28.8 C
Denpasar
Monday, January 30, 2023

Tragis! ODGJ di Payangan Aniaya Ibu Tiri hingga Tewas

GIANYAR, BALI EXPRESS – Warga Banjar Marga Tengah, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, mendadak dibuat heboh Minggu pagi (18/9) sekitar pukul 06.30 WITA. Bagaimana tidak, salah seorang warganya ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di halaman rumahnya.

Korban adalah Ni Wayan Rani, 48, yang menurut informasi di lapangan, sebelum kejadian diduga terlibat cekcok dengan anak tirinya yang diketahui mengidap gangguan kejiwaan, I Wayan Agus Arnawa, 25, alias Kolok. Pelaku yang ketika itu membawa senjata tajam pun dengan membabi buta menyerang korban hingga terluka bersimbah darah. Sayangnya nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSU Payangan dengan 19 luka tusukan disekujur tubuhnya.

Namun tidak ada yang mengetahui dengan jelas kronologi peristiwa tersebut. Sebab saat itu suami korban, I Wayan Putrayasa, 47, sedang berada di Balai Banjar Marga Tengah untuk melakukan persiapan upacara Ngaben. Dan langsung bergegas pulang ke rumahnya setelah mendapatkan informasi bahwa istrinya terluka.

Bersama warga sekitar yang banyak mendatangi TKP, suami korban pun membawa korban ke RSU Payangan. Namun beberapa saat setelah sampai di rumah sakit, diberitahukan jika korban telah meninggal dunia.

Baca Juga :  Pertahankan Opini WTP Tujuh Kali, Pemkab Tabanan Diberi Penghargaan

Kapolsek Payangan AKP I Putu Agus Ady Wijaya membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dimana setelah menerima laporan, pihaknya langsung turun ke TKP untuk melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. “Menurut keterangan sejumlah saksi pagi itu tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan dan tangis korban sehinga sejumlah tetangganya langsung berlari menuju rumah korban. Dan sudah didapati korban dalam posisi terlentang di pekarangannya rumahnya dengan bersimbah darah. Tapi saat para tetangga mencoba menolong ternyata pintu gerbang rumah korban terkunci dari dalam. Beberapa saat kemudian, pelaku akhirnya membuka pintu gerbang dan meninggalkan rumahnya dengan mengendarai sepeda motor ke arah selatan,” terangnya.

Setelah itu baru lah warga bisa mengevakuasi korban ke RSU Payangan. Dan pihaknya pun berhasil mengamankan barang bukti di TKP berupa satu buah pisau pemutik, satu buah baju berwarna merah yang diduga ada darahnya, satu pasang sandal warna pink yang diduga ada darahnya serta satu buah gigi palsu yang diduga milik korban. “Dan saat ini pelaku yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih kita lakukan pencarian,” tandasnya.

Baca Juga :  Pria yang Dibunuh Pemabuk Itu Dikenal Ramah, Baru Lima Bulan di Bali

Direktur RSUD Payangan, dr. I Gusti Ngurah Gede Putra yang dikonfirmasi terpisah mengatakan jika saat ini tim dokter dan aparat kepolisian masih melakukan evaluasi terhadap jenazah korban. Namun yang bisa dipastikan bahwa ditemukan luka akibat benda tajam disekujur tubuh korban. “Pasien datang pukul 08.10 WITA menggunakan kendaraan pikap. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan 19 luka bacokan diseluruh tubuh pasien. Tim medis kita sudah berusaha menolong pasien namun pasien dinyatakan meninggal dunia 08.20 WiTA,” ujarnya.

Dan selanjutnya pihaknya berencana akan melakukan pengawetan jenazah selama dititip di kamar jenazah RSUD Payangan sembari menunggu proses adat lebih lanjut.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pelaku ternyata bukan baru sekali melakukan penganiayaan yang berujung pembunuhan. Sebab sekitar lima tahun yang lalu, pelaku juga membunuh ibu kandungnya dengan cara menusuk. Ia juga menganiaya neneknya dengan tragis hingga sang nenek meninggal dunia, kemudian jenazahnya dibuang ke jurang yang ada di belakang rumahnya.

Namun pelaku tidak diproses secara hukum lantaran dirinya mengalami gangguan kejiwaan.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Warga Banjar Marga Tengah, Desa Kerta, Kecamatan Payangan, Gianyar, mendadak dibuat heboh Minggu pagi (18/9) sekitar pukul 06.30 WITA. Bagaimana tidak, salah seorang warganya ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di halaman rumahnya.

Korban adalah Ni Wayan Rani, 48, yang menurut informasi di lapangan, sebelum kejadian diduga terlibat cekcok dengan anak tirinya yang diketahui mengidap gangguan kejiwaan, I Wayan Agus Arnawa, 25, alias Kolok. Pelaku yang ketika itu membawa senjata tajam pun dengan membabi buta menyerang korban hingga terluka bersimbah darah. Sayangnya nyawa korban tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke RSU Payangan dengan 19 luka tusukan disekujur tubuhnya.

Namun tidak ada yang mengetahui dengan jelas kronologi peristiwa tersebut. Sebab saat itu suami korban, I Wayan Putrayasa, 47, sedang berada di Balai Banjar Marga Tengah untuk melakukan persiapan upacara Ngaben. Dan langsung bergegas pulang ke rumahnya setelah mendapatkan informasi bahwa istrinya terluka.

Bersama warga sekitar yang banyak mendatangi TKP, suami korban pun membawa korban ke RSU Payangan. Namun beberapa saat setelah sampai di rumah sakit, diberitahukan jika korban telah meninggal dunia.

Baca Juga :  Polisi Tetapkan 6 Tersangka, Pihak Finance akan Ditindak Tegas

Kapolsek Payangan AKP I Putu Agus Ady Wijaya membenarkan perihal peristiwa tersebut. Dimana setelah menerima laporan, pihaknya langsung turun ke TKP untuk melakukan olah TKP serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. “Menurut keterangan sejumlah saksi pagi itu tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan dan tangis korban sehinga sejumlah tetangganya langsung berlari menuju rumah korban. Dan sudah didapati korban dalam posisi terlentang di pekarangannya rumahnya dengan bersimbah darah. Tapi saat para tetangga mencoba menolong ternyata pintu gerbang rumah korban terkunci dari dalam. Beberapa saat kemudian, pelaku akhirnya membuka pintu gerbang dan meninggalkan rumahnya dengan mengendarai sepeda motor ke arah selatan,” terangnya.

Setelah itu baru lah warga bisa mengevakuasi korban ke RSU Payangan. Dan pihaknya pun berhasil mengamankan barang bukti di TKP berupa satu buah pisau pemutik, satu buah baju berwarna merah yang diduga ada darahnya, satu pasang sandal warna pink yang diduga ada darahnya serta satu buah gigi palsu yang diduga milik korban. “Dan saat ini pelaku yang merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) masih kita lakukan pencarian,” tandasnya.

Baca Juga :  Viral Pemberian Kue Oleh OTK, Kapolsek Payangan Imbau Siswa untuk Waspada

Direktur RSUD Payangan, dr. I Gusti Ngurah Gede Putra yang dikonfirmasi terpisah mengatakan jika saat ini tim dokter dan aparat kepolisian masih melakukan evaluasi terhadap jenazah korban. Namun yang bisa dipastikan bahwa ditemukan luka akibat benda tajam disekujur tubuh korban. “Pasien datang pukul 08.10 WITA menggunakan kendaraan pikap. Setelah dilakukan pemeriksaan ditemukan 19 luka bacokan diseluruh tubuh pasien. Tim medis kita sudah berusaha menolong pasien namun pasien dinyatakan meninggal dunia 08.20 WiTA,” ujarnya.

Dan selanjutnya pihaknya berencana akan melakukan pengawetan jenazah selama dititip di kamar jenazah RSUD Payangan sembari menunggu proses adat lebih lanjut.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, pelaku ternyata bukan baru sekali melakukan penganiayaan yang berujung pembunuhan. Sebab sekitar lima tahun yang lalu, pelaku juga membunuh ibu kandungnya dengan cara menusuk. Ia juga menganiaya neneknya dengan tragis hingga sang nenek meninggal dunia, kemudian jenazahnya dibuang ke jurang yang ada di belakang rumahnya.

Namun pelaku tidak diproses secara hukum lantaran dirinya mengalami gangguan kejiwaan.


Most Read

Artikel Terbaru