alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Diduga Lakukan Pencabulan, Kakek Asal Busungbiu Jadi Tersangka

SINGARAJA, BALI EXPRESS-Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng menetapkan IPA, 64, dari Kecamatan Busungbiu, Buleleng, sebagai tersangka. Kakek yang kesehariannya bekerja sebagai petani ini, diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap seorang anak dibawah umur berusia 9 tahun, sebut saja Mawar.

Kasubag Humas Polres, Iptu Gede Sumarjaya, Jumat (18/9) siang menyebut jika tersangka IPA ditetapkan  sejak awal September lalu. Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan.

Penetapan tersangka, sebut Sumarjaya, setelah  ayah korban melaporkan kasus dugaan pencabulan yang dialami anaknya ke SPKT Polres Buleleng. Kasus ini kemudian ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng sejak 14 Agustus lalu, dengan melakukan penyelidikan dan pengumpulan sejumlah bukti dan keterangan saksi.

Dalam laporan yang masuk ke Polres Buleleng tersebut, pelaku IPA diduga melakukan hal yang tak senonoh terhadap Mawar. Tersangka  diduga telah meraba-raba alat kemaluan korban, sehingga kasus ini berujung pada laporan polisi.

Saat ini sudah ada 5 orang saksi yang dimintai keterangan oleh pihak penyidik, termasuk korban sendiri dan orang tua korban. “Ada saksi yang melihat kejadian, dan barang bukti dan hasil visum,” jelas Sumarjaya.

Untuk hasil visum dan sejumlah barang bukti sudah dikantongi penyidik. “Jadi, kasus ini awalnya dari tahap penyelidikan kemudian dinaikkan statusnya ke penyidikan. Selanjutnya penyidik Unit PPA akan melakukan gelar perkara,” ujar Sumarjaya.

Tersangka IPA, diakui Sumarjaya, hingga sejauh ini memang tidak ditahan. Alasnnya, karena IPA kooperatif menjalani pemeriksaan, tidak melarikan diri maupun mengulangi perbuatannya. Namun, tersangka IPA menjalani wajib lapor. “Sementara korban masih ditangani psikiater dan didampingi oleh Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Buleleng,” pungkas Sumarjaya.


SINGARAJA, BALI EXPRESS-Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng menetapkan IPA, 64, dari Kecamatan Busungbiu, Buleleng, sebagai tersangka. Kakek yang kesehariannya bekerja sebagai petani ini, diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap seorang anak dibawah umur berusia 9 tahun, sebut saja Mawar.

Kasubag Humas Polres, Iptu Gede Sumarjaya, Jumat (18/9) siang menyebut jika tersangka IPA ditetapkan  sejak awal September lalu. Penetapan tersangka dilakukan setelah polisi melakukan penyelidikan.

Penetapan tersangka, sebut Sumarjaya, setelah  ayah korban melaporkan kasus dugaan pencabulan yang dialami anaknya ke SPKT Polres Buleleng. Kasus ini kemudian ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Buleleng sejak 14 Agustus lalu, dengan melakukan penyelidikan dan pengumpulan sejumlah bukti dan keterangan saksi.

Dalam laporan yang masuk ke Polres Buleleng tersebut, pelaku IPA diduga melakukan hal yang tak senonoh terhadap Mawar. Tersangka  diduga telah meraba-raba alat kemaluan korban, sehingga kasus ini berujung pada laporan polisi.

Saat ini sudah ada 5 orang saksi yang dimintai keterangan oleh pihak penyidik, termasuk korban sendiri dan orang tua korban. “Ada saksi yang melihat kejadian, dan barang bukti dan hasil visum,” jelas Sumarjaya.

Untuk hasil visum dan sejumlah barang bukti sudah dikantongi penyidik. “Jadi, kasus ini awalnya dari tahap penyelidikan kemudian dinaikkan statusnya ke penyidikan. Selanjutnya penyidik Unit PPA akan melakukan gelar perkara,” ujar Sumarjaya.

Tersangka IPA, diakui Sumarjaya, hingga sejauh ini memang tidak ditahan. Alasnnya, karena IPA kooperatif menjalani pemeriksaan, tidak melarikan diri maupun mengulangi perbuatannya. Namun, tersangka IPA menjalani wajib lapor. “Sementara korban masih ditangani psikiater dan didampingi oleh Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Buleleng,” pungkas Sumarjaya.


Most Read

Artikel Terbaru

/