27.6 C
Denpasar
Thursday, September 29, 2022

Insiden Berdarah di Pejeng Kelod, ODGJ Lukai Tetangganya Hingga Tewas

GIANYAR, BALI EXPRESS – Insiden berdarah mengegerkan warga Banjar Sawagunung, Desa Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Kamis sore (18/8). Pasalnya salah seorang warganya, Dewa Gede Gunastra, 43, secara membabi buta membacok keluarganya dengan senjata tajam. Ia juga membacok leher tetangganya hingga tewas. Pelaku yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) itu kemudian berhasil diamankan setelah kepolisian dan Satpol PP tiba di lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu terjadi begitu cepat. Dimana sekitar pukul 15.00 WITA, pelaku masuk ke areal rumahnya sendiri dan langsung menuju kamar tidur pelaku. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja salah seorang keluarganya Dewa Ayu Mayani, telah melihat pelaku membacok korban Dewa Ketut Raka, 60, dengan sebilah pisau kecil.

Setelah dibacok, korban yang merupakan kakak pelaku masih bisa berlari sambil menggendong anaknya. Peristiwa itu kemudian disaksikan oleh saksi lainnya, Dewa Putu Suparta yang melihat korban sudah tidak berdaya dan roboh sehingga dirangkul oleh saksi. Namun tanpa diduga, saksi juga disayat oleh pelaku sehingga mengalami luka sayatan pada kaki kanan.

Baca Juga :  Gandeng Komunitas, Polsek Tampaksiring Serahkan Bansos di Desa Ban

Atas kondisi tersebut, saksi kemudian lari keluar rumah meminta pertolongan kepada warga sekitar. Tapi pelaku justra kembali melukai korban hingga korban mengalami luka pada paha kanan.

Selanjutnya, karena warga setempat mulai berdatangan, pelaku pun berlari ke arah utara rumahnya dan masuk ke rumah tetangganya, Dewa Ketut Alit. Naas, pelaku justru menganiaya Dewa Ketut Alit dan membacok leher korban hingga korban meninggal dunia. Kemudian, warga pun melapor ke Polsek Tampaksiring.

Kapolsek Tampaksiring, AKP Ni Luh Suardini yang dikonfirmasi terpisah membenarkan perihal insiden berdarah tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa setelah menerima laporan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satpol PP Gianyar dan turun ke TKP untuk mengamankan pelaku. “Kita kemudian amankan pelaku yang kondisinya sedang kumat ini. Kita juga amankan sejumlah barang bukti berupa tongkat, pisau pemutik dan sepatu yang digunakan oleh pelaku saat mengamuk,” ujarnya.

Selain mengamankan pelaku, pihaknya juga mendata korban. Dimana saat ini ada dua orang korban yang tengah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Korban Dewa Ketut Raka mengalami luka pada kaki kanan dan tangan dan dirawat di RSU Sanjiwani, serta Wahyu Pramesti, 27, mengalami luka pada kepala yang dirawat di RS Ari Canti Mas. “Sedangkan korban meninggal dunia jenazahnya saat ini dititip di RS Ari Canti Mas. Yang luka-luka ini keluarga pelaku dalam satu rumah, sedanhkan yang meninggal ini tetangga pelaku. Sekat dua rumah dari rumah pelaku,” terangnya.

Baca Juga :  Biasa Tangkap Ular, Pria di Gianyar Ini Justru Meninggal Dipatuk Ular

Kata dia, peristiwa penganiayaan hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia tersebut dilakukan oleh pelaku yang selama ini merupakan ODGJ. Sehingga pihaknya pun berkoordinasi dengan Dinas Sosial Gianyar. Untuk mengetahui secara pasti bagaimana awal mula pelaku sampai kumat dan darimana pelaku mendapatkan senjata tajam yang digunakan untuk melukai para korbannya, pihaknya pun saat ini masih meminta keterangan dari sejumlah saksi dan keluarga pelaku. “Saat ini ada keluarga pelaku yang sedang kita mintai keterangannya di Mapolsek,” tandasnya sembari mengatakan jika pelaku sudah dikirim ke RSJ Bangli. 


GIANYAR, BALI EXPRESS – Insiden berdarah mengegerkan warga Banjar Sawagunung, Desa Pejeng Kelod, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Kamis sore (18/8). Pasalnya salah seorang warganya, Dewa Gede Gunastra, 43, secara membabi buta membacok keluarganya dengan senjata tajam. Ia juga membacok leher tetangganya hingga tewas. Pelaku yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) itu kemudian berhasil diamankan setelah kepolisian dan Satpol PP tiba di lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, peristiwa itu terjadi begitu cepat. Dimana sekitar pukul 15.00 WITA, pelaku masuk ke areal rumahnya sendiri dan langsung menuju kamar tidur pelaku. Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba saja salah seorang keluarganya Dewa Ayu Mayani, telah melihat pelaku membacok korban Dewa Ketut Raka, 60, dengan sebilah pisau kecil.

Setelah dibacok, korban yang merupakan kakak pelaku masih bisa berlari sambil menggendong anaknya. Peristiwa itu kemudian disaksikan oleh saksi lainnya, Dewa Putu Suparta yang melihat korban sudah tidak berdaya dan roboh sehingga dirangkul oleh saksi. Namun tanpa diduga, saksi juga disayat oleh pelaku sehingga mengalami luka sayatan pada kaki kanan.

Baca Juga :  Umanis Galungan, Kakek 80 Tahun di Pejeng Nyebur ke Jurang

Atas kondisi tersebut, saksi kemudian lari keluar rumah meminta pertolongan kepada warga sekitar. Tapi pelaku justra kembali melukai korban hingga korban mengalami luka pada paha kanan.

Selanjutnya, karena warga setempat mulai berdatangan, pelaku pun berlari ke arah utara rumahnya dan masuk ke rumah tetangganya, Dewa Ketut Alit. Naas, pelaku justru menganiaya Dewa Ketut Alit dan membacok leher korban hingga korban meninggal dunia. Kemudian, warga pun melapor ke Polsek Tampaksiring.

Kapolsek Tampaksiring, AKP Ni Luh Suardini yang dikonfirmasi terpisah membenarkan perihal insiden berdarah tersebut. Dirinya menjelaskan bahwa setelah menerima laporan pihaknya langsung berkoordinasi dengan Satpol PP Gianyar dan turun ke TKP untuk mengamankan pelaku. “Kita kemudian amankan pelaku yang kondisinya sedang kumat ini. Kita juga amankan sejumlah barang bukti berupa tongkat, pisau pemutik dan sepatu yang digunakan oleh pelaku saat mengamuk,” ujarnya.

Selain mengamankan pelaku, pihaknya juga mendata korban. Dimana saat ini ada dua orang korban yang tengah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Korban Dewa Ketut Raka mengalami luka pada kaki kanan dan tangan dan dirawat di RSU Sanjiwani, serta Wahyu Pramesti, 27, mengalami luka pada kepala yang dirawat di RS Ari Canti Mas. “Sedangkan korban meninggal dunia jenazahnya saat ini dititip di RS Ari Canti Mas. Yang luka-luka ini keluarga pelaku dalam satu rumah, sedanhkan yang meninggal ini tetangga pelaku. Sekat dua rumah dari rumah pelaku,” terangnya.

Baca Juga :  Lolos di Gilimanuk, 15 Calon ABK Asal Brebes Diciduk Dishub Denpasar

Kata dia, peristiwa penganiayaan hingga menyebabkan satu orang meninggal dunia tersebut dilakukan oleh pelaku yang selama ini merupakan ODGJ. Sehingga pihaknya pun berkoordinasi dengan Dinas Sosial Gianyar. Untuk mengetahui secara pasti bagaimana awal mula pelaku sampai kumat dan darimana pelaku mendapatkan senjata tajam yang digunakan untuk melukai para korbannya, pihaknya pun saat ini masih meminta keterangan dari sejumlah saksi dan keluarga pelaku. “Saat ini ada keluarga pelaku yang sedang kita mintai keterangannya di Mapolsek,” tandasnya sembari mengatakan jika pelaku sudah dikirim ke RSJ Bangli. 


Most Read

Artikel Terbaru

/