alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Buntut Unggahan Status FB Ketua Komisi II DPRD Jembrana, PT RKS Temui Sekwan

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Postingan Ketua Komisi II DPRD Jembrana I Ketut Suastika (Cohok) di akun facebook pribadinya “Cohok Suastika” mendadak viral. Dalam postingannya itu, disebutkan jika malam itu dirinya kedatangan orang tua yang anaknya saat ini berada di Dubai, Uni Emirat Arab. Dipostingan itu juga disebutkan jika anaknya itu selama hampir 6 (enam) bulan kondisinya terlunta-lunta  di Dubai. Padahal sebelumnya, anak itu dijanjikan kerja saat tiba di Dubai oleh salah satu agen di Denpasar yang penyalurnya dari Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya.

 

Dikonfirmasi via telepon, Ketua Komisi II DPRD Jembrana I Ketut Suastika (Cohok), Senin (18/4) membenarkan jika dirinya sempat menuliskan status mengenai permasalahan itu di akunnya di facebook. Ia berharap masyarakat Jembrana agar berhati-hati dalam memilih agen. Apalagi dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini banyak yang butuh pekerjaan dan banyak agen yang menawarkan berbagai program kerja maupun magang ke luar negeri contohnya Dubai.

 

“Jangan sampai kondisi masyarakat yang bosan menganggur lantaran ditengah Pandemi Covid-19 ini mereka jadi terpengaruh dan kena iming-iming dimana akhirnya di luar negeri tidak ada pekerjaan. Apalagi visa yang dipakai bukan visa sebagai tenaga kerja. Malah saya dengar kalau ke Dubai harus ada panggilan kerja dulu (Job Latter),” ujarnya.

 

Dengan adanya kejadian itu, pihaknya telah berkordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja. “Akhirnya saya tindaklanjuti, sehingga anak ini bisa dipulangkan. Karena pihak orang tua sudah sempat berkomunikasi dengan pihak agen namun belum ada jawaban,” terangnya.

 

Selanjutnya, untuk mengantisipasi masalah-masalah ketenaga kerjaan seperti ini, Cohok menegaskan akan secepatnya memanggil agen-agen pemberangkatan tenaga kerja khususnya yang memberangkatkan Warga Jembrana. “Kami senang jika ada pihak-pihak agen yang memberangkatkan tenaga kerja dan bisa mengurangi pengangguran. Komisi II juga akan koordinasi dengan Disnaker Jembrana dan Provinsi karena agen tenaga kerja banyak ada di Denpasar,” tegasnya.

 

Postingan Cohok itu pun memantik reaksi PT Reka Kerja Semesta yang diduga sebagai penyalur meski dalam postingannya, Cohok tidak menuliskan secara detail nama agen yang diduga menelantarkan tenaga kerjanya di Dubai itu. Perusahaan yang berkantor di Jl. Raya Sempidi No. 40 itu merupakan salah satu agen bursa kerja yang bergerak di bidang pendidikan , pelatihan serta penyaluran untuk trainning, magang dan kerja di sejumlah hotel di luar negeri.

 

Merasa dituding telah menelantarkan seorang pemuda Jembrana di Dubai yang ramai dibicarakan di media sosial oleh postingan Ketut Suastika, pihak PT RKS didampingi kuasa hukumnya, Senin (18/4) siang mendatangi Kantor DPRD Jembrana. Kedatangan rombongan diterima Sekwan Jembrana I Komang Suparta.

 

Penasehat Hukum PT RKS Nur Abidin usai pertemuan tersebut mengatakan alasannya mendatangi kantor DPRD Jembrana yakni untuk meluruskan permasalah tersebut, mengingat postingan dibuat salah seorang Anggota DPRD Jembrana yang juga selaku Ketua Komisi II.

“Kami harapkan masalah ini bisa diselesaikan. Bahkan kami sudah zoom meeting dengan Kadek A di Dubai dan orang tua Kadek A. Dalam zoom meeting itu, Kadek A sudah minta maaf sama orang tuanya karena menyampaikan informasi tidak benar dan orang tua Kadek A juga sudah minta maaf pada kami,” ujarnya.

 

Sementara itu Ni Putu Asteria Yuniarti selaku direktur Invinity Training Center mendampingi I Gede Tariasa selaku Direktur PT RKS menambahkan jika permasalahan ini sebetulnya ada pada Kadek A yang keluar dari tempatnya magang di salah satu hotel tanpa pamit pada pimpinan dan manajemen hotel. Dimana sejatinya dia sudah mendapatkan uang saku. “Dia di Dubai tidak terlunta-lunta namun tinggal di asrama. Semua biaya kami tanggung. Termasuk biaya perpanjangan visa. Yang diberangkatkan tidak hanya Kadek A, tapi banyak. Namun teman-temannya semua sudah bekerja tetapi hanya Kadek A yang belum. Ini karena kemampuan dia yang masih terbatas,” imbuhnya.

 

Asteria juga menambahkan, bahwa PT RKS itu legal dan semua persyaratan keberangkatan sudah dipenuhi. Ia juga menyebutkan jika Kadek A berangkat dengan visa sponsor, yang mana  nantinya untuk visa kerja didapatkan setelah mendapatkan pekerjaan yang tetap di Dubai. Namun sebelum mendapatkan pekerjaan yang tetap Kadek A malah keluar. “Agar masalah ini tidak menjadi bola liar, kami berharap bisa bertemu dengan pak Ketut Suastika sekaligur mengklatifikasi hal ini pada masyarakat. Karena ini sudah sangat berimbas pada perusahaan,” pungkasnya.






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

JEMBRANA, BALI EXPRESS – Postingan Ketua Komisi II DPRD Jembrana I Ketut Suastika (Cohok) di akun facebook pribadinya “Cohok Suastika” mendadak viral. Dalam postingannya itu, disebutkan jika malam itu dirinya kedatangan orang tua yang anaknya saat ini berada di Dubai, Uni Emirat Arab. Dipostingan itu juga disebutkan jika anaknya itu selama hampir 6 (enam) bulan kondisinya terlunta-lunta  di Dubai. Padahal sebelumnya, anak itu dijanjikan kerja saat tiba di Dubai oleh salah satu agen di Denpasar yang penyalurnya dari Desa Tukadaya, Kecamatan Melaya.

 

Dikonfirmasi via telepon, Ketua Komisi II DPRD Jembrana I Ketut Suastika (Cohok), Senin (18/4) membenarkan jika dirinya sempat menuliskan status mengenai permasalahan itu di akunnya di facebook. Ia berharap masyarakat Jembrana agar berhati-hati dalam memilih agen. Apalagi dalam kondisi pandemi seperti sekarang ini banyak yang butuh pekerjaan dan banyak agen yang menawarkan berbagai program kerja maupun magang ke luar negeri contohnya Dubai.

 

“Jangan sampai kondisi masyarakat yang bosan menganggur lantaran ditengah Pandemi Covid-19 ini mereka jadi terpengaruh dan kena iming-iming dimana akhirnya di luar negeri tidak ada pekerjaan. Apalagi visa yang dipakai bukan visa sebagai tenaga kerja. Malah saya dengar kalau ke Dubai harus ada panggilan kerja dulu (Job Latter),” ujarnya.

 

Dengan adanya kejadian itu, pihaknya telah berkordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja. “Akhirnya saya tindaklanjuti, sehingga anak ini bisa dipulangkan. Karena pihak orang tua sudah sempat berkomunikasi dengan pihak agen namun belum ada jawaban,” terangnya.

 

Selanjutnya, untuk mengantisipasi masalah-masalah ketenaga kerjaan seperti ini, Cohok menegaskan akan secepatnya memanggil agen-agen pemberangkatan tenaga kerja khususnya yang memberangkatkan Warga Jembrana. “Kami senang jika ada pihak-pihak agen yang memberangkatkan tenaga kerja dan bisa mengurangi pengangguran. Komisi II juga akan koordinasi dengan Disnaker Jembrana dan Provinsi karena agen tenaga kerja banyak ada di Denpasar,” tegasnya.

 

Postingan Cohok itu pun memantik reaksi PT Reka Kerja Semesta yang diduga sebagai penyalur meski dalam postingannya, Cohok tidak menuliskan secara detail nama agen yang diduga menelantarkan tenaga kerjanya di Dubai itu. Perusahaan yang berkantor di Jl. Raya Sempidi No. 40 itu merupakan salah satu agen bursa kerja yang bergerak di bidang pendidikan , pelatihan serta penyaluran untuk trainning, magang dan kerja di sejumlah hotel di luar negeri.

 

Merasa dituding telah menelantarkan seorang pemuda Jembrana di Dubai yang ramai dibicarakan di media sosial oleh postingan Ketut Suastika, pihak PT RKS didampingi kuasa hukumnya, Senin (18/4) siang mendatangi Kantor DPRD Jembrana. Kedatangan rombongan diterima Sekwan Jembrana I Komang Suparta.

 

Penasehat Hukum PT RKS Nur Abidin usai pertemuan tersebut mengatakan alasannya mendatangi kantor DPRD Jembrana yakni untuk meluruskan permasalah tersebut, mengingat postingan dibuat salah seorang Anggota DPRD Jembrana yang juga selaku Ketua Komisi II.

“Kami harapkan masalah ini bisa diselesaikan. Bahkan kami sudah zoom meeting dengan Kadek A di Dubai dan orang tua Kadek A. Dalam zoom meeting itu, Kadek A sudah minta maaf sama orang tuanya karena menyampaikan informasi tidak benar dan orang tua Kadek A juga sudah minta maaf pada kami,” ujarnya.

 

Sementara itu Ni Putu Asteria Yuniarti selaku direktur Invinity Training Center mendampingi I Gede Tariasa selaku Direktur PT RKS menambahkan jika permasalahan ini sebetulnya ada pada Kadek A yang keluar dari tempatnya magang di salah satu hotel tanpa pamit pada pimpinan dan manajemen hotel. Dimana sejatinya dia sudah mendapatkan uang saku. “Dia di Dubai tidak terlunta-lunta namun tinggal di asrama. Semua biaya kami tanggung. Termasuk biaya perpanjangan visa. Yang diberangkatkan tidak hanya Kadek A, tapi banyak. Namun teman-temannya semua sudah bekerja tetapi hanya Kadek A yang belum. Ini karena kemampuan dia yang masih terbatas,” imbuhnya.

 

Asteria juga menambahkan, bahwa PT RKS itu legal dan semua persyaratan keberangkatan sudah dipenuhi. Ia juga menyebutkan jika Kadek A berangkat dengan visa sponsor, yang mana  nantinya untuk visa kerja didapatkan setelah mendapatkan pekerjaan yang tetap di Dubai. Namun sebelum mendapatkan pekerjaan yang tetap Kadek A malah keluar. “Agar masalah ini tidak menjadi bola liar, kami berharap bisa bertemu dengan pak Ketut Suastika sekaligur mengklatifikasi hal ini pada masyarakat. Karena ini sudah sangat berimbas pada perusahaan,” pungkasnya.






Reporter: Gede Riantory Warmadewa

Most Read

Artikel Terbaru

/