alexametrics
26.5 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Disdik Serahkan Aturan Pembelian Seragam ke Masing-masing Sekolah

GIANYAR, BALI EXPRESS – Tahun ajaran baru identik dengan alat tulis baru hingga seragam baru. Dan umumnya, biaya untuk pembelian seragam baru tidak lah sedikit jumlahnya. Hal ini pun rentan dijadikan peluang untuk pungutan liar (pungli) kepada orang tua siswa.

 

Terkait pengadaan seragam sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Made Suradnya mengatakan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan aturan terkait pembelian seragam sekolah. Terlebih menurutnya pengadaan seragam bukanlah ranah dari Dinas Pendidikan , melainkan kewenangan masing-masing sekolah.

 

“Disdik tidak mengeluarkan aturan terkait pembelian seragam. Karena terkait hal tersebut sudah ada aturan diatasnya, yaitu anak sekolah wajib mengenakan seragam,” tegasnya Senin (18/7).

Baca Juga :  1.115 Warga Desa Kerobokan Terima Vaksinasi

 

Aturan tersebut, kata dia diantaranya seragam pada SMP hari Senin dan Selasa adalah putih-biru dan putih-merah hati pada siswa SD. Kemudian pada jari Rabu mengenakan Batik, Kamis mengenakan pakaian adat Bali, serta Jumat dan Sabtu mengenakan pakaian Pramuka. “Ditambah satu set pakaian olahraga, dari itu variatifnya diserahkan sepenuhnya kepada sekolah masing-masing,” sebutnya.

 

Maka dari itu, Dinas Pendidikan tidak ada intervensi terkait hal tersebut. Kendatipun demikian, pihak sekolah  tidak diperkenankan menjual perlengkapan sekolah dan seragam. “Sehingga untuk mekanismenya seperti apa itu pihak sekolah yang mengatur,” tandas Suradnya.

 

Disisi lain, orang tua siswa harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membelikan seragam untuka anaknya. Apalagi seragam yang dibutuhkan tidak hanya satu stel pakaian saja. Harganya pun bervariari, untuk satu set seragam dari hari Senin sampai Sabtu dan seragam olahraga termasuk sepatu dan tas sekolah dengan kisaran harga dari Rp 1,6 juta sampai Rp 2 juta lebih. Namun sebagian besar pembelian pakaian ini bisa dicicil kepada pihak penyedia seragam sekolah.

Baca Juga :  Ribuan Siswa SD Ikuti Ujian Sekolah Tingkat Kabupaten di Gianyar

GIANYAR, BALI EXPRESS – Tahun ajaran baru identik dengan alat tulis baru hingga seragam baru. Dan umumnya, biaya untuk pembelian seragam baru tidak lah sedikit jumlahnya. Hal ini pun rentan dijadikan peluang untuk pungutan liar (pungli) kepada orang tua siswa.

 

Terkait pengadaan seragam sekolah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Made Suradnya mengatakan bahwa pihaknya tidak mengeluarkan aturan terkait pembelian seragam sekolah. Terlebih menurutnya pengadaan seragam bukanlah ranah dari Dinas Pendidikan , melainkan kewenangan masing-masing sekolah.

 

“Disdik tidak mengeluarkan aturan terkait pembelian seragam. Karena terkait hal tersebut sudah ada aturan diatasnya, yaitu anak sekolah wajib mengenakan seragam,” tegasnya Senin (18/7).

Baca Juga :  Atap Jebol, Siswa SDN 4 Melaya Harus Berbagi Ruangan

 

Aturan tersebut, kata dia diantaranya seragam pada SMP hari Senin dan Selasa adalah putih-biru dan putih-merah hati pada siswa SD. Kemudian pada jari Rabu mengenakan Batik, Kamis mengenakan pakaian adat Bali, serta Jumat dan Sabtu mengenakan pakaian Pramuka. “Ditambah satu set pakaian olahraga, dari itu variatifnya diserahkan sepenuhnya kepada sekolah masing-masing,” sebutnya.

 

Maka dari itu, Dinas Pendidikan tidak ada intervensi terkait hal tersebut. Kendatipun demikian, pihak sekolah  tidak diperkenankan menjual perlengkapan sekolah dan seragam. “Sehingga untuk mekanismenya seperti apa itu pihak sekolah yang mengatur,” tandas Suradnya.

 

Disisi lain, orang tua siswa harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membelikan seragam untuka anaknya. Apalagi seragam yang dibutuhkan tidak hanya satu stel pakaian saja. Harganya pun bervariari, untuk satu set seragam dari hari Senin sampai Sabtu dan seragam olahraga termasuk sepatu dan tas sekolah dengan kisaran harga dari Rp 1,6 juta sampai Rp 2 juta lebih. Namun sebagian besar pembelian pakaian ini bisa dicicil kepada pihak penyedia seragam sekolah.

Baca Juga :  1.115 Warga Desa Kerobokan Terima Vaksinasi

Most Read

Artikel Terbaru

/