alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Wayan Jendra Sebut Nama Seorang Wanita dalam Kasus LPD Serangan

DENPASAR, BALI EXPRESS – Mantan Ketua LPD Serangan I Wayan Jendra menyebut nama seorang wanita berinisial NY sebagai orang yang paling bertanggungjawab terkait kasus dugaan korupsi di lembaga yang pernah dipimpinnya. Pria yang akrab disapa Om Dje ini menyebut NY adalah orang yang bertanggungjawab atas kerugian di LPD Serangan.

Menurutnya, NY yang berposisi sebagai tata usaha dikatakan sudah mengaku menggunakan uang LPD dengan bukti surat pengakuan yang ditandatangani.

Jendra berujar NY menggunakan dana sekitar Rp 3.857.309.000, yang terdiri dari tiga pinjaman diduga fiktif. Pertama, pinjaman atas nama I Made S sebesar Rp 1.837.224.000, pinjaman DW Rp. 1.875.209.000 dan pinjaman WS Rp. 144.876.000.

I Made Sedana diminta oleh NY untuk menandatangani 17 akat kredit. Namun hanya empat yang ditandatangani oleh I Made S. “Termasuk kredit fiktif, karena sebelum dilakukan audit internal, NY telah lebih dulu mendatangi I Made S yaitu kakeknya sendiri untuk menandatangani akat kredit. Saya juga mengetahui ada pinjaman yang tidak dibukukan, inilah yang menjadi persoalan awal dibentuknya tim audit,” tandasnya.

Menurut Jendra, alasan penandatanganan pinjaman fiktif itu agar neraca di LPD jadi balance. Sebab, jika sudah ada pinjaman berarti tidak akan ada temuan terkait uang yang sudah diakui oleh NY itu. Sehingga pada saat diaudit tidak ada temuan karena sudah balance.

Namun Jendra tidak berkomentar lebih lanjut ketika disinggung mengenai alasan I Made S mau menandatangi 4 akat kredit senilai Rp 1,8 miliar padahal tidak pernah mengajukan pinjaman atas uang yang diakui penggunaanya itu oleh NY. Hanya mengatakan kemungkinan ada transaksi sebelumnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

DENPASAR, BALI EXPRESS – Mantan Ketua LPD Serangan I Wayan Jendra menyebut nama seorang wanita berinisial NY sebagai orang yang paling bertanggungjawab terkait kasus dugaan korupsi di lembaga yang pernah dipimpinnya. Pria yang akrab disapa Om Dje ini menyebut NY adalah orang yang bertanggungjawab atas kerugian di LPD Serangan.

Menurutnya, NY yang berposisi sebagai tata usaha dikatakan sudah mengaku menggunakan uang LPD dengan bukti surat pengakuan yang ditandatangani.

Jendra berujar NY menggunakan dana sekitar Rp 3.857.309.000, yang terdiri dari tiga pinjaman diduga fiktif. Pertama, pinjaman atas nama I Made S sebesar Rp 1.837.224.000, pinjaman DW Rp. 1.875.209.000 dan pinjaman WS Rp. 144.876.000.

I Made Sedana diminta oleh NY untuk menandatangani 17 akat kredit. Namun hanya empat yang ditandatangani oleh I Made S. “Termasuk kredit fiktif, karena sebelum dilakukan audit internal, NY telah lebih dulu mendatangi I Made S yaitu kakeknya sendiri untuk menandatangani akat kredit. Saya juga mengetahui ada pinjaman yang tidak dibukukan, inilah yang menjadi persoalan awal dibentuknya tim audit,” tandasnya.

Menurut Jendra, alasan penandatanganan pinjaman fiktif itu agar neraca di LPD jadi balance. Sebab, jika sudah ada pinjaman berarti tidak akan ada temuan terkait uang yang sudah diakui oleh NY itu. Sehingga pada saat diaudit tidak ada temuan karena sudah balance.

Namun Jendra tidak berkomentar lebih lanjut ketika disinggung mengenai alasan I Made S mau menandatangi 4 akat kredit senilai Rp 1,8 miliar padahal tidak pernah mengajukan pinjaman atas uang yang diakui penggunaanya itu oleh NY. Hanya mengatakan kemungkinan ada transaksi sebelumnya.






Reporter: I Gede Paramasutha

Most Read

Artikel Terbaru

/