita ambil satu datang dua. Karena jalur air dan kita dihilir ya kita jadi penampung sampah,” imbuhnya.

Belum lagi saat hujan turun, sampah akan menumpuk dan sering kali menyebabkan banjir di jalan subak karena tumpukan sampah. Sehingga pihaknya berharap masyarakat yang ada dihulu tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga kebersihan.

Namun pihaknya bersyukur, persoalan sampah tidak sampai membuat tanaman padi variestas M 70 D yang ditanam seluas 24 hektar di Subak Delod Belang rusak. “Untuk pengairan sementara aman, dan kita bisa panen,” pungkasnya.



GIANYAR, BALI EXPRESS – Persoalan sampah yang terbawa pada saluran irigasi apalagi sampai masuk ke areal sawah petani menjadi salah satu persoalan yang dihadapi petani di Subak Delod Belang, Desa Singapadu Kaler, Kecamatan Sukawati, Gianyar.

Seperti halnya yang disampaikan oleh Pekaseh Subak Delod Belang, I Ketut Suana, 56, Jumat (18/3). Dirinya mengatakan bahwa permasalahan yang dihadapi para petani saat ini salah satunya adalah sampah plastik yang tersangkut di saluran irigasi, apalagi sampai masuk ke areal sawah petani. “Sampah yang masuk ke dalam sawah bisa merusak tanaman, apalagi sampah plastik,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, para petani terpaksa mengumpulkan sampah-sampah plastik yang ada kemudian dibakar. Dan setiap musim tanam, pata petani juga akan melakukan pembersihan di saluran irigasi. “Tapi sampahnya terus datang, kita ambil satu datang dua. Karena jalur air dan kita dihilir ya kita jadi penampung sampah,” imbuhnya.

Belum lagi saat hujan turun, sampah akan menumpuk dan sering kali menyebabkan banjir di jalan subak karena tumpukan sampah. Sehingga pihaknya berharap masyarakat yang ada dihulu tidak membuang sampah sembarangan dan ikut menjaga kebersihan.

Namun pihaknya bersyukur, persoalan sampah tidak sampai membuat tanaman padi variestas M 70 D yang ditanam seluas 24 hektar di Subak Delod Belang rusak. “Untuk pengairan sementara aman, dan kita bisa panen,” pungkasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/