26.5 C
Denpasar
Wednesday, June 7, 2023

Viral, Ngaku Dibegal Pecalang di Jalan Nangka, Ternyata Hoax

DENPASAR, BALI EXPRESS – Polresta Denpasar menyelidiki informasi pembegalan yang dialami seorang pemuda yang sempat viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar telah menginterogasi tiga orang terkait postingan, di antaranya MUB yang mengaku sebagai korban begal, BBB ayah dari MUB, dan IBP yang membuat status tersebut.

Postingan yang diviralkan oleh akun bernama Adi Prasadha IBP ini menceritakan patnernya menjadi korban begal oleh oknum yang mengaku pecalang.  “Patner saya jadi korban begal. Ketika melintas di Jalan Nangka, dia distop oleh oknum berpakaian pecalang, dan orang tersebut sempat mengaku intel. Korban diajak ke banjar (ternyata tidak diajak ke banjar), lalu diajak keliling hingga ke Jalan Teuku Umar. Dengan polosnya dia mengikuti arahan oknum abal-abal tersebut. Mereka berhenti di suatu tempat yang sepi. HP dan sepeda motor korban dirampas. Korban juga dihajar hingga tersungkur. Untung di situasi Covid-19 ini ada orang lewat, bersedia membantu mengantar ke RS. Saat ini korban masih dalam pemulihan. Korban masih menahan sakit. Wajah memar, tulang rusuk, dan tulang bahu patah. Semoga lekas sembuh kawan,” begitu bunyi postingan IBP dalam akun media sosialnya dan menjadi viral.

Baca Juga :  Tak Kapok, Sudah Dibui Dua Kali Mencuri Lagi, Tukang Pijat Didor

Setelah ditelusuri oleh pihak kepolisian, ternyata kejadian yang dialami MUB tersebut tidak benar alias hoax. Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi menerangkan, “Kejadiannya tidak ada. MUB berbohong kepada ayahnya, mengaku dibegal karena dia takut HP yang dicicilnya hilang. Pada bulan April dia mengaku kepada bapaknya dirampok di Jalan Teuku Umar oleh orang yang mengaku pecalang dan intel, mengambil HP Oppo A3 dan sepeda motor Honda Beat miliknya,” jelas Iptu Sukadi.

Setelah berbohong mengaku dipukul hingga memar dan sakit, BBB kemudian membawa anaknya MUB ke salah satu rumah sakit untuk berobat, tetapi ditolak oleh rumah sakit karena datang tidak menggunakan masker.

Baca Juga :  Nora Kembali Ajukan Penangguhan Penahanan Untuk Jerinx

“Ayahnya kemudian memberitahu bos anaknya, berinisial IBP, perihal kejadian yang dialami oleh anaknya. Menurut pengakuan sang anak, dia juga meminta gaji anaknya kepada IBP,” beber Iptu Sukadi.

IBP selaku bos MUB kemudian datang menjenguk ke tempat tinggalnya. Saat dijenguk oleh bosnya, memang MUB dalam keadaan sakit, tetapi bukan karena dibegal. Ia sakit  lantaran keletihan membantu bapaknya bekerja. “Pada Sabtu (9/5) IBP kemudian membuat status tersebut dan ternyata menjadi viral. Faktanya, apa yang diceritakan anak tersebut bohong. Sepeda motornya yang katanya diambil, ternyata ada di rumah,” beber Iptu Sukadi kembali.


DENPASAR, BALI EXPRESS – Polresta Denpasar menyelidiki informasi pembegalan yang dialami seorang pemuda yang sempat viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar telah menginterogasi tiga orang terkait postingan, di antaranya MUB yang mengaku sebagai korban begal, BBB ayah dari MUB, dan IBP yang membuat status tersebut.

Postingan yang diviralkan oleh akun bernama Adi Prasadha IBP ini menceritakan patnernya menjadi korban begal oleh oknum yang mengaku pecalang.  “Patner saya jadi korban begal. Ketika melintas di Jalan Nangka, dia distop oleh oknum berpakaian pecalang, dan orang tersebut sempat mengaku intel. Korban diajak ke banjar (ternyata tidak diajak ke banjar), lalu diajak keliling hingga ke Jalan Teuku Umar. Dengan polosnya dia mengikuti arahan oknum abal-abal tersebut. Mereka berhenti di suatu tempat yang sepi. HP dan sepeda motor korban dirampas. Korban juga dihajar hingga tersungkur. Untung di situasi Covid-19 ini ada orang lewat, bersedia membantu mengantar ke RS. Saat ini korban masih dalam pemulihan. Korban masih menahan sakit. Wajah memar, tulang rusuk, dan tulang bahu patah. Semoga lekas sembuh kawan,” begitu bunyi postingan IBP dalam akun media sosialnya dan menjadi viral.

Baca Juga :  Sikapi Laporan Warga, Satpol PP Panggil Tiga Klub Malam Bikin Bising

Setelah ditelusuri oleh pihak kepolisian, ternyata kejadian yang dialami MUB tersebut tidak benar alias hoax. Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi menerangkan, “Kejadiannya tidak ada. MUB berbohong kepada ayahnya, mengaku dibegal karena dia takut HP yang dicicilnya hilang. Pada bulan April dia mengaku kepada bapaknya dirampok di Jalan Teuku Umar oleh orang yang mengaku pecalang dan intel, mengambil HP Oppo A3 dan sepeda motor Honda Beat miliknya,” jelas Iptu Sukadi.

Setelah berbohong mengaku dipukul hingga memar dan sakit, BBB kemudian membawa anaknya MUB ke salah satu rumah sakit untuk berobat, tetapi ditolak oleh rumah sakit karena datang tidak menggunakan masker.

Baca Juga :  Tak Menunggu Kaya Untuk Berbagi, KJG Bagikan Paket Sembako

“Ayahnya kemudian memberitahu bos anaknya, berinisial IBP, perihal kejadian yang dialami oleh anaknya. Menurut pengakuan sang anak, dia juga meminta gaji anaknya kepada IBP,” beber Iptu Sukadi.

IBP selaku bos MUB kemudian datang menjenguk ke tempat tinggalnya. Saat dijenguk oleh bosnya, memang MUB dalam keadaan sakit, tetapi bukan karena dibegal. Ia sakit  lantaran keletihan membantu bapaknya bekerja. “Pada Sabtu (9/5) IBP kemudian membuat status tersebut dan ternyata menjadi viral. Faktanya, apa yang diceritakan anak tersebut bohong. Sepeda motornya yang katanya diambil, ternyata ada di rumah,” beber Iptu Sukadi kembali.


Most Read

Artikel Terbaru