alexametrics
28.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Tak Pakai Masker, Tujuh Pelajar di Klungkung Dihukum

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Tim gabungan terdiri dari Satpol PP Klungkung, TNI dan Polri gencar melakukan razia protokol kesehatan di seputaran Klungkung. Sejauh ini belum sampai ada yang dikenakan denda gara-gara tidak menggunakan masker. Seperti hasil razia Kamis (17/9) sore, tujuh pelajar yang kedapatan tidak menggunakan masker dihukum push-up. Tidak langsung denda.

BACA JUGA : Sidak Gabungan Prokes, 17 Pelanggar Terjaring di Denpasar

Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung I Putu Suarta mengungkapkan, tujuh pelanggar ditemukan di dua titik. Dua orang pelajar SMP terjaring razia di pesisir Kampung Kusamba. Sedangkan lima pelajar SMA kedapatan tidak menggunakan masker di Pantai Watu Klotok. “Mereka tidak membawa masker dari rumahnya,” jelas Suarta. Dengan pertimbangan bahwa mereka berstatus pelajar, tim memutuskan memberikan sanksi push-up 25 kali.

Mereka menjalani hukuman disaksikan warga lain yang ada di sana. Suarta berharap sanksi tersebut memberikan efek jera bagi pelanggar maupun pelajaran bagi warga lain agar selalu mengikuti protokol kesehatan. Salah satunya menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. “Push-up ditonton banyak orang. Sanksi sosial dengan ditonton banyak orang ini, akan membuatnya malu,” ungkap pejabat asal Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh itu.

Suarta menambahkan, razia masker juga dilakukan di pelabuhan penyeberangan Tribuana dan di jalan raya depan Pasar Kusamba, Jumat (18/9).  Untuk di pelabuhan, tim tidak menemukan penumpang yang akan berangkat maupun mereka yang datang dari Nusa Penida tidak menggunakan masker. Semuanya patuh, menggunakan masker dengan baik dan benar. “Jadi, kami tidak ada sampai melakukan teguran,” tegas pria yang ketua PHDI Klungkung itu.

Sedangkan razia di areal Pasar Kusamba, ditemukan lima orang tidak menggunakan masker dengan baik dan benar. Masker yang seharusnya menutupi mulut dan hidung, malah dipakai menutupi dagu. Bahkan ada dipakai di leher. Atas pelanggaran itu, mereka menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulanginya lagi.


KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Tim gabungan terdiri dari Satpol PP Klungkung, TNI dan Polri gencar melakukan razia protokol kesehatan di seputaran Klungkung. Sejauh ini belum sampai ada yang dikenakan denda gara-gara tidak menggunakan masker. Seperti hasil razia Kamis (17/9) sore, tujuh pelajar yang kedapatan tidak menggunakan masker dihukum push-up. Tidak langsung denda.

BACA JUGA : Sidak Gabungan Prokes, 17 Pelanggar Terjaring di Denpasar

Kasat Pol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung I Putu Suarta mengungkapkan, tujuh pelanggar ditemukan di dua titik. Dua orang pelajar SMP terjaring razia di pesisir Kampung Kusamba. Sedangkan lima pelajar SMA kedapatan tidak menggunakan masker di Pantai Watu Klotok. “Mereka tidak membawa masker dari rumahnya,” jelas Suarta. Dengan pertimbangan bahwa mereka berstatus pelajar, tim memutuskan memberikan sanksi push-up 25 kali.

Mereka menjalani hukuman disaksikan warga lain yang ada di sana. Suarta berharap sanksi tersebut memberikan efek jera bagi pelanggar maupun pelajaran bagi warga lain agar selalu mengikuti protokol kesehatan. Salah satunya menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. “Push-up ditonton banyak orang. Sanksi sosial dengan ditonton banyak orang ini, akan membuatnya malu,” ungkap pejabat asal Lingkungan Pegending, Kelurahan Semarapura Kauh itu.

Suarta menambahkan, razia masker juga dilakukan di pelabuhan penyeberangan Tribuana dan di jalan raya depan Pasar Kusamba, Jumat (18/9).  Untuk di pelabuhan, tim tidak menemukan penumpang yang akan berangkat maupun mereka yang datang dari Nusa Penida tidak menggunakan masker. Semuanya patuh, menggunakan masker dengan baik dan benar. “Jadi, kami tidak ada sampai melakukan teguran,” tegas pria yang ketua PHDI Klungkung itu.

Sedangkan razia di areal Pasar Kusamba, ditemukan lima orang tidak menggunakan masker dengan baik dan benar. Masker yang seharusnya menutupi mulut dan hidung, malah dipakai menutupi dagu. Bahkan ada dipakai di leher. Atas pelanggaran itu, mereka menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulanginya lagi.


Most Read

Artikel Terbaru

/