alexametrics
28.7 C
Denpasar
Thursday, August 11, 2022

Antisipasi Huru-hara, Kapolres Gianyar Kumpulkan Tokoh Masyarakat

GIANYAR, BALI EXPRESS – Polres Gianyar mengumpulkan seluruh perwakilan masyarakat menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober mendatang. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Serba Guna Polres Gianyar, Jumat (18/10) ini, bertujuan untuk membuat suasana di bumi seni ini tetap stabil dan aman-aman saja.

Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo menjelaskan, acara tatap muka ini diikuti Forkopimda Gianyar, Ketua FKUB Gianyar, KPU, Bawaslu, pimpinan partai, tokoh agama, tokoh masyarakat dan mahasiswa. “Hal – hal yang rawan mungkin saja terjadi menjelang pelantikan. Acara tatap muka kebangsaan ini merupakan langkah kita menyukseskan pelantikan presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024,” paparnya. 

Baca Juga :  Pentas Calonarang Disebut Rusuh, Kelian Dinas Ungkap Fakta Sebenarnya

Menurutnya, terdapat tiga hal yang menjadi atensi anggotanya, di antaranya kerawanan unjuk rasa, hate speech atau kerawanan melakukan ujaran kebencian di media sosial, dan ketiga mengatensi terjadinya tindakan radikalisme sampai terorisme. Dengan tatap muka tersebut, diharapkan komponen masyarakat dapat membantu menjembatani agar pelantikan dapat berjalan lancar dan damai. 

Disinggung soal wilayah pariwisata Ubud yang sempat menjadi target, pihaknya telah berkoordinasi dengan para pemilik usaha, pimpinan satuan pengaman (satpam), sampai para pecalang desa adat.

“Untuk daerah pariwisata Ubud, kami sudah pro aktif terus berkoordinasi dengan pemilik usaha, pecalang desa sampai satpam untuk turut membuat suasana aman. Kami di sini juga setiap hari telah latihan PHH (Pasukan Anti Huru Hara),” bebernya. 

Baca Juga :  Tersangkut Jaring, Buaya Muara di Sungai Sangsang Ditemukan Mati

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Made Wisnu Wijaya menjelaskan, tatap muka kebangsaan ini sebagai bentuk sinergitas TNI/Polri dengan pemerintan dan masyarakat. Selain itu, juga sebagai tahap terakhir pesta demokrasi Pemilu 2019. 

“Damainya demokrasi di Kabupaten Gianyar, menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi. Saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keanekaragaman meski saat ajang politik berbeda pilihan, namun tetap bersaudara,” tandasnya.


GIANYAR, BALI EXPRESS – Polres Gianyar mengumpulkan seluruh perwakilan masyarakat menjelang pelantikan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia pada 20 Oktober mendatang. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Serba Guna Polres Gianyar, Jumat (18/10) ini, bertujuan untuk membuat suasana di bumi seni ini tetap stabil dan aman-aman saja.

Kapolres Gianyar AKBP Priyanto Priyo Hutomo menjelaskan, acara tatap muka ini diikuti Forkopimda Gianyar, Ketua FKUB Gianyar, KPU, Bawaslu, pimpinan partai, tokoh agama, tokoh masyarakat dan mahasiswa. “Hal – hal yang rawan mungkin saja terjadi menjelang pelantikan. Acara tatap muka kebangsaan ini merupakan langkah kita menyukseskan pelantikan presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024,” paparnya. 

Baca Juga :  Rangkap Jabatan Sekretaris MDA, Ketua KPU Karangasem Diberhentikan

Menurutnya, terdapat tiga hal yang menjadi atensi anggotanya, di antaranya kerawanan unjuk rasa, hate speech atau kerawanan melakukan ujaran kebencian di media sosial, dan ketiga mengatensi terjadinya tindakan radikalisme sampai terorisme. Dengan tatap muka tersebut, diharapkan komponen masyarakat dapat membantu menjembatani agar pelantikan dapat berjalan lancar dan damai. 

Disinggung soal wilayah pariwisata Ubud yang sempat menjadi target, pihaknya telah berkoordinasi dengan para pemilik usaha, pimpinan satuan pengaman (satpam), sampai para pecalang desa adat.

“Untuk daerah pariwisata Ubud, kami sudah pro aktif terus berkoordinasi dengan pemilik usaha, pecalang desa sampai satpam untuk turut membuat suasana aman. Kami di sini juga setiap hari telah latihan PHH (Pasukan Anti Huru Hara),” bebernya. 

Baca Juga :  Kajeng Kliwon, Pretima di Pura Desa Tegallantang Raib Digondol Maling

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar I Made Wisnu Wijaya menjelaskan, tatap muka kebangsaan ini sebagai bentuk sinergitas TNI/Polri dengan pemerintan dan masyarakat. Selain itu, juga sebagai tahap terakhir pesta demokrasi Pemilu 2019. 

“Damainya demokrasi di Kabupaten Gianyar, menunjukkan kedewasaan masyarakat dalam berdemokrasi. Saya mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keanekaragaman meski saat ajang politik berbeda pilihan, namun tetap bersaudara,” tandasnya.


Most Read

Artikel Terbaru

/